Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London, Rabu, 21 Januari 2026, menegaskan komitmen Inggris terhadap lingkungan di Indonesia. Fokus utama kerja sama ini adalah pemulihan ekosistem dan rehabilitasi 57 taman nasional di tanah air.
Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya menjelaskan, dukungan Inggris mencakup upaya konservasi satwa liar serta perbaikan ekosistem secara menyeluruh. “Intinya ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan pemulihan 57 taman nasional,” ujar Teddy di Bandara London Stansted.
Meskipun bentuk dukungan Inggris belum dirinci, kemungkinan mencakup pendampingan teknis maupun pembiayaan proyek konservasi. Sebelumnya, Inggris telah berperan dalam konservasi di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, khususnya dalam perlindungan gajah.
Baca JugaBMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Sedang Di Mayoritas Kota Besar Indonesia Hari Ini
Langkah selanjutnya, Inggris akan mendukung program konservasi gajah di lahan hibah milik Presiden Prabowo di Pusengan, Aceh. Lahan seluas 90.000 hektare ini dihibahkan Prabowo kepada negara dan akan dikelola WWF untuk kepentingan konservasi dan pemulihan ekosistem.
Pemanfaatan Lahan Hibah untuk Konservasi Gajah
Pengelolaan lahan hibah tidak hanya fokus pada gajah, tetapi juga menyasar ekosistem hutan secara keseluruhan. Teddy menjelaskan, WWF akan menentukan zona lahan mana yang digunakan untuk gajah dan mana untuk ekosistem lainnya.
Lahan ini sebelumnya merupakan konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik Prabowo yang direalisasikan untuk konservasi. Realisasi hibah ini menjadi kelanjutan agenda setelah Raja Charles III meminta dukungan Indonesia pada konservasi gajah di Aceh pada pertemuan tahun lalu.
Program ini dipandang strategis untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem di kawasan Aceh. Dukungan internasional diharapkan memperkuat kapasitas pengelolaan hutan dan perlindungan satwa langka.
Selain itu, skema ini menjadi model kerja sama global yang mengintegrasikan pemulihan ekosistem dengan konservasi satwa. Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi konservasi, dan pihak filantropi dunia.
Kolaborasi Filantropi dan Lingkungan
Dalam pertemuan, kedua pemimpin juga membahas pelestarian alam dan lingkungan bersama tokoh filantropi internasional. Diskusi menitikberatkan pada strategi pemulihan ekosistem hutan, pengelolaan kawasan konservasi, serta penguatan perlindungan satwa liar.
Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan efektivitas program konservasi yang dijalankan WWF dan pemerintah Indonesia. Dengan dukungan Inggris, kapasitas pengelolaan taman nasional di Indonesia diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan.
Selain Aceh, dukungan Inggris kemungkinan diperluas ke taman nasional lain yang membutuhkan pemulihan ekosistem. Hal ini menjadi bagian dari program konservasi global yang melibatkan berbagai negara dan organisasi internasional.
Pertemuan ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati. Kerja sama dengan Inggris diharapkan memacu program serupa di kawasan lain, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Teddy menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata diplomasi lingkungan Indonesia di kancah internasional. Melalui pemulihan ekosistem, diharapkan manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh satwa liar tetapi juga masyarakat lokal yang bergantung pada hutan.
Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran global terhadap konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan filantropi dan pemerintah asing diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat pemulihan taman nasional yang kritis.
Kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa isu lingkungan kini menjadi agenda prioritas dalam hubungan bilateral Indonesia-Inggris. Dukungan Inggris di bidang konservasi diharapkan tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga transfer teknologi dan kapasitas manajemen ekosistem.
Langkah ini membuka peluang bagi penelitian dan inovasi dalam konservasi hutan tropis. Kerja sama internasional semacam ini diharapkan bisa menjadi standar baru pengelolaan taman nasional di Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa hibah lahan dan kerja sama internasional bertujuan menjaga kelestarian alam Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam pelestarian keanekaragaman hayati global.
Selain gajah, upaya konservasi akan menyasar flora dan fauna lain yang terancam punah. WWF bersama pemerintah Indonesia akan menyesuaikan strategi pemulihan ekosistem sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan spesies yang dilindungi.
Kerja sama ini juga memuat aspek edukasi lingkungan bagi masyarakat lokal. Tujuannya agar masyarakat menjadi bagian aktif dalam menjaga hutan dan satwa liar di sekitarnya.
Dengan dukungan Inggris, Indonesia diharapkan dapat mempercepat pemulihan 57 taman nasional yang kritis. Ini akan menjadi kontribusi nyata bagi target global dalam pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi lingkungan. Kedua negara menekankan bahwa perlindungan alam dan konservasi bukan hanya tanggung jawab nasional, tetapi juga global.
Kesepakatan yang dicapai menegaskan pentingnya kolaborasi multi-pihak. Pemerintah, organisasi konservasi, dan filantropi internasional diharapkan bersinergi untuk memaksimalkan hasil pemulihan ekosistem.
Presiden Prabowo dan Raja Charles III menutup pertemuan dengan harapan kerja sama ini dapat berjalan berkelanjutan. Langkah ini menjadi contoh diplomasi hijau yang mengintegrasikan lingkungan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Jamin Insinerator Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue Untuk Memperkuat Modal Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra
- Kamis, 22 Januari 2026
Mendikdasmen Tegaskan TKA Tidak Menghapus Nilai Rapor dalam SNBP 2026
- Kamis, 22 Januari 2026







_siapkan_rights_issue_untuk_memperkuat_modal_kerja.jpg)





