JAKARTA - Dalam merespons fenomena Citayam Fashion Week yang sempat viral di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, sebuah acara unik bertajuk Citanest Fashion Week digelar di Neshaha, Sukoharjo.
Acara ini menyuguhkan ekspresi fesyen yang sangat dipengaruhi oleh trend kekinian, khususnya gaya "jamet" ala anak muda yang sering terlihat di Jakarta.
Tren Fashion yang Merambah Semua Kalangan
Citanest Fashion Week merupakan bentuk adaptasi dari tren yang tengah populer di kalangan anak muda, khususnya yang diusung oleh Citayam Fashion Week di Jakarta. Event ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mencerminkan bagaimana fesyen kini telah merambah semua usia tanpa batasan.
Baca JugaManuver Kilat Liam Rosenior Amankan Yisa Alao Dari Incaran Manchester United
Menurut Nani, ketua panitia acara, Citanest Fashion Week bertujuan untuk memberikan wadah bagi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan diri melalui fesyen. "Sebenarnya ini mengikuti tren saja, ini kira-kira gimana effort-nya (usaha-red) untuk masyarakat sekitar, anak-anak muda zaman sekarang," kata Nani.
Antusiasme Peserta yang Tinggi
Acara ini diikuti oleh sekitar 37 peserta, meskipun ada beberapa yang tidak dapat hadir karena alasan tertentu, seperti terjebak di jalan. Dalam waktu persiapan yang hanya dua hari, banyak peserta yang hadir dengan outfit yang beragam dan antusias. Mereka mengenakan berbagai macam pakaian dengan kombinasi warna cerah dan terkadang kontras, termasuk outfit dengan tema yang berbeda-beda seperti "mamba" yang didominasi warna hitam, atau outfit bertema "bumi."
Penilaian Berdasarkan Gaya Jamet
Penilaian dalam Citanest Fashion Week difokuskan pada peserta yang bisa menonjolkan ciri khas "jamet" dalam penampilannya. Ada beberapa kategori penilaian seperti outfit "cewek/cowok kue", "mamba", dan "bumi" yang menampilkan perpaduan gaya yang sangat bold dan mencolok. "Untuk penilaiannya itu kita lihat dari yang paling terjamet," kata Nani.
Hadiah yang Dirahasiakan
Meskipun acara ini lebih ditujukan untuk seru-seruan, pihak panitia memilih untuk merahasiakan hadiah atau dorprize yang akan diberikan kepada pemenang. Hal ini menambah keseruan acara, karena tujuan utama dari Citanest Fashion Week adalah untuk bersenang-senang dan mengekspresikan diri.
"Saya akan gunakan hadiah ini untuk makan-makan, beli baju, dan juga mungkin untuk membantu saudara saya yang sedang sakit," ujar Dahlia, salah satu peserta yang berharap bisa membawa pulang hadiah dari acara ini.
Mengusung Konsep Seru-seruan dan Kreativitas
Citanest Fashion Week bukan sekadar ajang kompetisi fesyen, tetapi juga sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi dan mengekspresikan diri melalui gaya busana. Dengan tema "jamet" yang dikenal berani dan penuh warna, acara ini memberi ruang bagi siapa saja untuk berpartisipasi, berkreasi, dan menikmati kebebasan berekspresi dalam dunia fesyen.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penegasan BI soal Debt Switching 2026 Dinilai Aman dan Tak Guncang Pasar Keuangan
- Kamis, 29 Januari 2026
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Mengurus Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bekasi 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
Kehebatan Umar Nurmagomedov Diakui Legenda UFC Pemegang Rekor KO Tercepat
- Kamis, 29 Januari 2026
Barcelona Kehilangan Wonderkid, Gavi Kritik Cara Staf Pelatih Tangani Dro Fernandez
- Kamis, 29 Januari 2026
Liga Arab Saudi Targetkan Pemain Setara Ronaldo Usai Piala Dunia 2026
- Kamis, 29 Januari 2026













