Harga Minyak Goreng MinyaKita di Palembang Tembus Rp20.000 Per Liter
- Sabtu, 09 Mei 2026
PALEMBANG - Nilai jual minyak goreng subsidi atau MinyaKita di Palembang, Sumatera Selatan, terpantau melonjak hingga menyentuh angka Rp20.000 per liter. Pada periode sebelumnya, harga MinyaKita terpantau masih berada di kisaran Rp17.500 per liter.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar KM 5 Palembang, harga minyak goreng merek MinyaKita saat ini sudah mencapai Rp20.000 per liter. Di sisi lain, harga untuk komoditas cabai justru terpantau mengalami penurunan.
Budi, salah seorang pedagang kebutuhan pokok, menjelaskan bahwa harga minyak goreng MinyaKita merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebutkan bahwa kendala dalam memperoleh pasokan menjadi salah satu faktor pemicunya.
Baca JugaHarga Pangan Hari Ini Naik: Minyak Goreng Tembus 23.800 Rupiah Per Liter
"MinyaKita naik, kemarin Rp 17.500 per liter, sekarang sudah Rp 20.000 per liter, sudah hampir seperti harga minyak goreng lain," ungkapnya, Jumat, (8/5/2026).
Pedagang sayuran di lokasi yang sama, Teteh, memaparkan bahwa harga cabai mulai melandai. Sebagai contoh, cabai rawit yang semula dijual Rp60.000 per kilogram (kg), kini merosot menjadi Rp52.000 per kg.
"Harga cabai sekarang sering naik turun tapi untuk sekarang cabai merah keriting turun Rp 44.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg, sedangkan cabai rawit sebelumnya Rp 60.000 per kg sekarang Rp 52.000 per kg. Sedangkan cabai jengki Rp 52.000 per kg sebelumnya Rp 60.000 dan cabai setan Rp 65.000 per kg menjadi Rp 60.000 per kg," ujarnya.
Sementara itu, Jumaris yang merupakan pedagang bawang menginformasikan bahwa harga bawang merah mengalami kenaikan dari semula Rp35.000 per kg menjadi Rp44.000 per kg. Sebaliknya, harga bawang putih justru turun dari Rp36.000 per kg ke level Rp32.000 per kg.
"Harga bawang merah naik Rp 44.000 sebelumnya Rp 35.000 per kg, kalau bawang putih Rp 32.000 sekarang sebelumnya Rp 36.000," katanya.
Ayu, salah satu konsumen, mengaku sedikit merasa tenang dengan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas. Meski demikian, ia tetap merasa waspada lantaran harga minyak goreng yang sedang mendaki, mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan utama dalam memasak.
"Harga sekarang cukup lumayan turunnya, tapi jadi bingung karena minyak goreng naik, sedangkan di rumah sering masak pakai minyak goreng," pungkasnya.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
Humpuss Maritim Tingkatkan Pendapatan USD96,4 Juta, Fokus Ekspansi Bisnis
- Kamis, 30 Oktober 2025











