Danantara Perkenalkan Tiga Proyek Unggulan di WEF 2026 untuk Masa Depan
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memperkenalkan tiga proyek strategis.
Proyek-proyek ini direncanakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Acara yang berlangsung ini menampilkan proyek unggulan Danantara yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian negara.
Dalam presentasi bertajuk "Danantara: Powering Indonesia’s Future" di Indonesia Pavilion, Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, merinci tiga proyek utama yang mencakup pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WTE) di 33 kota, pengembangan industri obat berbasis plasma darah, serta pembangunan kompleks haji berstandar internasional di Makkah.
Baca JugaDAMRI Resmi Layani Rute Jogja YIA Tarif Terjangkau Penumpang Bandara
Ketiga proyek ini mencerminkan komitmen Danantara untuk berinvestasi dalam infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.
Proyek Waste-to-Energy di 33 Kota
Salah satu proyek unggulan yang diperkenalkan adalah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WTE) yang akan dilaksanakan di 33 kota Indonesia.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 109/2025, proyek ini direncanakan akan dijalankan selama 30 tahun dengan masa kontrak yang panjang.
Pembangunan fasilitas WTE ini akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus awal pada empat wilayah yang sudah siap, yaitu Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta. Proses peletakan batu pertama untuk proyek PSEL ini diharapkan dapat dimulai antara Maret hingga Juni 2026.
Menurut laporan Danantara berjudul Addressing Future Waste Challenges, proyek ini akan membagi pelaksanaannya menjadi empat tahapan besar, dengan tahapan pertama dimulai pada Januari 2026 dengan pengajuan proposal dari peserta tender. Evaluasi mendalam terhadap proposal akan dilakukan pada Januari hingga Februari 2026.
Dengan adanya proyek ini, Danantara bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas energi terbarukan di Indonesia, tetapi juga memberikan solusi terhadap masalah sampah yang semakin meningkat di perkotaan.
Pengembangan Industri Obat Berbasis Plasma Darah
Proyek kedua yang diperkenalkan oleh Danantara di WEF 2026 adalah pengembangan industri obat berbasis plasma darah. Dalam rangka mendukung kebutuhan kesehatan domestik dan global, Danantara berencana untuk membangun fasilitas produksi obat-obatan berbasis plasma darah.
Proyek ini bertujuan untuk menyediakan produk kesehatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memenuhi permintaan pasar internasional.
Industri obat berbasis plasma darah memiliki potensi besar, terutama dengan meningkatnya permintaan global untuk produk kesehatan semacam itu.
Danantara berharap, dengan pengembangan proyek ini, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat produksi obat-obatan plasma darah yang diakui di dunia. Tidak hanya itu, proyek ini juga membuka peluang investasi yang signifikan bagi pengembangan industri kesehatan di Indonesia.
Pembangunan Kampung Haji dan Akomodasi Jemaah Haji di Makkah
Proyek ketiga yang diungkapkan oleh Danantara adalah pembangunan kompleks haji berstandar internasional di Makkah, Arab Saudi. Proyek ini berfokus pada penyediaan akomodasi yang memadai bagi jemaah haji Indonesia.
Salah satunya adalah pembelian hotel siap pakai untuk jemaah haji, dan proyek lainnya adalah pengembangan lahan yang akan digunakan untuk membangun Kampung Haji Indonesia.
Proyek ini merupakan salah satu bentuk komitmen Danantara untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia yang setiap tahun berangkat ke Tanah Suci.
Selain itu, proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah Indonesia yang menunaikan ibadah haji, sekaligus menjadi simbol hubungan kuat antara Indonesia dan Arab Saudi.
Pembelian hotel siap pakai ini menunjukkan bahwa Danantara berusaha menjawab kebutuhan akan akomodasi yang layak dan berkualitas bagi para jemaah haji, yang sangat penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan ibadah haji.
Komitmen Tata Kelola yang Efisien dan Transparansi
Selain memaparkan proyek-proyek strategis ini, Danantara juga menunjukkan komitmennya dalam tata kelola yang efisien dan transparansi.
Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah penghapusan tantiem dewan komisaris BUMN, yang diperkirakan dapat menghemat anggaran hingga Rp8 triliun hingga Rp8,3 triliun per tahun. Penghematan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi internal dan mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.
Managing Director Global Relations & Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari reformasi tata kelola perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan pasar. "Reformasi adalah tentang menukar kenyamanan jangka pendek dengan kepercayaan pasar global," ungkapnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya Danantara untuk membangun sistem pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab di seluruh proyek yang mereka jalankan.
Reformasi Tata Kelola untuk Kepercayaan Pasar
Danantara memahami bahwa untuk meraih kepercayaan pasar global, penting bagi mereka untuk menerapkan tata kelola yang baik. Dengan menghapuskan tantiem bagi dewan komisaris BUMN, Danantara berkomitmen untuk memberikan contoh dalam hal efisiensi dan penggunaan anggaran yang bijak.
Reformasi ini bertujuan untuk memperbaiki citra dan kredibilitas perusahaan serta mendorong transparansi dalam setiap aspek operasionalnya.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Keberlanjutan
Danantara juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap proyek yang mereka jalankan.
Dengan ketiga proyek strategis tersebut, Danantara bertujuan untuk membangun infrastruktur yang berkelanjutan, mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta mengatasi tantangan besar yang dihadapi Indonesia, seperti masalah sampah, kebutuhan energi terbarukan, dan penyediaan layanan kesehatan berkualitas.
Melalui proyek-proyek ini, Danantara berharap dapat berperan aktif dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik, dengan fokus pada pengembangan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Jamin Insinerator Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue Untuk Memperkuat Modal Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
KA BIAS Layani 847.701 Penumpang 2025 Meningkat 183 Persen Tahun Lalu
- Kamis, 22 Januari 2026
DAMRI Resmi Buka Layanan Jogja Semarang Pulang Pergi Tarif Terjangkau
- Kamis, 22 Januari 2026
Jadwal KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Januari 2026 Tarif Murah Terbaru
- Kamis, 22 Januari 2026







_siapkan_rights_issue_untuk_memperkuat_modal_kerja.jpg)



.jpeg)

