Warga Perumahan Telaga Mas Desak Pembongkaran Tower BTS, Pemkot Bekasi di Bawah Tekanan
- Kamis, 06 Februari 2025
JAKARTA - Warga Perumahan Telaga Mas di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, secara tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera mengambil tindakan pembongkaran terhadap tower Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di lingkungan mereka. Keberadaan tower tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga menimbulkan potensi bahaya bagi keselamatan warga sekitar.
Bambang Sunaryo, selaku kuasa hukum warga Perumahan Telaga Mas, menegaskan perlunya tindakan cepat dan tegas dari pihak berwenang terkait masalah tersebut. Menurutnya, tower BTS jenis Self Supporting Tower (SST) itu seharusnya ditempatkan di lokasi yang tepat, bukan di atas bangunan rumah warga yang dapat menyebabkan risiko serius jika terjadi insiden seperti roboh.
"Seharusnya, tower BTS dibangun di lahan kosong dengan jarak minimal 20 meter dari permukiman. Kehadiran tower ini di tengah area padat penduduk sangat tidak bisa ditolerir," ujar Bambang.
Bambang memiliki kekhawatiran bahwa jika tower tersebut dibiarkan, bisa berujung pada insiden tragis yang menimpa warga. "Dilihat, dievaluasi, dan dibongkar. Jelas tidak boleh didiamkan, jangan menunggu sampai ada korban," tambah Bambang.
Tindakan Cepat Diperlukan
Dalam langkah awal upaya penanganan masalah ini, Bambang telah menemui Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi dengan harapan segera ada evaluasi menyeluruh dan tindakan nyata terhadap tower BTS tersebut. Kesadaran akan potensi bahaya mendorongnya untuk meminta langkah tegas dari pihak yang berwenang. Bambang menekankan bahaya yang mengintai jika pemkot tidak bertindak cepat.
"Kalau tidak dibongkar, siapa yang akan bertanggung jawab jika roboh?" ucap Bambang, menyoroti pentingnya peran Pemkot Bekasi dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan warga tetap terjaga.
Dukungan Warga Meluas
Keresahan warga Telaga Mas bukan hanya isapan jempol belaka. Keberadaan tower ini telah memicu ketidakpuasan yang meluas, sehingga banyak warga yang mempertimbangkan untuk meninggalkan rumah mereka. Kejadian ini menandakan adanya keresahan mendalam akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh tower tersebut. "Warga Perumahan Telaga Mas Bekasi Ramai-ramai Jual Rumah Gegara BTS," seperti yang disebutkan dalam laporan sebelumnya.
Melibatkan DPRD Kota Bekasi
Bambang juga menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengangkat masalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi jika tidak ada tindakan segera dari Distaru. "Kalau Distaru segera membongkar, kita tidak perlu audiensi ke DPRD," ujarnya, menekankan keinginan untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat tanpa harus melalui prosedur yang lebih panjang.
Langkah Pemkot Bekasi
Sementara itu, Pemkot Bekasi diharapkan dapat segera bertindak demi menjaga kepercayaan dan keamanan warga. Evaluasi terhadap izin pembangunan tower di area perumahan menjadi topik penting yang harus segera ditangani. Mengatasi keresahan ini tidak hanya akan memulihkan rasa aman di kalangan warga tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab Pemkot dalam mengatur tata ruang dan pembangunan yang berkelanjutan di kotanya.
Seiring desakan warga dan sorotan hukum, kini bola ada di tangan Pemkot Bekasi untuk mengambil langkah yang tepat dan bijak dalam menanggapi permasalahan ini. Masyarakat menanti tindak lanjut nyata yang tidak hanya menenangkan suasana tetapi juga menyelesaikan konflik dengan cara yang semestinya.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi
- Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
- Rabu, 21 Januari 2026
Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











