BTN Fokus Perkuat Pembiayaan Hunian Lewat KUR Perumahan 2026 untuk Dukung Target Tiga Juta Rumah Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Dorongan pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat mendorong perbankan untuk mengambil peran lebih besar di sektor perumahan. Dalam konteks tersebut, pembiayaan perumahan berbasis kredit program menjadi instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan pasar.
PT Bank Tabungan Negara Tbk melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisinya di industri pembiayaan perumahan. Melalui produk Kredit Program Perumahan, BTN menyiapkan langkah lanjutan untuk menjawab tantangan kebutuhan rumah pada tahun 2026.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadikan Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan sebagai salah satu produk unggulan pada 2026. Langkah ini sejalan dengan percepatan program pemerintah dalam penyediaan hunian masyarakat, termasuk mendukung target program tiga juta rumah.
Baca JugaProyeksi Ekonomi Indonesia 2025 dan 2026: Optimisme Pertumbuhan Tertinggi
Sebagai bank yang memiliki fokus utama pada sektor perumahan, BTN memandang KPP sebagai pilar penting dalam strategi bisnis ke depan. Produk ini tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem perumahan.
Penguatan KPP dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang terus berkembang. BTN menilai permintaan pembiayaan perumahan akan tetap tinggi seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.
Kinerja Penyaluran KPP BTN hingga Akhir 2025
Kinerja penyaluran Kredit Program Perumahan BTN menunjukkan tren yang positif hingga akhir 2025. Hal ini tercermin dari pencapaian nilai pembiayaan yang mencolok dibandingkan bank lain di industri.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan hingga Desember 2025, BTN tercatat sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi di industri. Nilai booking KPP BTN mencapai Rp 2,7 triliun, baik dari sisi demand maupun sisi supply.
Capaian tersebut menunjukkan kuatnya posisi BTN dalam pembiayaan perumahan nasional. Permintaan yang tinggi juga mencerminkan kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat terhadap skema KPP.
“Capaian tersebut mencerminkan kuatnya peran BTN dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional, sekaligus tingginya minat pelaku usaha dan masyarakat terhadap skema KPP,” ujar Hermita kepada Kontan.co.id, Selasa, 20 Januari 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KPP bukan hanya produk pendukung, melainkan bagian inti dari strategi BTN. Keberhasilan ini menjadi dasar optimisme perseroan dalam menghadapi tahun 2026.
BTN melihat capaian 2025 sebagai fondasi kuat untuk pertumbuhan lanjutan. Dengan pipeline yang sudah terbentuk, penyaluran KPP diproyeksikan tetap terjaga.
Prinsip Kehati-hatian dan Kualitas Kredit
Di tengah ekspansi pembiayaan, BTN menegaskan komitmennya pada prinsip kehati-hatian. Pendekatan ini diterapkan untuk memastikan kualitas kredit tetap terjaga.
BTN menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, termasuk pada produk KPP. Dengan pendekatan tersebut, perseroan optimistis penyaluran KPP pada 2026 dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dengan kualitas kredit yang terjaga.
Prinsip kehati-hatian menjadi kunci agar pertumbuhan tidak menimbulkan risiko jangka panjang. BTN memandang keseimbangan antara ekspansi dan kualitas sebagai faktor utama keberhasilan.
Langkah mitigasi risiko dilakukan sejak tahap awal penyaluran kredit. Proses seleksi dan evaluasi debitur menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
BTN juga terus melakukan pemantauan terhadap portofolio KPP yang telah disalurkan. Tujuannya agar potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini.
Dengan pendekatan ini, BTN berupaya menjaga kepercayaan pasar. Stabilitas kualitas kredit diharapkan mendukung keberlanjutan bisnis perumahan.
Strategi Ekosistem dan Penguatan Pipeline Pembiayaan
Ke depan, BTN tidak hanya mengandalkan pembiayaan konvensional. Perseroan mulai mengoptimalkan ekosistem perumahan secara menyeluruh.
Ke depan, BTN akan mendorong peningkatan pemanfaatan ekosistem dan value chain perumahan untuk mempercepat akuisisi nasabah. Strategi ini menyasar baik nasabah eksisting maupun calon nasabah baru.
Pendekatan berbasis ekosistem dinilai mampu memperluas jangkauan pembiayaan. Dengan memanfaatkan rantai nilai perumahan, BTN dapat memperkuat pipeline KPP.
Strategi ini juga dianggap relevan di tengah meningkatnya kebutuhan hunian. Permintaan yang terus bertambah memerlukan sistem pembiayaan yang terintegrasi.
BTN memanfaatkan hubungan yang telah terbangun dengan berbagai pelaku usaha. Kolaborasi ini menjadi modal penting dalam memperluas pembiayaan.
Akuisisi nasabah dilakukan dengan pendekatan yang lebih terarah. BTN berupaya menjangkau pelaku usaha yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor perumahan.
Pipeline pembiayaan KPP diharapkan semakin solid dengan strategi ini. BTN optimistis langkah tersebut dapat mempercepat penyaluran kredit.
Ekosistem Perumahan BTN yang Terintegrasi
Sebagai bank dengan fokus utama di sektor perumahan, BTN memiliki keunggulan dari sisi ekosistem. Ekosistem ini telah terbangun secara solid dan terintegrasi.
Ekosistem tersebut mencakup pengembang perumahan, kontraktor, pedagang bahan bangunan, hingga pelaku UMKM. Seluruh elemen ini memiliki peran dalam mendukung pembiayaan hunian.
Dengan ekosistem yang lengkap, BTN dapat menawarkan solusi pembiayaan yang menyeluruh. Tidak hanya bagi pembeli rumah, tetapi juga bagi pelaku usaha pendukung.
Keterlibatan pelaku UMKM menjadi bagian penting dari strategi BTN. Pembiayaan hunian dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil.
BTN melihat sektor perumahan sebagai motor penggerak ekonomi. Aktivitas pembangunan hunian memiliki efek berganda bagi berbagai sektor.
Melalui KPP, BTN berupaya menghubungkan seluruh elemen dalam satu sistem pembiayaan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dan berkelanjutan.
Sinergi antar pelaku usaha juga mempermudah proses penyaluran kredit. BTN dapat memanfaatkan data dan jaringan yang telah terbentuk.
Dengan dukungan ekosistem, BTN optimistis mampu menjawab kebutuhan hunian masyarakat. KPP menjadi instrumen penting dalam mewujudkan target nasional.
Fokus BTN pada Kredit Program Perumahan 2026 mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung sektor perumahan nasional. Strategi berbasis kehati-hatian dan ekosistem menjadi landasan utama pertumbuhan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Jamin Insinerator Proyek PSEL Pakai Teknologi Terbaru dan Ramah Lingkungan
- Kamis, 22 Januari 2026
Bujangan dengan Penghasilan Terbatas Bisa Miliki Rumah Subsidi di Meikarta
- Kamis, 22 Januari 2026
Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue Untuk Memperkuat Modal Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
OJK Finalisasi Regulasi Tentang Influencer Keuangan untuk Perlindungan Konsumen
- Kamis, 22 Januari 2026
Investasi Cerdas dengan Gaji Rp10 Juta per Bulan Agar Keuangan Stabil dan Berkembang
- Kamis, 22 Januari 2026
Investasi dan Strategi Keuangan Cerdas Agar Gaji Rp 5 Juta Tetap Aman Sampai Akhir Bulan
- Kamis, 22 Januari 2026







_siapkan_rights_issue_untuk_memperkuat_modal_kerja.jpg)


.jpg)
.jpg)

