Kamis, 29 Januari 2026

Barcelona Kehilangan Wonderkid, Gavi Kritik Cara Staf Pelatih Tangani Dro Fernandez

Barcelona Kehilangan Wonderkid, Gavi Kritik Cara Staf Pelatih Tangani Dro Fernandez
Barcelona Kehilangan Wonderkid, Gavi Kritik Cara Staf Pelatih Tangani Dro Fernandez

JAKARTA - Barcelona tengah menghadapi dinamika internal yang cukup memanas, setelah salah satu talenta muda terbaik mereka, Dro Fernandez, memilih hengkang ke PSG pada bursa transfer Januari 2026.

Kepergian gelandang muda berdarah Filipina itu menciptakan ketegangan antara beberapa pemain dan staf pelatih, dengan Gavi sebagai salah satu yang paling vokal dalam mengungkapkan kekecewaannya.

Kekecewaan Gavi terhadap Staf Pelatih

Gavi, gelandang Barcelona yang dikenal dengan karakter emosional dan temperamentalnya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara staf pelatih menangani Dro Fernandez. Meskipun saat ini Gavi sedang dalam pemulihan cedera lutut pasca operasi meniskus, pengaruhnya di ruang ganti Barcelona tetap kuat.

Baca Juga

Manuver Kilat Liam Rosenior Amankan Yisa Alao Dari Incaran Manchester United

Kepergian Dro Fernandez ke PSG menimbulkan perasaan frustrasi, terutama bagi Gavi yang menilai bahwa pemain 18 tahun tersebut seharusnya diberi lebih banyak kesempatan bermain di tim utama. Gavi merasa bahwa Dro yang memiliki potensi besar seharusnya diberi lebih banyak kesempatan untuk berkembang, apalagi dengan kehadiran pemain seperti Fermin Lopez dan Dani Olmo yang sering mendapat tempat utama dalam skuat.

Kritik terhadap Pengelolaan Kesempatan Bermain

Gavi mengkritik salah satu keputusan penting dalam penanganan Dro, yakni ketika pemain muda tersebut tidak diberi kesempatan tampil dalam pertandingan Copa del Rey kontra Guadalajara. Gavi merasa bahwa pertandingan tersebut adalah kesempatan ideal untuk memberi pengalaman berharga kepada Dro. Ketidakberpihakan terhadap Dro, yang akhirnya memilih untuk pindah, menjadi salah satu poin utama yang disoroti Gavi.

Sumber-sumber dari media Catalunya menyebutkan bahwa Gavi merasa frustrasi dengan situasi tersebut, dan langsung menyampaikan ketidakpuasannya kepada pelatih kepala Hansi Flick serta staf pelatih lainnya. Menurutnya, jika Barcelona ingin menjaga pemain muda berbakat seperti Dro, klub harus lebih memperhatikan kesempatan bermain yang diberikan.

Pandangan Hansi Flick

Sementara itu, Hansi Flick, pelatih kepala Barcelona, memiliki pandangan yang berbeda. Flick merasa bahwa dirinya telah memberikan kesempatan yang cukup kepada Dro Fernandez. Sebagai salah satu dari sedikit pelatih yang langsung mempromosikan pemain muda ke tim utama, Flick merasa dirinya telah melakukan yang terbaik untuk memberikan kesempatan kepada Dro, termasuk memberinya debut di tim senior setelah tur pramusim Barcelona.

Flick menilai keputusan Dro untuk hengkang ke PSG adalah sebuah bentuk pengkhianatan, mengingat banyaknya kesempatan yang sudah diberikan kepadanya. Flick bahkan menambahkan bahwa keputusan untuk tidak menurunkan Dro pada beberapa laga, termasuk di Copa del Rey, diambil berdasarkan pertimbangan taktis dan ketersediaan pemain di posisi yang sama.

Frustrasi dan Hubungan Agen

Meski Gavi dan Dro Fernandez berada di bawah agen yang sama, yakni Ivan de la Pena, sumber lain menyebutkan bahwa ketidakpuasan Gavi lebih didorong oleh rasa kehilangan seorang rekan setim berbakat, daripada faktor personal terkait hubungan mereka. Gavi sangat menghargai talenta Dro dan merasa kecewa karena Barcelona tidak bisa menjaga salah satu pemain muda yang memiliki potensi besar untuk masa depan tim.

Kepergian Dro Fernandez

Keputusan Dro Fernandez untuk hengkang ke PSG menjadi sorotan mengingat potensinya yang besar. Pemain muda tersebut telah menunjukkan penampilan menjanjikan sejak bergabung dengan Barcelona, namun merasa kesulitan untuk menembus tim utama dengan banyaknya pemain senior yang berada di posisi yang sama. Dengan penawaran dari PSG yang menggiurkan, Fernandez memutuskan untuk mencari peluang lebih besar di Paris.

Kepergian Dro Fernandez ini menjadi catatan pahit bagi Barcelona, yang kini harus berhadapan dengan tantangan mempertahankan talenta-talenta muda mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, bagi Gavi, kekecewaan ini sepertinya akan tetap menjadi perbincangan di ruang ganti Barcelona, terutama mengingat ketegangan yang ditimbulkan dari cara klub menangani pemain muda mereka.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kehebatan Umar Nurmagomedov Diakui Legenda UFC Pemegang Rekor KO Tercepat

Kehebatan Umar Nurmagomedov Diakui Legenda UFC Pemegang Rekor KO Tercepat

Citanest Fashion Week: Ekspresi Fesyen dengan Sentuhan Jamet

Citanest Fashion Week: Ekspresi Fesyen dengan Sentuhan Jamet

Barcelona dan Real Madrid Beda Nasib

Barcelona dan Real Madrid Beda Nasib "Liga Champions"

Liga Arab Saudi Targetkan Pemain Setara Ronaldo Usai Piala Dunia 2026

Liga Arab Saudi Targetkan Pemain Setara Ronaldo Usai Piala Dunia 2026

Al Nassr Pangkas Jarak dengan Al Hilal di Puncak Klasemen Liga Arab Saudi 2026 Usai Taklukkan Al Taawoun

Al Nassr Pangkas Jarak dengan Al Hilal di Puncak Klasemen Liga Arab Saudi 2026 Usai Taklukkan Al Taawoun