Kamis, 22 Januari 2026

Shenia Ayu Pangesti Resmi Menjabat Komisaris Utama KRYA Usai RUPSLB

Shenia Ayu Pangesti Resmi Menjabat Komisaris Utama KRYA Usai RUPSLB
Shenia Ayu Pangesti Resmi Menjabat Komisaris Utama KRYA Usai RUPSLB

JAKARTA - PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. (KRYA) melakukan perombakan signifikan pada struktur Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 21 Januari 2026. 

Langkah ini diambil untuk memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan efisiensi operasional ke depan. Salah satu perubahan terbesar adalah penggantian An Shaohong dari kursi Komisaris Utama, yang kini dipegang oleh Shenia Ayu Pangesti. 

Selain itu, KRYA juga mengangkat Nadira Zatina Kamil sebagai Direktur Perseroan. Meskipun alasan pasti penggantian An Shaohong tidak dijelaskan secara rinci, perubahan ini terjadi setelah masalah hukum yang melibatkan An Shaohong, termasuk masalah izin tinggal yang menyebabkan deportasinya oleh Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Baca Juga

DAMRI Resmi Layani Rute Jogja YIA Tarif Terjangkau Penumpang Bandara

An Shaohong, yang merupakan pria asal China, sebelumnya sempat berurusan dengan otoritas Indonesia terkait pelanggaran izin tinggal dan tercatat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) di negaranya. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan, Bugie Kurniawan, mengonfirmasi bahwa selama berada di Indonesia, An tidak melaporkan keberadaannya maupun kepemilikan propertinya, yang memperkuat dasar penangkapannya. 

Sejak Desember 2025, KRYA pun sudah mengumumkan bahwa mereka sedang dalam proses mengganti An Shaohong dari posisi Komisaris Utama.

Perubahan Manajemen sebagai Langkah Strategis KRYA

Keputusan untuk melakukan perombakan manajemen ini disampaikan oleh Direktur Utama KRYA, William Teng. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fondasi manajemen dan tata kelola perusahaan.

 "Dengan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru serta penyesuaian domisili perseroan, kami optimistis KRYA dapat menjalankan transformasi bisnis secara lebih fokus, efektif, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham," ujarnya.

Langkah ini jelas menunjukkan bahwa KRYA ingin memperbaiki struktur manajemennya, yang diharapkan dapat menciptakan stabilitas lebih lanjut di perusahaan. 

Dalam situasi ini, pemegang saham dan investor tentunya menantikan dampak positif dari perubahan yang dilakukan, dengan harapan bahwa hal ini akan meningkatkan kinerja perusahaan di masa depan.

Jajaran Direksi dan Komisaris yang Baru

Berikut adalah susunan Direksi dan Komisaris terbaru yang telah ditetapkan oleh KRYA dalam RUPSLB:

Direktur Utama: William Teng

Direktur: Brigitta Notoatmodjo

Direktur: Nadira Zatina Kamil

Komisaris Utama: Shenia Ayu Pangesti

Komisaris Independen: William Ong

Profil Shenia Ayu Pangesti, Komisaris Utama KRYA

Shenia Ayu Pangesti, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama KRYA, memiliki latar belakang pendidikan di bidang Public Relations dari Universitas Persada Indonesia YAI. Lahir pada 26 Maret 2000, Shenia memulai karir profesionalnya sejak 2018. 

Selama lima tahun terakhir, ia telah mengumpulkan berbagai pengalaman di dunia korporasi, mulai dari posisi Tenant Relations Officer di Agung Sedayu Group pada 2018 hingga 2022, hingga Hospitality Standardization & Monitoring Supervisor pada 2022–2023.

Tak berhenti di situ, pada periode 2023–2025, Shenia dipercaya untuk menjabat sebagai Chief Human Resources & General Affair and Advisor to Chief Tenant Relations di Gold Coast Apartment. 

Dengan pengalaman yang mumpuni dalam manajemen sumber daya manusia dan hubungan korporasi, Shenia diharapkan dapat membawa perspektif baru yang segar dalam memimpin perusahaan sebagai Komisaris Utama.

Nadira Zatina Kamil, Direktur KRYA yang Berpengalaman di Bidang Legal

Selain Shenia, KRYA juga mengangkat Nadira Zatina Kamil sebagai Direktur Perseroan. Lahir di Jakarta pada 17 September 1992, Nadira memiliki latar belakang pendidikan hukum yang solid, yaitu dari Fakultas Hukum President University pada 2010–2014. 

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nadira memulai karir profesionalnya sebagai Senior Corporate Legal di PT Hexa Finance Indonesia pada 2016–2018. Ia juga pernah bekerja sebagai Legal Associate di Star Capital pada 2018–2020.

Kemudian, pada periode 2020–2024, Nadira menjabat sebagai Legal Manager di PT Uangme Fintek Indonesia, serta menjadi Legal Lead di PT Gaji Pintar Indonesia pada 2024–2025. 

Terakhir, ia menjabat sebagai Legal Manager di PT Green City Traffic. Nadira membawa berbagai pengalaman dalam menangani masalah hukum korporasi, yang diharapkan dapat memperkuat pengelolaan tata kelola hukum di KRYA ke depan.

Strategi Bisnis KRYA ke Depan

Dengan adanya perubahan besar dalam struktur manajemen ini, KRYA juga menyusun strategi bisnis untuk memajukan perusahaan. Fokus utama perusahaan adalah melakukan transformasi bisnis secara berkelanjutan. 

Transformasi ini akan melibatkan fokus yang lebih besar pada efektivitas operasional dan peningkatan kinerja yang lebih terarah.

Selain itu, KRYA juga berencana untuk terus mengembangkan lini bisnisnya, dengan beberapa proyek besar yang sedang berjalan. 

Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, perusahaan telah meraih kontrak pengadaan motor listrik senilai Rp240 miliar, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap pengembangan kendaraan listrik (EV). 

Di samping itu, KRYA juga tengah merancang Rights Issue sebagai bagian dari upaya penguatan struktur permodalan mereka.

Langkah-Langkah Penguatan Tata Kelola Perusahaan

Dengan perubahan ini, KRYA diharapkan dapat mengoptimalkan tata kelola perusahaan dan mencapai tujuannya dalam meningkatkan kinerja dan keuntungan.

Penunjukan Shenia Ayu Pangesti dan Nadira Zatina Kamil juga menunjukkan niat KRYA untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih transparan dan akuntabel.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan manajerial menjadi kunci dalam upaya perusahaan untuk bertransformasi dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Dalam rangka menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang, perubahan dalam manajemen ini tentu sangat penting agar KRYA dapat menyesuaikan diri dengan dinamika industri yang ada. 

Perusahaan ini harus dapat beradaptasi dengan baik terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi yang pesat, terutama dalam hal pengembangan sektor kendaraan listrik.

Perombakan manajemen yang dilakukan oleh PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. (KRYA) menunjukkan langkah strategis untuk memperbaiki dan memperkuat struktur perusahaan. 

Penggantian An Shaohong dengan Shenia Ayu Pangesti sebagai Komisaris Utama dan penunjukan Nadira Zatina Kamil sebagai Direktur memberikan sinyal positif bagi para pemegang saham dan investor.

Perubahan ini diharapkan dapat membawa KRYA menuju masa depan yang lebih cerah, dengan transformasi bisnis yang lebih fokus dan terarah. 

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi KRYA di pasar, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong perkembangan perusahaan ke arah yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Januari Februari 2026 Rute Lengkap

Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Januari Februari 2026 Rute Lengkap

KA BIAS Layani 847.701 Penumpang 2025 Meningkat 183 Persen Tahun Lalu

KA BIAS Layani 847.701 Penumpang 2025 Meningkat 183 Persen Tahun Lalu

DAMRI Resmi Buka Layanan Jogja Semarang Pulang Pergi Tarif Terjangkau

DAMRI Resmi Buka Layanan Jogja Semarang Pulang Pergi Tarif Terjangkau

Jadwal KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Januari 2026 Tarif Murah Terbaru

Jadwal KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Januari 2026 Tarif Murah Terbaru

Jadwal KA Prameks Tugu Kutoarjo Januari 2026 Tarif Murah Terbaru

Jadwal KA Prameks Tugu Kutoarjo Januari 2026 Tarif Murah Terbaru