Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menaruh harapan pada realisasi produksi lokal sejumlah pabrikan kendaraan listrik (EV) seperti BYD hingga Vinfast. Langkah ini diyakini dapat mendorong pemulihan kinerja pasar otomotif pada tahun 2026.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan asosiasi belum menentukan proyeksi penjualan tahun ini. Hal ini karena pelemahan pasar yang terjadi sepanjang 2025 membuat prediksi lebih berhati-hati.
Data Gaikindo mencatat penjualan mobil wholesales pada Januari–Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka ini turun 7,2% secara tahunan dibandingkan 865.723 unit pada 2024.
Baca JugaTarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
Sementara itu, penjualan ritel dari dealer ke konsumen tercatat 833.692 unit. Penurunan ini sebesar 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 889.680 unit.
Peran TKDN dalam Strategi Produksi Lokal
Kukuh menekankan harapan pasar otomotif membaik seiring dimulainya produksi lokal sejumlah pabrikan EV. Hal ini sesuai dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang berlaku untuk mendorong industri domestik.
“Seharusnya tahun ini lebih baik. Kita juga mengedepankan apa yang pemerintah inginkan, yaitu memberikan peluang untuk produksi-produksi dalam negeri. Dengan adanya TKDN, baik listrik maupun konvensional,” ujar Kukuh kepada Bisnis, dikutip Rabu, 21 Januari 2026.
Aturan TKDN untuk mobil listrik terus diperketat, meningkat secara bertahap dari 40% menjadi 60%. Langkah ini dinilai sebagai upaya progresif memperkuat fondasi industri otomotif nasional.
Produksi lokal diharapkan mendorong aktivitas manufaktur domestik. Selain itu, ekosistem industri akan berkembang melalui masuknya pemasok baru dan munculnya pemain baru di rantai pasok kendaraan listrik.
Skema Produksi Lokal dan Dampak Ekonomi
Pemerintah menegaskan bahwa skema impor utuh (CBU) untuk mobil listrik hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen wajib memenuhi komitmen produksi lokal dengan rasio 1:1 sesuai peta jalan TKDN.
Jika produsen gagal memenuhi komitmen, mereka berpotensi dikenai sanksi berupa pencairan bank garansi. Hal ini bertujuan memastikan kepatuhan produsen terhadap target produksi dalam negeri.
Beberapa pabrikan yang menerima insentif impor antara lain BYD, Geely, Vinfast, serta PT National Assembler yang menaungi Citroen, Aion, Maxus, dan VW. Produsen yang sudah impor tahun lalu kini wajib memproduksi jumlah setara di Indonesia.
“Produsen yang sudah impor tahun lalu, sekarang kewajibannya adalah membuat kendaraan di dalam negeri sejumlah yang pernah mereka impor. Tentunya dengan harga yang kurang lebih harus sama. Kalau harganya dinaikkan, pasti enggak laku,” jelas Kukuh.
Target Pabrik Mobil Listrik Lokal
Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I/2026. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 108 hektare dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun dan investasi diperkirakan mencapai Rp11,7 triliun.
Vinfast asal Vietnam juga memulai perakitan lokal pada Januari 2026. Pada tahap awal, investasi yang direalisasikan lebih dari US$300 juta dengan kapasitas produksi perdana sekitar 50.000 unit per tahun.
Fasilitas Vinfast di Subang dibangun di lahan seluas 171 hektare. Target produksi awal ini menjadi simbol komitmen Vinfast dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional.
Kehadiran pabrik-pabrik ini dipandang sebagai penggerak utama pemulihan pasar otomotif. Selain itu, mereka membuka peluang bagi pemasok lokal dan tenaga kerja domestik untuk berkembang.
Kukuh menekankan pentingnya harga tetap kompetitif. Produksi lokal harus memenuhi jumlah impor sebelumnya dengan harga serupa agar tetap diminati konsumen.
Dengan meningkatnya TKDN, industri otomotif nasional diperkirakan lebih mandiri. Hal ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat rantai pasok kendaraan listrik.
Ekosistem produksi lokal diharapkan menciptakan multiplier effect bagi industri lain. Termasuk dalam hal pemasok komponen, jasa logistik, dan layanan purna jual kendaraan listrik.
Peningkatan kapasitas produksi domestik akan mengurangi ketergantungan pada impor. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk membangun industri otomotif yang berkelanjutan dan kompetitif.
Kehadiran BYD dan Vinfast juga memberi sinyal positif bagi investor. Dengan prospek produksi lokal, mereka melihat peluang jangka panjang untuk masuk ke pasar kendaraan listrik Indonesia.
Gaikindo tetap optimistis produksi lokal dapat memulihkan penjualan. Pasar otomotif diharapkan bangkit seiring meningkatnya ketersediaan EV lokal pada 2026.
Selain meningkatkan volume produksi, pabrikan lokal juga diharapkan memperkuat infrastruktur pengisian daya. Hal ini menjadi faktor penting untuk mendukung penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik.
Pemerintah pun menekankan kolaborasi antara produsen dan pemasok lokal. Sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.
Dengan langkah strategis ini, Indonesia diharapkan menjadi hub produksi mobil listrik regional. Keberhasilan pabrikan seperti BYD dan Vinfast menjadi indikator kemampuan industri lokal bersaing di tingkat global.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi
- Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
- Rabu, 21 Januari 2026
IAI Luncurkan Tim Arsitektur di Tiap Kabupaten Kota Dukung Pembangunan Nasional
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











