Kamis, 22 Januari 2026

Harga Pangan 22 Januari 2026: Bawang Merah Turun, Telur Ayam Rp30.648

Harga Pangan 22 Januari 2026: Bawang Merah Turun, Telur Ayam Rp30.648
Harga Pangan 22 Januari 2026: Bawang Merah Turun, Telur Ayam Rp30.648

JAKARTA - Hari ini, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga yang signifikan. 

Berdasarkan data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diperoleh pada Kamis, 22 Januari 2026 pagi, harga rata-rata nasional untuk bawang merah tercatat turun menjadi Rp40.396 per kilogram, mengalami penurunan sebesar Rp1.250 dibandingkan dengan hari sebelumnya. 

Selain bawang merah, harga beberapa komoditas pangan lainnya juga menunjukkan penurunan, termasuk bawang putih bonggol, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.

Baca Juga

Batas Pembelian Beras SPHP Ditingkatkan Jadi 25 Kg per Konsumen

Harga bawang putih bonggol turun menjadi Rp38.327 per kilogram, sementara harga cabai merah keriting tercatat di Rp34.588 per kilogram dan cabai rawit merah di angka Rp48.000 per kilogram. 

Penurunan harga pangan ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang semakin terbebani oleh harga kebutuhan pokok yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu komoditas penting yang juga mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, yang kini diperdagangkan dengan harga rata-rata Rp38.797 per kilogram.

Telur ayam ras, yang sering menjadi bahan pokok di rumah tangga, juga tercatat turun harga menjadi Rp30.648 per kilogram, yang tentunya akan memberi kelegaan bagi konsumen yang bergantung pada komoditas ini sebagai sumber protein harian.

Harga Beras dan Minyak Goreng Stabil

Sementara itu, harga beras premium tercatat stabil di Rp15.527 per kilogram, beras medium di harga Rp13.330 per kilogram, dan beras SPHP berada di Rp12.398 per kilogram. 

Beras, sebagai salah satu bahan pangan pokok utama bagi masyarakat Indonesia, tetap memiliki harga yang relatif stabil meskipun fluktuasi harga pangan lainnya kerap terjadi. Hal ini tentunya memberi sedikit ketenangan bagi konsumen yang mengandalkan beras sebagai makanan pokok sehari-hari.

Untuk minyak goreng, harga rata-rata minyak goreng curah tercatat di Rp17.490 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana berada di harga Rp20.895 per liter.

Meskipun harga minyak goreng curah lebih murah dibandingkan kemasan sederhana, kedua harga tersebut tetap menunjukkan fluktuasi yang cenderung stabil meskipun ada beberapa penurunan harga pada komoditas pangan lainnya.

Penurunan Harga Ikan dan Gula

Beberapa jenis ikan juga mengalami penurunan harga. Ikan tongkol, misalnya, tercatat turun menjadi Rp35.819 per kilogram, sementara ikan bandeng diperdagangkan dengan harga Rp34.454 per kilogram. Namun, ada sedikit kenaikan harga pada ikan kembung, yang tercatat mencapai Rp42.611 per kilogram. Meskipun ada sedikit kenaikan harga pada ikan kembung, penurunan harga ikan lainnya menjadi angin segar bagi konsumen yang mengandalkan ikan sebagai sumber protein.

Harga gula konsumsi tercatat menjadi Rp18.047 per kilogram, sementara harga tepung terigu kemasan berada di angka Rp12.624 per kilogram dan tepung terigu curah sedikit lebih murah, yaitu Rp9.592 per kilogram. 

Gula yang merupakan bahan pemanis utama dalam berbagai produk makanan dan minuman juga mengalami penurunan harga, meskipun masih di level yang cukup tinggi dibandingkan beberapa bulan lalu.

Daging Sapi dan Daging Ayam Ras

Harga daging sapi murni juga mengalami penurunan yang signifikan. Saat ini, harga daging sapi murni tercatat berada di angka Rp135.855 per kilogram. 

Meskipun harga daging sapi ini lebih tinggi dibandingkan harga daging ayam ras, penurunan harga daging sapi memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang ingin beralih ke komoditas ini sebagai pengganti daging ayam. 

Dengan harga yang sedikit lebih terjangkau, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai sumber protein untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Pentingnya Perhatian pada Stabilitas Harga Pangan

Meskipun beberapa harga komoditas pangan mengalami penurunan, pemerintah tetap harus memastikan bahwa harga pangan di pasar tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Penurunan harga pangan seperti bawang merah, cabai, dan telur ayam ras dapat memberikan angin segar bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi dan harga pangan yang tinggi beberapa waktu terakhir.

Stabilitas harga pangan sangat penting, terutama menjelang bulan-bulan dengan permintaan pangan yang meningkat, seperti bulan Ramadan dan libur nasional lainnya.

Dengan menjaga stabilitas harga, pemerintah dapat mencegah terjadinya lonjakan harga yang bisa merugikan konsumen dan mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Pangan

Fluktuasi harga pangan di pasar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cuaca, pasokan, permintaan, serta kebijakan pemerintah terkait impor dan distribusi barang. Misalnya, harga cabai merah keriting dan rawit merah dapat dipengaruhi oleh hasil panen petani yang berfluktuasi akibat cuaca atau gangguan distribusi. 

Begitu pula dengan harga bawang merah dan bawang putih yang seringkali mengalami lonjakan harga pada musim-musim tertentu, karena tergantung pada siklus panen dan ketersediaan di pasar.

Namun, meskipun ada faktor-faktor eksternal yang memengaruhi harga pangan, peran pemerintah dalam mengatur pasokan dan distribusi barang tetap menjadi kunci untuk menjaga agar harga pangan tetap terjangkau. 

Kebijakan-kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pasokan dan permintaan harus terus diperhatikan, dengan tujuan untuk menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, meskipun harga beberapa komoditas pangan mengalami penurunan pada hari ini, stabilitas harga tetap menjadi perhatian utama untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat. 

Penurunan harga bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, telur, dan berbagai komoditas lainnya menunjukkan tren positif yang bisa membantu meredakan beban konsumen. 

Namun, pemerintah tetap harus terus memantau dan mengatur distribusi pangan agar harga pangan tetap stabil dan terjangkau, mengingat faktor-faktor yang bisa memengaruhi harga secara tiba-tiba.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta

Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta

KRI Gulamah-869 TNI-AL Antar Bantuan Logistik ke Halmahera Pasca Banjir

KRI Gulamah-869 TNI-AL Antar Bantuan Logistik ke Halmahera Pasca Banjir

Update Terbaru Harga BBM Pertamina 22 Januari 2026: Stabil di Seluruh SPBU Indonesia

Update Terbaru Harga BBM Pertamina 22 Januari 2026: Stabil di Seluruh SPBU Indonesia

Harga Minyak Dunia Naik Terdorong Gangguan Produksi dan Geopolitik Global

Harga Minyak Dunia Naik Terdorong Gangguan Produksi dan Geopolitik Global

Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri

Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri