Harga Kopi 9 Mei Beragam Dipicu Pengetatan Stok ICE dan Selat Hormuz
- Sabtu, 09 Mei 2026
JAKARTA – Harga kopi ditutup dengan kondisi yang bervariasi pada perdagangan hari Jumat. Minimnya angka persediaan kopi menjadi faktor pendukung harga, yang mana stok arabika ICE menyentuh posisi terendah dalam 2,5 bulan, sementara itu stok robusta merosot ke level terendah dalam 16,5 bulan.
Pada bursa London, selain kontrak berjangka kopi robusta Mei 2026 yang mengalami kenaikan sebesar $24 (+0,66persen) ke angka $3.662/ton, harga untuk kontrak-kontrak lainnya terpantau turun.
Kontrak Juli 2026 melemah sebesar $18/ton (-0,52persen) menjadi $3.414/ton, dan kontrak September 2026 susut $19/ton (-0,57persen) ke level $3.302/ton. Harga kontrak lainnya pun ikut terkoreksi di kisaran $17-20/ton.
Baca JugaHarga Batu Bara Rontok Permintaan Asia Melemah Meski Ada Konflik
Di sisi lain, pada bursa New York, selain penurunan drastis sebesar 8,4 sen AS/pound (-2,8persen) menjadi 291,05 sen AS/pound pada kontrak berjangka kopi Arabika Mei 2026, harga kontrak lainnya justru menanjak.
Kontrak berjangka Juli 2026 naik 0,9 sen AS/pound (+0,33persen) menjadi 274,15 sen AS/pound, dan kontrak September 2026 bertambah 1,15 sen AS/pound (+0,43persen) menjadi 266,3 sen AS/pound.
Harga kontrak lainnya juga mengalami kenaikan 0,3-0,5 sen/pound. Harga kopi mengakhiri pekan dengan pergerakan variatif, namun tetap terangkat oleh penyusutan persediaan arabika serta robusta.
Stok kopi arabika ICE tercatat turun ke posisi terendah dalam 2,5 bulan menjadi 477.045 karung pada hari Jumat. Di saat yang sama, persediaan kopi robusta ICE melandai ke level terendah dalam 16,5 bulan menjadi 3.724 lot pada hari Jumat.
Kondisi penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung terus mengganggu rantai pasokan kopi global dan memperkuat tren kenaikan harga.
Pemblokiran jalur tersebut telah memperketat ketersediaan kopi karena memicu kenaikan biaya pengiriman global, premi asuransi, harga pupuk, hingga bahan bakar, yang pada akhirnya meningkatkan beban biaya bagi para importir serta pengolah kopi.
Berdasarkan laporan dari Federasi Petani Kopi Nasional Kolombia, sebagaimana dilansir dari berita sumber "produksi kopi negara itu pada bulan April menurun sebesar 6.000 karung, atau 0,85persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mencapai 697.000 karung."
Produksi kopi secara kumulatif untuk periode tujuh bulan pertama pada tahun panen kopi berjalan (Oktober 2025 sampai September 2026) terkumpul sebanyak 6.920.000 karung.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2.404.000 karung, atau 25,78persen, jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun panen sebelumnya.
Merujuk pada laporan Federasi Nasional Petani Kopi Kolombia, sebagaimana dilansir dari berita sumber "ekspor kopi negara itu pada bulan April mencapai 682.000 karung, penurunan sebesar 14,32persen, atau 114.000 karung, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu."
Kegiatan ekspor kopi selama tujuh bulan pertama tahun panen saat ini (Oktober 2025 hingga September 2026) mencapai 6.492.000 karung.
Pencapaian tersebut mengalami kemerosotan sebesar 23,35persen, atau 1.978.000 karung, dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun panen sebelumnya.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











