Mendikdasmen: Siswa Tidak Ikut TKA Tetap Bisa Masuk PTN Melalui Jalur Lain
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti mengatakan, siswa SMA yang tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Mereka masih memiliki kesempatan lewat jalur lain yang tersedia. Pernyataan ini disampaikan Mu'ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, yang membahas mengenai proses seleksi masuk PTN yang tengah berlangsung.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa TKA bukanlah satu-satunya jalur untuk masuk PTN, meskipun tes ini berfungsi sebagai instrumen untuk memperkuat objektivitas dan standarisasi dalam proses penilaian akademik.
Baca JugaBMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Sedang Di Mayoritas Kota Besar Indonesia Hari Ini
Mu'ti juga menegaskan bahwa TKA digunakan dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), namun tidak menggantikan peran nilai rapor maupun capaian prestasi akademik lainnya yang juga sangat dihargai dalam seleksi.
"Jadi, meskipun murid tidak mengikuti atau tidak memiliki nilai TKA, mereka tetap memiliki peluang yang sama besar untuk diterima di PTN," ujar Mu'ti dengan tegas.
Pernyataan tersebut seakan menjawab berbagai kekhawatiran siswa dan orang tua mengenai pentingnya TKA dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN.
TKA sebagai Instrumen Standarisasi
Tes Kemampuan Akademik (TKA) memang telah diintegrasikan sebagai bagian dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Fungsi utama dari TKA adalah untuk memberikan standar penilaian yang objektif bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke PTN.
Namun, Mu'ti menegaskan bahwa TKA bukanlah satu-satunya penentu kelulusan atau penerimaan, melainkan hanya sebagai alat bantu untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih objektif.
“Dalam jalur SNBP, nilai rapor dan prestasi akademik lainnya tetap menjadi faktor penentu utama. TKA hanya berfungsi untuk melengkapi data prestasi siswa, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kemampuan akademik mereka,” jelasnya.
Oleh karena itu, meskipun siswa tidak mengikuti TKA, mereka tetap bisa diterima di PTN melalui jalur SNBP jika mereka memiliki nilai rapor yang baik dan menunjukkan prestasi akademik yang signifikan.
Peluang Melalui Jalur SNBT dan Seleksi Mandiri
Selain jalur SNBP, Mu'ti juga mengingatkan bahwa siswa masih memiliki banyak pilihan lain untuk memasuki PTN, terutama melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur seleksi mandiri.
Bahkan, ia menambahkan, daya tampung jalur SNBP cenderung lebih kecil dibandingkan dengan jalur lainnya. Oleh karena itu, siswa yang tidak mengikuti TKA tetap bisa memiliki peluang yang luas untuk diterima di PTN melalui jalur-jalur lain yang memiliki daya tampung yang lebih besar.
"Data menunjukkan bahwa daya tampung jalur SNBP memang paling kecil jika dibandingkan dengan SNBT atau jalur mandiri. Jadi, meskipun tidak mengikuti TKA, siswa tetap bisa memilih jalur SNBT atau jalur mandiri yang memiliki daya tampung lebih besar dan lebih fleksibel," imbuh Mu'ti.
Hal ini menunjukkan bahwa jalur seleksi PTN semakin terbuka lebar dan memberikan lebih banyak peluang bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
TKA Terintegrasi dalam Sistem PDSS
Meskipun TKA tidak menjadi syarat utama dalam semua jalur seleksi PTN, Mu'ti mengungkapkan bahwa nilai TKA tetap terintegrasi dalam sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Sejak 5 Januari 2026, nilai TKA sudah dapat terintegrasi secara host-to-host dengan sistem PDSS, yang memudahkan sekolah dan lembaga pendidikan dalam mengelola data siswa yang mengikuti seleksi SNBP.
“Sistem PDSS ini sangat penting untuk menjamin proses seleksi yang transparan dan akuntabel. Dengan terintegrasinya TKA dalam sistem ini, kita dapat memastikan bahwa semua data yang digunakan dalam seleksi adalah valid dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan,” terang Mu'ti.
Integrasi ini memungkinkan pihak sekolah untuk mengakses dan memverifikasi data TKA siswa secara lebih efisien dan memastikan bahwa proses seleksi berjalan secara lebih transparan dan objektif.
Meskipun TKA tidak menjadi syarat utama dalam seluruh jalur seleksi, namun keberadaan tes ini tetap memberikan nilai tambah yang signifikan bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik.
Oleh karena itu, Mu'ti juga mendorong siswa untuk tetap berusaha sebaik mungkin dalam mempersiapkan diri, tidak hanya dalam hal nilai rapor, tetapi juga dalam mengikuti TKA sebagai salah satu bentuk pengembangan kemampuan akademik.
Proses Seleksi yang Fleksibel dan Terbuka
Sistem seleksi PTN yang kini ada memungkinkan siswa untuk memilih jalur yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
Mu'ti juga menekankan bahwa sistem ini tidak hanya memberikan ruang bagi siswa yang memiliki prestasi akademik unggul, tetapi juga bagi mereka yang mungkin tidak dapat mengikuti TKA karena alasan tertentu. Oleh karena itu, para siswa tidak perlu merasa tertekan atau khawatir apabila mereka tidak dapat mengikuti TKA.
"Sistem ini dirancang agar semakin banyak siswa yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke PTN. Kami ingin agar seleksi ini dapat diakses oleh semua kalangan siswa, tanpa terkecuali, dan memberikan peluang yang setara bagi semua pihak," ujar Mu'ti.
Dengan banyaknya jalur seleksi yang terbuka, para siswa tidak perlu khawatir jika mereka tidak mengikuti TKA atau jika mereka merasa bahwa kemampuan akademik mereka tidak tercermin dengan sempurna melalui tes tersebut. Mereka masih memiliki banyak peluang untuk diterima di PTN melalui jalur-jalur seleksi lainnya, seperti SNBT dan jalur mandiri, yang memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk diterima.
Menjaga Kualitas Pendidikan Tinggi
Mu'ti juga menekankan bahwa meskipun ada banyak jalur seleksi yang tersedia, kualitas pendidikan tinggi di Indonesia harus tetap dijaga. Oleh karena itu, seleksi masuk PTN harus dilakukan secara transparan dan objektif, dengan memperhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang kualitas calon mahasiswa.
Baik melalui jalur SNBP, SNBT, maupun jalur mandiri, sistem seleksi harus tetap mengutamakan prinsip keadilan dan kesetaraan bagi semua siswa.
"Tujuan kami adalah untuk menciptakan sistem yang inklusif, adil, dan berbasis pada kualitas. Seleksi masuk PTN harus dapat menampung berbagai macam potensi yang dimiliki oleh para siswa, tidak hanya terbatas pada satu jenis tes atau jalur tertentu," tegas Mu'ti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan penjelasan yang penting bagi para siswa dan orang tua mengenai jalur seleksi PTN yang semakin terbuka lebar.
Meskipun TKA menjadi bagian dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), siswa yang tidak mengikuti atau tidak memiliki nilai TKA tetap memiliki kesempatan besar untuk masuk PTN melalui jalur seleksi lainnya, seperti SNBT dan jalur mandiri.
Selain itu, integrasi TKA dalam sistem PDSS semakin memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi. Dengan berbagai jalur seleksi yang tersedia, peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTN semakin terbuka lebar, tanpa terkecuali.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Jamin Insinerator Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue Untuk Memperkuat Modal Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra
- Kamis, 22 Januari 2026







_siapkan_rights_issue_untuk_memperkuat_modal_kerja.jpg)





