Kamis, 29 Januari 2026

Barcelona Bangkit di Babak Kedua, Kunci Tiket 16 Besar Liga Champions

Barcelona Bangkit di Babak Kedua, Kunci Tiket 16 Besar Liga Champions

JAKARTA - Kemenangan Barcelona atas Copenhagen di Camp Nou tidak datang secara instan. Di balik skor meyakinkan 4-1 yang memastikan langkah Blaugrana ke babak 16 besar Liga Champions, tersimpan cerita tentang kesabaran, perubahan momentum, serta peran krusial para pemain muda dan senior. Pasukan Hansi Flick sempat dibuat frustrasi selama 45 menit pertama sebelum akhirnya menunjukkan kualitas sebenarnya di paruh kedua pertandingan.

Awal Dominan Barcelona Berujung Kejutan Copenhagen

Meski terus menguasai permainan, Barcelona justru kebobolan lebih dulu. Sebuah umpan terobosan akurat dari Mohamed Eyenoussi membelah dua bek tengah tuan rumah. Situasi tersebut membuka ruang bagi Viktor Dadason, penyerang muda berusia 17 tahun, untuk berhadapan satu lawan satu dengan Joan Garcia. Tanpa panik, Dadason menuntaskan peluang tersebut dan membuat Copenhagen unggul lebih dahulu.

Gol tersebut menjadi pukulan bagi Barcelona. Pertahanan yang selama ini diandalkan terlihat rapuh saat menghadapi serangan langsung. Di sisi lain, Copenhagen tampil disiplin dalam bertahan dan menunggu kesempatan lewat transisi cepat.

Baca Juga

Manuver Kilat Liam Rosenior Amankan Yisa Alao Dari Incaran Manchester United

Barcelona mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Robert Lewandowski mendapatkan peluang emas setelah memanfaatkan back pass lawan yang keliru, tetapi penyelesaiannya masih jauh dari harapan. Peluang lain datang dari Eric Garcia, namun tendangan terdefleksinya berhasil ditepis dengan refleks luar biasa oleh Dominik Kotarski.

Tekanan Tanpa Gol di Babak Pertama

Statistik menunjukkan betapa dominannya Barcelona. Hingga akhir babak pertama, mereka mencatatkan 75 persen penguasaan bola. Sayangnya, dominasi tersebut belum cukup untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu. Beberapa peluang tercipta, termasuk tembakan keras Eric Garcia yang menghantam mistar gawang serta upaya Lamine Yamal yang masih terburu-buru.

Ketiadaan gol di babak pertama membuat Barcelona masuk ruang ganti dengan rasa frustrasi. Namun, kepercayaan diri tetap terjaga karena alur permainan sepenuhnya berada dalam kendali mereka.

Peran Yamal dan Lewandowski Mengubah Arah Laga

Perubahan nyata terlihat segera setelah jeda. Lamine Yamal menjadi aktor utama kebangkitan Barcelona. Berawal dari umpan terukur Dani Olmo yang membelah sisi kiri pertahanan Copenhagen, Yamal lolos menuju kotak penalti. Alih-alih menyelesaikan sendiri, ia menunjukkan kedewasaan dalam mengambil keputusan dengan mengirim sodoran menggunakan sisi luar kaki kirinya kepada Lewandowski.

Striker asal Polandia itu pun dengan mudah menceploskan bola dan mencetak gol ke-106-nya di ajang Liga Champions. Gol penyeimbang tersebut menjadi titik balik pertandingan dan menyuntikkan energi baru bagi Barcelona.

Tak berhenti di situ, Yamal terus menjadi pusat permainan. Enam menit kemudian, tembakan melengkungnya dari tepi kotak penalti mengalami defleksi yang mengecoh Kotarski dan membawa Barcelona berbalik unggul. Momentum sepenuhnya berpihak kepada tuan rumah.

Beberapa saat berselang, Yamal kembali terlibat dalam terciptanya gol. Umpan silangnya menemui Lewandowski yang kemudian dijatuhkan bek Copenhagen di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan Raphinha dengan tenang mengeksekusi penalti ke sudut bawah gawang.

Gol Penutup dan Kepastian Lolos

Barcelona semakin nyaman mengendalikan laga. Marcus Rashford, yang masuk sebagai pemain pengganti, menambah keunggulan lewat tendangan bebas cerdas ke tiang dekat yang gagal diantisipasi Kotarski. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-1 bagi Blaugrana.

Copenhagen sebenarnya sempat mencetak gol hiburan di penghujung laga melalui sundulan Gabriel Pereira. Namun, gol tersebut dianulir karena Pantelis Chatzidiakos dinilai mengganggu permainan dari posisi offside.

Dengan hasil ini, Barcelona mengakhiri fase liga di peringkat kelima dan mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar. Mereka berpotensi bertemu lawan berat seperti Paris Saint-Germain atau Newcastle pada fase gugur.

Penilaian Pemain dan Sentuhan Hansi Flick

Dari sisi individu, Lamine Yamal tampil sebagai pembeda sejati dengan kontribusi satu assist, satu gol, dan peran besar dalam terciptanya penalti. Ia layak mendapatkan rating tertinggi. Lewandowski memang sempat membuang peluang, tetapi tetap mencatatkan namanya di papan skor. Raphinha menjalankan tugas sebagai kapten dengan baik melalui eksekusi penalti yang sempurna.

Di lini belakang, Jules Kounde dan Alejandro Balde tampil solid setelah awal pertandingan yang sulit. Joan Garcia tidak bisa disalahkan atas gol pembuka, sementara Dani Olmo menunjukkan kualitasnya lewat visi dan umpan kunci.

Hansi Flick sendiri patut mendapat apresiasi. Meski timnya kurang beruntung di babak pertama, pendekatan permainan tetap konsisten. Kesabaran dan keyakinan pada gaya bermain akhirnya terbayar lunas. Barcelona menang, bangkit, dan memastikan tempat di fase gugur.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Citanest Fashion Week: Ekspresi Fesyen dengan Sentuhan Jamet

Citanest Fashion Week: Ekspresi Fesyen dengan Sentuhan Jamet

Barcelona Kehilangan Wonderkid, Gavi Kritik Cara Staf Pelatih Tangani Dro Fernandez

Barcelona Kehilangan Wonderkid, Gavi Kritik Cara Staf Pelatih Tangani Dro Fernandez

Barcelona dan Real Madrid Beda Nasib

Barcelona dan Real Madrid Beda Nasib "Liga Champions"

Liga Arab Saudi Targetkan Pemain Setara Ronaldo Usai Piala Dunia 2026

Liga Arab Saudi Targetkan Pemain Setara Ronaldo Usai Piala Dunia 2026

Al Nassr Pangkas Jarak dengan Al Hilal di Puncak Klasemen Liga Arab Saudi 2026 Usai Taklukkan Al Taawoun

Al Nassr Pangkas Jarak dengan Al Hilal di Puncak Klasemen Liga Arab Saudi 2026 Usai Taklukkan Al Taawoun