PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tidak hanya memberikan bantuan finansial kepada pelaku usaha ultra mikro, tetapi juga terus melakukan upaya pemberdayaan yang lebih menyeluruh.
Salah satunya adalah melalui program-program pendampingan yang menggabungkan pelatihan, inkubasi bisnis, serta kolaborasi dengan pihak-pihak ternama. Melalui berbagai inisiatif tersebut, PNM berkomitmen untuk meningkatkan daya saing UMKM agar dapat naik kelas.
Salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh PNM adalah Mekaarpreneur, sebuah program inkubasi bisnis yang mengarah pada pengembangan dan pembinaan pelaku UMKM melalui pelatihan intensif.
Baca Juga
Program ini diadakan di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan melibatkan lebih dari 180 nasabah pada tahun 2025. Dalam waktu tiga bulan, peserta mengikuti pelatihan tatap muka, pertemuan daring, dan pendampingan oleh para mentor berpengalaman.
Melalui seleksi ketat, terpilih 16 finalis yang kemudian mempresentasikan inovasi mereka di bidang bisnis, pemasaran, hingga pengembangan produk di hadapan para mentor dan kurator.
Tak hanya kompetisi individu, PNM juga menggelar kompetisi kolaborasi yang dibagi menjadi dua kategori: kuliner dan kriya. Dalam kompetisi ini, para peserta diharapkan untuk menciptakan produk kolaboratif yang memiliki nilai jual dan daya saing yang lebih tinggi.
Mekaarpreneur: Kompetisi yang Mendorong Inovasi dan Kolaborasi
Salah satu kisah sukses yang menarik perhatian adalah Imrotus Sofia, pemenang pertama Mekaarpreneur untuk wilayah Jawa Timur di kategori kuliner. Imrotus mengelola usaha Jejeku Store, sebuah bisnis kerupuk udang pasir yang berbasis di Desa Kwanyar, Bangkalan, Madura.
Bisnis ini unik karena menggunakan teknik penggorengan dengan pasir pantai yang lebih sehat dibandingkan minyak biasa, serta berpotensi menurunkan kadar kolesterol dalam produk.
Imrotus mengungkapkan, mengikuti program Mekaarpreneur memberikan dampak positif yang signifikan terhadap bisnisnya.
"Dari program ini saya belajar banyak, mulai dari meningkatkan kemasan, menggunakan AI untuk foto produk, hingga strategi pemasaran. Semua ilmu yang saya dapatkan membuat usaha saya berkembang pesat," katanya.
Pemberdayaan UMKM oleh PNM tidak hanya berhenti pada pengembangan individu, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan dan akses yang lebih luas. Salah satu upaya tersebut adalah melalui kolaborasi dengan desainer ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi.
Kolaborasi ini memberi kesempatan bagi para nasabah untuk berkreasi dan mengembangkan produk mereka dengan sentuhan desain profesional yang bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi dengan Rinaldy Yunardi: Mengangkat Karya UMKM ke Panggung Nasional
Salah satu contoh kolaborasi sukses ini adalah karya Bu Anis, pengrajin wayang dari Yogyakarta. Bu Anis adalah juara pertama Mekaarpreneur di Jawa Tengah dan berkesempatan untuk bekerja sama dengan Rinaldy Yunardi, seorang desainer yang telah dikenal di kancah nasional.
Dalam kolaborasi ini, mereka menghasilkan karya unik berupa kain batik bermotif "Mega mendung seribu bunga" dan kipas berornamen 14 wayang.
Hasil karya ini kemudian dilelang, dan hasilnya disalurkan melalui program PNM Peduli, yang bertujuan mendukung pendidikan di Indonesia. Bu Anis, yang telah lama menekuni usaha kerajinan wayang, mengaku tak pernah membayangkan usahanya akan berkembang sejauh ini.
"Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi, memberi pelatihan, dan akhirnya memberi saya kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi," katanya.
Rinaldy Yunardi, sang desainer, juga memberikan apresiasi atas kolaborasi ini. “Kolaborasi ini mengajarkan saya untuk tidak mengubah ciri khas desain nasabah, melainkan memaksimalkannya agar diapresiasi lebih luas. Saya berharap kedua ibu ini bisa menginspirasi jutaan nasabah PNM lainnya,” ujar Rinaldy.
Strategi PNM Mendorong UMKM Naik Kelas dengan Pendampingan Holistik
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi PNM untuk mendorong UMKM agar naik kelas.
Menurutnya, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan modal, tetapi juga memberikan akses dan pendampingan untuk memastikan UMKM yang mereka bina mampu bersaing dan berkembang di pasar yang lebih besar.
“Nasabah kami tidak hanya dibekali modal, tetapi juga diberikan akses, pendampingan, dan peluang untuk berkolaborasi dengan para maestro. Kami ingin karya mereka bisa sejajar dengan standar nasional dan internasional,” kata Dodot.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PNM menunjukkan bahwa upaya untuk memberdayakan UMKM tidak hanya terbatas pada aspek pembiayaan saja, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kompetensi para pelaku usaha.
Dengan membekali nasabah dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global, PNM berkomitmen untuk menciptakan ekosistem UMKM yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Meningkatkan Kepercayaan dan Daya Saing UMKM di Pasar Global
Dengan berfokus pada pemberdayaan yang menyeluruh, program-program PNM telah memberikan dampak positif bagi para nasabah.
Tak hanya meningkatkan keterampilan dalam hal bisnis dan pemasaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk berkolaborasi dengan desainer dan profesional di berbagai bidang.
Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan berbagai program dan inovasi yang ditawarkan, PNM berharap dapat terus mendampingi dan memberdayakan UMKM, membantu mereka naik kelas, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026







