Pertamax Naik, Cek Harga Pertalite dan BBM Pertamina 09 Mei 2026
- Sabtu, 09 Mei 2026
SURABAYA – Harga bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina (Persero) kembali melewati proses penyesuaian pada Mei 2026. Sejumlah produk kategori nonsubsidi, di antaranya Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite, dilaporkan mengalami lonjakan harga di bermacam wilayah.
Di tengah tren kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut, publik tetap memberikan perhatian khusus pada harga Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi dengan tingkat penggunaan tertinggi.
Pertanyaannya, berapa harga Pertalite pada hari ini dan apakah jenis ini juga turut mengalami kenaikan?
Baca JugaHarga Batu Bara Rontok Permintaan Asia Melemah Meski Ada Konflik
Nilai jual BBM bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu lantaran dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari dinamika harga minyak mentah dunia hingga fluktuasi nilai tukar rupiah. Oleh sebab itu, warga diimbau untuk selalu memantau pembaruan harga secara rutin.
Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini
Beberapa produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex telah mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, jenis BBM lainnya seperti Pertamax, Pertamax Green, Pertamina Biosolar, dan Pertalite terpantau tetap stabil.
Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina pada hari ini, Sabtu 9 Mei 2026:
Pertamax: Rp 12.300/liter (sebelumnya Rp 11.800)
Pertamax Turbo: Rp 19.900/liter (sebelumnya Rp 19.400)
Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter (sebelumnya Rp 12.450)
Dexlite: Rp 26.000/liter (sebelumnya Rp 23.600/liter)
Pertamina Dex: Rp 27.900/liter (sebelumnya Rp 23.900)
Pertamina Biosolar: Rp 6.800/liter
Pertalite: Rp 10.000/liter
Kepastian Harga BBM Bersubsidi
Pihak pemerintah memberikan penegasan bahwa harga untuk BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga pengujung tahun 2026. Ketetapan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya kelompok yang sangat terdampak oleh guncangan harga energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan penekanan bahwa pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi meski kondisi harga minyak dunia tengah bergejolak.
"Sekali lagi saya katakan, kami sudah bersepakat atas arahan bapak presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insyaallah sampai selama-lamanya," ujar Bahlil di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dilihat dari sisi fiskal, pemerintah beranggapan bahwa kebijakan tersebut masih sangat aman untuk dijalankan.
Hal ini diperkuat oleh posisi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dianggap cukup mumpuni untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi tanpa membebani masyarakat.
"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman BBM. Dan, sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD 77. Jadi itu baru split USD7," tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di samping itu, ketersediaan pasokan energi secara nasional dilaporkan dalam status aman. Bahlil memerinci bahwa stok cadangan BBM serta LPG saat ini masih berada di atas batas standar minimum, sehingga publik tidak perlu merasa cemas akan risiko kelangkaan.
"Amanlah. Saya sampaikan kepada publik, insyaallah stok kami di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman," tegasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











