Kamis, 29 Januari 2026

Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik

Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik
Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik

JAKARTA - Pasar berjangka Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan pada tahun 2025, dengan pertumbuhan transaksi multilateral di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) mencapai hampir 44%. 

Fenomena ini menandai pergeseran preferensi investor dari kontrak emas berbasis USD ke kontrak emas rupiah, seiring meningkatnya minat terhadap instrumen yang lebih stabil, likuid, dan terstandarisasi. 

Pergeseran ini tidak hanya menunjukkan kedewasaan pasar domestik, tetapi juga mencerminkan fokus ICDX pada penguatan likuiditas dan pendalaman pasar emas nasional.

Baca Juga

Kenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis Ini Jadi Sorotan Investor Nasional

Tren ini juga menggarisbawahi bagaimana komoditas emas tetap menjadi primadona investor di Indonesia, baik dalam ukuran kontrak standar maupun mikro. 

Analisis terhadap data transaksi 2024–2025 menunjukkan perubahan pola yang menarik: kontrak GOLDGR berbasis rupiah kini mendominasi, sementara kontrak berbasis USD mengalami penyesuaian volume.

Transaksi Multilateral di ICDX Tumbuh 43,9%, Kontrak Berjangka Komoditas Emas Dominan

Kontrak berjangka komoditas emas tercatat mendominasi transaksi multilateral di Bursa Berjangka tahun 2025.

Hal ini terlihat dari volume transaksi multilateral di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Sepanjang tahun 2025, volume Transaksi Multilateral di ICDX tercatat sebesar 1.175.332 lot, tumbuh 43,9% dibandingkan tahun 2024 dengan volume sebesar 816.473 lot.

Dari total transaksi di tahun 2025 tersebut, kontrak berjangka komoditas emas mendominasi volume transaksi, yaitu kontrak GOLDGR dengan volume transaksi sebanyak 281.280 lot dan kontrak GOLDUDMic dengan volume transaksi sebanyak 180.110 lot.

Dominasi kontrak emas dan perubahan preferensi pasar

Pada tahun sebelumnya, kontrak berjangka emas juga mendominasi, tetapi jenis kontrak yang populer berbeda. Di tahun 2024, GOLDUDMic memimpin dengan volume transaksi 341.155 lot, diikuti GOLDGR 275.222 lot. Sementara kontrak GOLDUD di tahun 2025 mengalami penurunan volume menjadi 43.390 lot dari 195.308 lot di 2024.

Direktur ICDX Nursalam menjelaskan bahwa pergeseran ini dipengaruhi oleh preferensi investor terhadap kontrak berbasis rupiah yang lebih stabil. GOLDGR muncul sebagai tulang punggung likuiditas emas pada 2025, sementara GOLDUD dan GOLDUDMic mengalami penyesuaian volume seiring perubahan strategi dan kebutuhan pasar.

"Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan produk emas ICDX semakin mengarah pada penguatan pasar domestik, dengan GOLDGR sebagai instrumen utama dalam mendukung pendalaman pasar emas nasional," ujar Nursalam.

Pergeseran dominasi kontrak

Nursalam menambahkan bahwa perbandingan antara 2024 dan 2025 menarik untuk dicermati. Aktivitas transaksi di tahun 2024 didominasi oleh GOLDUDMic, menunjukkan tingginya minat terhadap kontrak emas mikro. Namun pada 2025, dominasi beralih ke GOLDGR, menandai penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik.

Peralihan ini menegaskan arah kebijakan ICDX yang lebih fokus pada instrumen yang stabil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Kontrak berbasis rupiah juga mempermudah partisipasi investor lokal serta mendukung pendalaman pasar emas nasional.

Kinerja transaksi emas di 2025

Volume transaksi kontrak emas 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total transaksi multilateral meningkat 43,9% menjadi 1.175.332 lot, mencerminkan likuiditas yang semakin baik. GOLDGR menjadi produk unggulan yang mendukung likuiditas pasar, sementara GOLDUDMic tetap menjadi alternatif mikro untuk transaksi dengan ukuran kecil.

"Ke depan, ICDX terus berkomitmen untuk mendorong pendalaman pasar emas melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing," kata Nursalam.

Spesifikasi kontrak emas ICDX

Sebagai informasi, GOLDUD adalah kontrak gulir harian emas USD dengan satuan kontrak 10 troy ons per lot. GOLDUD menggunakan denominasi USD dan mengacu pada harga pasar Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99%.

GOLDUDMic merupakan versi mikro dari GOLDUD dengan ukuran 1/100 dari kontrak standar, minimum transaksi 1 lot mikro (0,01 kontrak GOLDUD). Kontrak mikro ini membuat transaksi emas berbasis USD lebih terjangkau namun tetap memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas global.

Sedangkan GOLDGR adalah kontrak berjangka emas spesifikasi 100 gram per lot dalam rupiah (IDR). Emas yang dikirim melalui kontrak ini memiliki kemurnian 99,99%, nomor seri, dan cap dari refiner yang disetujui ICDX.

Arah pengembangan pasar emas domestik

Dominasi GOLDGR pada 2025 menandai penguatan pasar domestik, yang berfokus pada kontrak rupiah dan emas fisik. Langkah ini sejalan dengan strategi ICDX untuk meningkatkan transparansi, stabilitas, dan daya saing produk emas.

Investor kini memiliki alternatif produk yang sesuai dengan kebutuhan domestik, sekaligus mendukung pendalaman pasar emas nasional. Produk kontrak rupiah juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas lokal dan mempermudah pengelolaan risiko bagi pelaku pasar.

Prospek pasar emas 2026

Melihat tren 2025, pasar berjangka emas Indonesia diprediksi akan tetap tumbuh. Partisipasi investor lokal, likuiditas, dan variasi produk menjadi faktor pendorong. Kontrak berbasis rupiah diperkirakan akan semakin diminati, sementara kontrak mikro tetap relevan bagi investor skala kecil.

Pengembangan kontrak emas ini sejalan dengan arah strategis ICDX untuk menciptakan pasar yang inklusif, transparan, dan berdaya saing tinggi, sehingga mendukung pendalaman pasar emas nasional dalam jangka panjang.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat

BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat

SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal

SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal

Pertumbuhan KPR BNI Diproyeksikan Tembus 13 Persen Tahun 2026

Pertumbuhan KPR BNI Diproyeksikan Tembus 13 Persen Tahun 2026

Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar

Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar

BlackRock Siapkan ETF Bitcoin Berbasis Pendapatan Berkala untuk Investor Global

BlackRock Siapkan ETF Bitcoin Berbasis Pendapatan Berkala untuk Investor Global