United Tractors Siapkan Buyback Saham Maksimal Rp2 Triliun di 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - PT United Tractors Tbk. (UNTR), perusahaan yang tergabung dalam grup Astra, mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal mencapai Rp2 triliun.
Langkah ini diambil di tengah situasi pasar modal yang berfluktuasi, sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung stabilitas pasar serta meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya.
Buyback saham ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan UNTR terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Baca JugaDAMRI Resmi Layani Rute Jogja YIA Tarif Terjangkau Penumpang Bandara
Manajemen UNTR menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham ini bukan hanya bertujuan untuk merespons kondisi pasar yang volatil, tetapi juga sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja saham perusahaan.
Melalui langkah ini, UNTR berharap dapat mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham serta menunjukkan bahwa perusahaan memiliki fundamental yang kuat.
Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada 22 Januari 2026, manajemen UNTR menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengelola arus kas dan modalnya secara lebih efisien dalam jangka panjang.
Perincian dan Ketentuan Rights Issue
Dalam rencana aksi korporasi tersebut, UNTR akan membeli kembali saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari total modal ditempatkan dan disetor, dan saham yang beredar setelah buyback dipastikan tetap berada di atas 7,5%.
Dengan kata lain, meskipun perusahaan akan membeli sejumlah besar saham, proporsi saham yang tersedia di pasar tidak akan jatuh di bawah batas yang dapat memengaruhi likuiditas saham.
Manajemen menegaskan bahwa buyback saham ini akan sepenuhnya dibiayai menggunakan dana internal perusahaan, tanpa melibatkan pinjaman atau dana dari penawaran umum lainnya.
Ini menunjukkan bahwa UNTR memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembelian saham tanpa mengganggu operasional ataupun rencana pengembangan usahanya.
Dana yang digunakan untuk buyback ini berasal dari kas internal perusahaan yang memang telah dikelola dengan baik untuk mendukung berbagai kebutuhan modal kerja dan pengembangan jangka panjang.
Tujuan Buyback Saham dan Dampaknya pada Pemegang Saham
Manajemen UNTR menekankan bahwa buyback saham ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham perusahaan, yang telah mengalami fluktuasi signifikan di pasar.
Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor, yang seringkali terpengaruh oleh volatilitas pasar yang terjadi, terutama dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Saham UNTR sendiri tercatat anjlok 14,93% atau 4.775 poin pada penutupan perdagangan 21 Januari 2026, yang membuat langkah buyback ini semakin relevan untuk menjaga kepercayaan pasar.
Dampak langsung dari aksi buyback ini adalah potensi dilusi yang lebih rendah bagi pemegang saham yang tetap mempertahankan saham mereka.
Dengan pengurangan jumlah saham yang beredar di pasar, perusahaan berharap bisa meningkatkan nilai saham yang tersisa dan mendukung harga saham UNTR untuk kembali stabil.
Porsi saham yang masih beredar atau free float akan tetap berada di atas 7,5%, memastikan bahwa likuiditas saham tetap terjaga setelah proses buyback selesai.
Selain itu, meskipun pelaksanaan buyback tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam jangka pendek, langkah ini dapat berdampak positif dalam jangka panjang.
Kepercayaan investor yang terjaga dan stabilitas harga saham yang terjaga dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan operasional dan pengembangan perusahaan.
Proses Buyback Saham yang Transparan
UNTR berencana melaksanakan pembelian kembali saham ini dalam jangka waktu tiga bulan, dimulai sejak keterbukaan informasi pada 22 Januari 2026 hingga 15 April 2026.
Saham yang dibeli kembali akan dicatat sebagai saham treasuri, yang dapat dialihkan atau digunakan oleh perusahaan di masa depan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proses pembelian saham ini akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan menunjuk satu perusahaan efek untuk menangani proses transaksi.
Selama periode buyback, terdapat larangan bagi pihak-pihak tertentu, termasuk komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta orang dalam lainnya untuk melakukan transaksi saham.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses buyback berjalan sesuai dengan aturan pasar modal yang berlaku dan mencegah terjadinya transaksi yang bisa memengaruhi harga saham secara tidak sah.
Pengelolaan Aset dan Ekuitas Perusahaan
Dalam hal ini, UNTR juga menegaskan bahwa pengurangan ekuitas dan aset perusahaan akibat pelaksanaan buyback maksimal sebesar Rp2 triliun tidak akan memengaruhi operasional atau pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Manajemen memastikan bahwa perusahaan tetap memiliki cukup arus kas dan modal untuk mendukung kegiatan usaha dan pengembangan bisnis.
Sementara itu, meskipun aksi buyback saham ini berpotensi mengurangi jumlah saham yang beredar, UNTR tetap menjaga komitmennya terhadap pemegang saham dan investor untuk memastikan bahwa perusahaan dapat terus beroperasi secara efisien dan berkembang di masa depan.
Dengan langkah ini, UNTR berharap dapat memperkuat posisi pasar dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pemegang saham.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Seiring dengan langkah buyback saham ini, UNTR juga menyadari adanya tantangan-tantangan yang perlu dihadapi dalam jangka panjang. Persaingan di sektor alat berat dan infrastruktur yang semakin ketat, serta fluktuasi harga komoditas, dapat menjadi faktor yang memengaruhi kinerja UNTR ke depannya.
Namun, dengan adanya cadangan dana internal yang kuat dan rencana ekspansi yang matang, perusahaan tetap optimis dapat mengatasi tantangan tersebut.
Lebih lanjut, UNTR juga akan terus memantau perkembangan pasar modal Indonesia, khususnya dalam menghadapi situasi ekonomi global yang dapat berdampak pada pasar saham domestik.
Langkah buyback saham ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk menghadapi ketidakpastian pasar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah PT United Tractors Tbk. (UNTR) untuk melakukan buyback saham senilai Rp2 triliun adalah langkah strategis yang bertujuan untuk menstabilkan harga saham dan mendukung kepercayaan investor di tengah ketidakpastian pasar modal.
Dengan menggunakan dana internal, perusahaan berharap dapat memperkuat struktur modalnya, meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, serta menjaga stabilitas pasar saham UNTR.
Selain itu, buyback ini juga akan dilakukan dengan penuh transparansi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk memastikan kelancaran dan keadilan dalam pelaksanaannya.
Dengan demikian, UNTR berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perusahaan dan para pemegang sahamnya.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Jamin Insinerator Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue Untuk Memperkuat Modal Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
KA BIAS Layani 847.701 Penumpang 2025 Meningkat 183 Persen Tahun Lalu
- Kamis, 22 Januari 2026
DAMRI Resmi Buka Layanan Jogja Semarang Pulang Pergi Tarif Terjangkau
- Kamis, 22 Januari 2026
Jadwal KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Januari 2026 Tarif Murah Terbaru
- Kamis, 22 Januari 2026







_siapkan_rights_issue_untuk_memperkuat_modal_kerja.jpg)



.jpeg)

