Kamis, 22 Januari 2026

Strategi Asuransi Asei Untuk Maksimalkan Laba Tahun 2026

Strategi Asuransi Asei Untuk Maksimalkan Laba Tahun 2026
Strategi Asuransi Asei Untuk Maksimalkan Laba Tahun 2026

JAKARTA - PT Asuransi Asei Indonesia tengah merancang langkah strategis untuk meningkatkan kinerja laba pada tahun 2026. 

Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Dalimunthe, mengungkapkan bahwa perusahaan berusaha memanfaatkan berbagai peluang yang ada, terutama yang terkait dengan pemulihan aktivitas perdagangan dan logistik yang dapat mendorong sektor-sektor asuransi tertentu, seperti asuransi perdagangan, asuransi marine cargo, dan lini usaha asuransi lainnya. 

Menurut Dody, pemulihan sektor-sektor ini memiliki dampak yang signifikan dalam mendongkrak kinerja keuangan perusahaan.

Baca Juga

ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia

Dody juga mencatat pentingnya peran sektor riil, khususnya untuk proyek-proyek strategis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kebutuhan akan penjaminan dan asuransi kredit yang lebih besar menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga likuiditas dan pembiayaan sektor ini. 

Dalam menghadapi 2026, Asei berfokus untuk mengoptimalkan peluang-peluang tersebut agar dapat meningkatkan laba dan memperkuat posisi pasar.

Peluang Pemulihan Aktivitas Perdagangan dan Logistik

Salah satu peluang utama yang dilihat oleh Asuransi Asei untuk mendongkrak kinerja laba pada tahun 2026 adalah pemulihan sektor perdagangan dan logistik. Aktivitas perdagangan yang kembali menggeliat, bersama dengan kembalinya pertumbuhan sektor logistik, memberikan potensi yang besar bagi produk-produk asuransi perdagangan dan marine cargo. 

Sektor-sektor ini merupakan bagian integral dari rantai pasokan global yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang dan pengelolaan risiko terkait.

Ketika sektor perdagangan internasional dan logistik kembali pulih, kebutuhan akan perlindungan risiko terhadap barang yang dikirim, serta asuransi untuk kegiatan ekspor-impor, juga akan meningkat. 

Dody menilai hal ini dapat menjadi peluang yang dapat dioptimalkan oleh Asei dalam upaya mendongkrak kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam memperkuat produk-produk asuransi yang berbasis pada sektor tersebut.

Kebutuhan Penjaminan dan Asuransi Kredit untuk Sektor Riil

Selain sektor perdagangan dan logistik, Asei juga melihat adanya kebutuhan yang meningkat di sektor riil, khususnya dalam hal penjaminan dan asuransi kredit. Dody menyebutkan bahwa penjaminan dan asuransi kredit memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan pembiayaan, khususnya dalam proyek-proyek strategis dan untuk sektor UMKM.

Dengan semakin banyaknya proyek-proyek besar dan UMKM yang membutuhkan dukungan asuransi dalam bentuk penjaminan kredit, Asei berharap bisa memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan produk-produk yang memenuhi kebutuhan tersebut. 

Selain itu, dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan cakupan asuransi yang diberikan, Asei berharap bisa memperkuat posisinya di pasar, terutama di sektor yang berpotensi tumbuh pesat.

Tantangan yang Dihadapi Asei di Tahun 2026

Namun, di balik peluang yang ada, Dody juga menyadari bahwa terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh Asei untuk mencapai kinerja laba yang optimal pada tahun 2026. Tantangan utama yang disebutkan adalah volatilitas risiko kredit dan klaim, yang sering kali dipengaruhi oleh perubahan dinamika ekonomi global dan geopolitis.

 Sektor-sektor yang sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi global, seperti sektor properti dan sektor industri, bisa jadi akan menghadapi tantangan besar dalam mengelola risiko klaim.

Selain itu, Dody juga menyoroti tekanan margin akibat persaingan tarif yang semakin ketat. Persaingan yang tidak diimbangi dengan kualitas seleksi risiko dapat memengaruhi kinerja perusahaan dalam jangka panjang. 

Oleh karena itu, Asei perlu menjaga keseimbangan antara strategi pertumbuhan dan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko untuk memastikan bahwa mereka tetap berada dalam jalur yang aman meski menghadapi persaingan yang ketat.

Strategi Asei Fokus pada Kualitas Portofolio dan Keberlanjutan Laba

Dody Dalimunthe juga menjelaskan bahwa meskipun ekspansi volume premi tetap menjadi bagian dari strategi perusahaan, fokus utama Asuransi Asei pada tahun 2026 adalah pada perbaikan fundamental kinerja underwriting dan penguatan kualitas portofolio. 

Ini berarti bahwa Asei tidak hanya akan berfokus pada penambahan jumlah premi, tetapi juga pada kualitas bisnis yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. 

Dengan memperkuat kualitas underwriting dan memastikan portofolio perusahaan terdiversifikasi dengan baik, Asei berusaha untuk mengoptimalkan potensi laba jangka panjang.

Strategi tersebut juga mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati dan realistis, di mana manajemen Asei menetapkan target laba yang bertahap dan terukur. 

Prioritas utama perusahaan adalah memastikan keberlanjutan laba dalam jangka panjang, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan yang agresif di tahun yang penuh tantangan ini.

Laporan Keuangan Asei dan Prospek Tahun 2026

Sebagai gambaran, pada 2025, Asei berhasil mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp674,17 miliar. Selain itu, hasil investasi perusahaan juga menunjukkan angka yang positif, yakni sebesar Rp26,86 miliar. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Asei mampu tetap tumbuh meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.

Dengan strategi yang jelas dan berfokus pada peningkatan kualitas produk serta manajemen risiko yang disiplin, Asei optimis bahwa perusahaan dapat terus mencatatkan pertumbuhan yang sehat pada tahun 2026. 

Meskipun ada tantangan di sepanjang perjalanan, dengan pendekatan yang hati-hati dan berkelanjutan, perusahaan ini tetap berkomitmen untuk mencapai target laba yang realistis dan berkelanjutan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi

PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Menarik Minat Generasi Muda

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Menarik Minat Generasi Muda

Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta

Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta

Indofood CBP Optimis Pemulihan Kinerja di Tahun 2026

Indofood CBP Optimis Pemulihan Kinerja di Tahun 2026

Rupiah Bertahan di Level Rp 16.967 per Dolar AS Hari Ini

Rupiah Bertahan di Level Rp 16.967 per Dolar AS Hari Ini