JAKARTA - PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menetapkan target perolehan kontrak baru sebesar Rp 5 triliun untuk sepanjang 2026.
Target ini relatif stabil dibandingkan dengan target pada tahun sebelumnya. Strategi ini menunjukkan perusahaan fokus menjaga konsistensi kinerja di tengah dinamika industri konstruksi yang fluktuatif dan kompetitif.
Corporate Secretary TOTL, Anggie S. Sidharta, menyatakan bahwa dari target kontrak baru tersebut, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 3,80 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp 350 miliar. Angka ini mencerminkan kestabilan dan kemampuan TOTL dalam mempertahankan profitabilitas sambil tetap mendorong pertumbuhan.
Baca JugaBundamedik Bidik Pertumbuhan Pendapatan Positif Dua Digit Tahun 2026
“Tak berhenti di situ, untuk tahun 2026 perseroan juga memasang target yang relatif stabil. TOTL menargetkan kontrak baru sebesar Rp 5 triliun, pendapatan Rp 3,80 triliun, serta laba bersih sebesar Rp 350 miliar,” ungkap Anggie.
Pendekatan stabil ini menjadi bukti bahwa TOTL menyiapkan strategi manajemen risiko yang matang dan efisiensi operasional yang konsisten, sehingga perusahaan tetap adaptif menghadapi tekanan pasar.
Proyek dalam Tender Capai Rp 7,79 Triliun
Hingga akhir 2025, TOTL mencatat nilai proyek yang sedang dalam perhitungan atau proses tender mencapai sekitar Rp 7,79 triliun. “Di mana proyek swasta masih mendominasi portofolio perseroan,” jelas Anggie.
Mayoritas proyek yang sedang ditenderkan berasal dari sektor swasta, mencerminkan fokus TOTL pada portofolio yang mampu memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan risiko. Berbagai proyek meliputi pembangunan gedung perkantoran, data center, kawasan industri, hotel, dan proyek komersial lainnya.
Keberagaman proyek menjadi strategi penting bagi TOTL untuk menyebar risiko dan memaksimalkan peluang pertumbuhan di pasar yang kompetitif. Selain itu, keterlibatan proyek swasta memungkinkan perusahaan mengantisipasi perubahan permintaan dengan cepat.
Kinerja Kuartal III-2025 Menjadi Dasar Optimisme
Hingga kuartal III-2025, TOTL mencatat laba bersih sekitar Rp 295 miliar dengan pendapatan mencapai Rp 2,79 triliun. Capaian ini menunjukkan kinerja operasional yang solid di tengah tantangan sektor konstruksi.
Keberhasilan TOTL mempertahankan kinerja positif di kuartal sebelumnya menjadi dasar optimisme perusahaan dalam menetapkan target kontrak baru, pendapatan, dan laba bersih di 2026. Hal ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan, mulai dari manajemen proyek hingga eksekusi, berjalan efektif.
TOTL mampu menjaga efisiensi biaya sekaligus memanfaatkan peluang yang ada di sektor properti dan konstruksi, baik dari proyek swasta maupun pemerintah.
Kontrak yang Diperoleh hingga Desember 2025
Hingga Desember 2025, TOTL berhasil mengantongi kontrak dengan total nilai sekitar Rp 6,78 triliun. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan gedung perkantoran, data center, kawasan industri, hotel, dan berbagai proyek lainnya.
Perolehan kontrak ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam bersaing di pasar konstruksi dan menegaskan posisi TOTL sebagai pemain kompetitif yang mampu menyeimbangkan proyek pemerintah dan swasta. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat portofolio perusahaan menjelang tahun 2026.
Alokasi Belanja Modal untuk Efisiensi dan Teknologi
Hingga kuartal III-2025, realisasi belanja modal TOTL (capex) mencapai Rp 6,58 miliar dari total anggaran Rp 10 miliar. Untuk tahun 2026, perusahaan kembali mengalokasikan capex sebesar Rp 10 miliar.
“Belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengadaan peralatan proyek, serta pengembangan peralatan dan perangkat lunak teknologi informasi (IT) guna mendukung efisiensi dan kinerja operasional perseroan ke depan,” kata Anggie.
Investasi di bidang peralatan dan teknologi ini menjadi salah satu strategi TOTL untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Pendekatan ini juga memperkuat daya saing TOTL di industri konstruksi yang semakin menuntut efisiensi dan digitalisasi.
Fokus pada Proyek Swasta untuk Stabilitas Portofolio
TOTL tetap menempatkan proyek swasta sebagai kontributor utama portofolio. Fokus ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga fleksibilitas dalam manajemen risiko sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan proyek pemerintah yang cenderung regulatif.
Dengan strategi ini, TOTL mampu menyeimbangkan target kontrak baru, laba bersih, dan pendapatan tahunan. Pendekatan ini juga menjaga stabilitas portofolio perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri konstruksi nasional.
TOTL memanfaatkan kombinasi proyek pemerintah dan swasta untuk memastikan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan, sekaligus mempertahankan profitabilitas.
TOTL menetapkan target kontrak baru sebesar Rp 5 triliun pada 2026 dengan pendapatan Rp 3,80 triliun dan laba bersih Rp 350 miliar. Target ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar dan mengelola risiko proyek secara efisien.
Nilai proyek yang sedang dalam proses tender mencapai Rp 7,79 triliun, sementara perolehan kontrak hingga Desember 2025 mencapai Rp 6,78 triliun. Portofolio yang beragam, didominasi proyek swasta, memungkinkan TOTL untuk menjaga stabilitas, profitabilitas, dan pertumbuhan jangka panjang.
Belanja modal fokus pada pengadaan peralatan dan pengembangan IT guna mendukung efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing. Strategi ini memastikan TOTL tetap adaptif, kompetitif, dan mampu mempertahankan kinerja positif di industri konstruksi Indonesia yang dinamis.
Dengan langkah-langkah tersebut, TOTL menegaskan posisi sebagai pemain konstruksi yang solid dan siap menghadapi tantangan di 2026, sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan di berbagai proyek strategis.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penegasan BI soal Debt Switching 2026 Dinilai Aman dan Tak Guncang Pasar Keuangan
- Kamis, 29 Januari 2026
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Mengurus Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bekasi 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
Dyandra Optimistis Event Organizer Jadi Kontributor Pendapatan Terbesar 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
Dishub Babel Pastikan Kesiapan Armada Damri Hadapi Imlek Idulfitri 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
DAMRI Hadirkan Promo Twindate Februari Diskon Tiket AKAP Spesial Awal 2026
- Kamis, 29 Januari 2026











.jpg)
.jpg)
