BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat pada 11-12 Februari 2025 di Berbagai Wilayah Indonesia
- Selasa, 11 Februari 2025
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada tanggal 11 hingga 12 Februari 2025. Peringatan ini penting untuk diperhatikan oleh masyarakat, terutama yang berada di kawasan rentan banjir dan tanah longsor, mengingat intensitas hujan yang tinggi dapat memicu bencana alam.
BMKG dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa potensi hujan lebat disebabkan oleh sirkulasi siklon tropis yang berkembang di sekitar wilayah Nusantara. "Kami mengidentifikasi potensi hujan lebat yang disebabkan oleh sistem sirkulasi siklon tropis yang sedang aktif di Samudera Hindia, barat daya Sumatera. Hal ini berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia," ungkap Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.
Menurut prognosa cuaca dari BMKG, beberapa wilayah yang harus meningkatkan kewaspadaan adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dilaporkan bahwa wilayah-wilayah ini akan mengalami hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai dengan kilat dan angin kencang.
Mengingat kondisi tersebut, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk mengantisipasi dampak buruk dari hujan lebat yang dapat terjadi, seperti banjir, longsor, dan genangan air di berbagai daerah. "Kami meminta masyarakat agar selalu menjaga kewaspadaan. Apabila terdapat bencana seperti banjir atau longsor yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, segera laporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat," tambah Dwikorita.
BMKG juga mendorong pengelola infrastruktur publik, terutama di wilayah-wilayah yang diprediksi akan terdampak, untuk melakukan langkah-langkah preventif. Mulai dari memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik hingga pengecekan jembatan atau jalan raya yang sering kali terhambat atau rusak akibat genangan air yang tinggi.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir juga dihimbau untuk berhati-hati terhadap potensi ancaman gelombang tinggi. Satelit cuaca BMKG mengindikasikan bahwa ketinggian gelombang laut di sejumlah wilayah perairan dapat meningkat seiring dengan aktivitas siklon tropis tersebut. "Para nelayan dan operator transportasi laut harus memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim kami untuk memastikan keselamatan selama melaut," jelas Dwikorita.
Pemantauan dan peringatan dini ini merupakan bagian dari upaya BMKG dalam mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan masyarakat Indonesia. Informasi cuaca terkini selalu diperbarui dan dapat diakses oleh masyarakat melalui situs web resmi serta aplikasi BMKG. BMKG juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem ini.
Merespons peringatan dari BMKG, BNPB menyatakan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana akibat hujan lebat ini dengan menyiagakan personel di wilayah-wilayah rawan. "Kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di daerah untuk siap siaga dan mempersiapkan langkah mitigasi jika diperlukan. Tujuan kami adalah untuk meminimalisir dampak dan mempercepat proses penanganan jika terjadi bencana," ujar Suharyanto, Kepala BNPB.
Dengan adanya informasi prakiraan cuaca dari BMKG ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil tindakan preventif guna mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul. Keberadaan infrastruktur yang tangguh serta pemahaman komunitas tentang mitigasi bencana adalah kunci dalam menghadapi kondisi ini.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kondisi cuaca dan peringatan dini dari BMKG, masyarakat diimbau untuk tetap memantau saluran informasi resmi dari BMKG dan BNPB agar selalu mendapatkan update terkini. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah langkah penting dalam menghadapi fenomena alam seperti hujan lebat yang diprediksi terjadi pada 11-12 Februari 2025.
Dengan pengetahuan ini, semoga masyarakat bisa lebih siap dan responsif terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut.
Herman
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Jamin Insinerator Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue Untuk Memperkuat Modal Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra
- Kamis, 22 Januari 2026







_siapkan_rights_issue_untuk_memperkuat_modal_kerja.jpg)





