Kamis, 22 Januari 2026

BI Dorong Penguatan Infrastruktur Jaringan Demi Perluasan QRIS Nasional Berkelanjutan Merata

BI Dorong Penguatan Infrastruktur Jaringan Demi Perluasan QRIS Nasional Berkelanjutan Merata
BI Dorong Penguatan Infrastruktur Jaringan Demi Perluasan QRIS Nasional Berkelanjutan Merata

JAKARTA - Perluasan sistem pembayaran digital berbasis QRIS tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi finansial, tetapi juga sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur jaringan di lapangan. 

Inilah sudut pandang yang kini ditekankan Bank Indonesia saat melihat masih adanya kesenjangan akses sinyal di berbagai wilayah Indonesia. Dalam upaya mendorong inklusi keuangan digital yang merata, BI menilai penguatan jaringan menjadi fondasi utama agar manfaat QRIS dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam menghadirkan tantangan tersendiri dalam implementasi pembayaran digital. Di sejumlah daerah, keterbatasan akses internet masih menjadi penghambat utama pemanfaatan QRIS secara optimal.

Baca Juga

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025 dan 2026: Optimisme Pertumbuhan Tertinggi

Situasi tersebut mendorong Bank Indonesia untuk aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan kesiapan infrastruktur sejalan dengan ambisi perluasan sistem pembayaran nasional.

Tantangan Sinyal Jadi Fokus Perluasan QRIS

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa keterbatasan jaringan internet dan sinyal masih menjadi salah satu tantangan nyata dalam penggunaan QRIS di daerah. 

Menurutnya, sistem pembayaran digital sangat bergantung pada konektivitas yang stabil agar dapat berjalan efektif dan efisien. Tanpa dukungan jaringan yang memadai, potensi QRIS sebagai alat transaksi inklusif tidak dapat dimaksimalkan sepenuhnya.

"Beberapa tantangan misalnya keterbatasan internet atau sinyal di daerah, sehingga menghambat penggunaan QRIS itu sendiri," ujar Filianingsih dalam konferensi pers secara daring, dikutip Kamis.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu infrastruktur bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menjadi faktor strategis dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital nasional. Oleh karena itu, sinergi lintas kementerian dipandang sebagai langkah krusial untuk menjawab tantangan tersebut.

Pemetaan Blind Spot Jadi Langkah Awal

Filianingsih, yang akrab disapa Fili, menjelaskan bahwa Bank Indonesia tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga melakukan langkah konkret melalui pemetaan wilayah. 

BI bersama perwakilan kantor daerah telah memetakan sejumlah titik blind spot yang masih terkendala jaringan. Pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran akurat mengenai wilayah yang paling membutuhkan penguatan sinyal.

Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan strategis bagi Kementerian Komunikasi Digital dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur jaringan. Dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan, pembangunan BTS dan penguatan sinyal diharapkan lebih tepat sasaran serta memberikan dampak langsung terhadap pemanfaatan QRIS.

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem Digital

Upaya penguatan jaringan tidak dilakukan secara parsial. Bank Indonesia terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri penyedia jasa dan kementerian terkait. Kolaborasi ini bertujuan memastikan bahwa pengembangan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan adopsi sistem pembayaran digital.

"BI juga terus bekerja sama dengan industri penyedia jasa dan Kementerian terkait untuk memperkuat di daerah-daerah tersebut termasuk juga penguatan sinyal," tutur Filianingsih.

Sinergi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan holistik dalam membangun ekosistem digital nasional. Tidak hanya fokus pada teknologi pembayaran, tetapi juga memperhatikan kesiapan infrastruktur pendukung agar transaksi digital dapat berjalan tanpa hambatan.

Target Ambisius QRIS Sepanjang 2026

Sejalan dengan penguatan infrastruktur, Bank Indonesia menetapkan target ambisius bagi QRIS sepanjang tahun 2026. Jumlah pengguna QRIS ditargetkan mencapai 60 juta, dengan total transaksi menyentuh angka 17 miliar. Selain itu, BI juga membidik 45 juta merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS.

Target tersebut mencerminkan keyakinan BI terhadap potensi pertumbuhan transaksi digital di Indonesia. Dengan basis pengguna dan merchant yang terus bertambah, QRIS diharapkan menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional yang inklusif dan efisien.

Lonjakan Transaksi Jadi Bukti Potensi Besar

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya mengungkapkan bahwa pada kuartal IV tahun ini, volume transaksi QRIS mengalami lonjakan signifikan. Secara tahunan, transaksi QRIS tumbuh hingga 139,99% year-on-year. Angka tersebut menunjukkan adopsi QRIS yang semakin masif di masyarakat.

Capaian tersebut turut mendorong total volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi, dengan pertumbuhan 39,21% secara tahunan pada periode yang sama. Data ini memperkuat keyakinan bahwa sistem pembayaran digital memiliki peran strategis dalam mendorong efisiensi ekonomi nasional.

"Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 12,10% (yoy) dan 15,10% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 139,99% (yoy)," kata Perry.

Infrastruktur Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Digital

Di balik pertumbuhan impresif tersebut, Bank Indonesia menyadari bahwa pemerataan manfaat QRIS masih memerlukan perhatian serius. Tanpa infrastruktur jaringan yang kuat dan merata, pertumbuhan transaksi berisiko terkonsentrasi di wilayah tertentu saja. 

Oleh sebab itu, penguatan sinyal dan jaringan dipandang sebagai kunci untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi digital.

Dengan dorongan kepada Komdigi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan, BI berharap perluasan QRIS tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas dan inklusif. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem pembayaran nasional yang tangguh, adaptif, dan mampu mendukung transformasi ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK Bersama Bank Kembalikan Rp 161 Miliar ke Korban Scam

OJK Bersama Bank Kembalikan Rp 161 Miliar ke Korban Scam

OJK Finalisasi Regulasi Tentang Influencer Keuangan untuk Perlindungan Konsumen

OJK Finalisasi Regulasi Tentang Influencer Keuangan untuk Perlindungan Konsumen

Harga Emas Antam Turun Hari Ini Setelah Mencapai Rekor Tertinggi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini Setelah Mencapai Rekor Tertinggi

Investasi Cerdas dengan Gaji Rp10 Juta per Bulan Agar Keuangan Stabil dan Berkembang

Investasi Cerdas dengan Gaji Rp10 Juta per Bulan Agar Keuangan Stabil dan Berkembang

Investasi dan Strategi Keuangan Cerdas Agar Gaji Rp 5 Juta Tetap Aman Sampai Akhir Bulan

Investasi dan Strategi Keuangan Cerdas Agar Gaji Rp 5 Juta Tetap Aman Sampai Akhir Bulan