Rabu, 25 Februari 2026

KAI Siapkan Moda Kereta Ekonomi Terjangkau untuk Masa Angkutan Lebaran 2026

KAI Siapkan Moda Kereta Ekonomi Terjangkau untuk Masa Angkutan Lebaran 2026
KAI Siapkan Moda Kereta Ekonomi Terjangkau untuk Masa Angkutan Lebaran 2026

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan sarana baru berupa Kereta Api Ekonomi Kerakyatan yang dirancang untuk memberi layanan transportasi dengan tarif terjangkau sekaligus kenyamanan lebih tinggi dibandingkan kereta ekonomi biasa. Bocoran mengenai model kereta ini ramai diperbincangkan karena berpotensi menjadi jawaban kebutuhan mobilitas masyarakat di masa mudik Lebaran 2026 dan meningkatkan dukungan pada perekonomian rakyat banyak.

Konsep Sarana Baru Ekonomi Kerakyatan

Konsep kereta ekonomi kerakyatan yang diperlihatkan KAI pada Senin (23/2) merupakan pengembangan dari model KA ekonomi PSO (Public Service Obligation). Beberapa foto dan informasi yang dibagikan melalui kanal resmi KAI menunjukkan bahwa konfigurasi interiornya dirancang dengan kursi yang lebih nyaman daripada kereta ekonomi biasa. Konsep sarana ini menempatkan kursi berkonfigurasi 3-2 dengan total kapasitas sekitar 93 tempat duduk.

Baca Juga

KAI Yogyakarta Masih Sediakan 309 Ribu Tiket Lebaran 2026

Yang menarik adalah bentuk sandaran kursinya yang bisa diubah menyesuaikan arah perjalanan, serupa dengan konfigurasi kursi kelas bisnis di layanan kereta lain. Namun secara keseluruhan, kelas ini tetap dikategorikan di bawah ekonomi reguler dengan fokus pada keterjangkauan biaya namun tetap memberi pengalaman perjalanan lebih layak.

Sarana tersebut dimodifikasi oleh Balai Yasa Manggarai, yakni unit perawatan dan renovasi fasilitas perkeretaapian milik KAI. Belum ada pengumuman resmi mengenai untuk rute apa kereta ini akan difungsikan, tetapi direncanakan hadir terlebih dahulu saat momentum angkutan Lebaran 2026 sebagai bagian dari persiapan layanan peak season.

Target Operasional dan Peran di Angkutan Lebaran

Menurut bocoran informasi yang beredar, PT KAI berharap Kereta Api Ekonomi Kerakyatan dapat menjadi salah satu moda utama melayani mobilitas tinggi pada periode Angkutan Lebaran 2026. Walau belum dipastikan rute dan jadwalnya, rencana keterlibatan kereta ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan pasokan layanan transportasi publik terjangkau saat puncak arus mudik dan balik.

Pada periode angkutan Lebaran sebelumnya, KAI sudah menyiapkan puluhan juta tempat duduk pada berbagai kelas layanan, dengan sebagian besar kapasitas merupakan layanan ekonomi agar tarif tetap rendah bagi masyarakat banyak. Kereta ekonomi terjangkau KAI dipandang sebagai instrumen penting dalam mendorong mobilitas sekaligus memberi dukungan sosial ekonomi ke berbagai lapisan masyarakat.

Kereta ekonomi kerakyatan diproyeksikan akan diposisikan di antara layanan ekonomi PSO dan ekonomi reguler, sehingga memberi peluang untuk menarik penumpang yang mencari tarif hemat namun tetap ingin pengalaman perjalanan lebih nyaman. Keberadaan kursi yang bisa disesuaikan arah kereta menjadi fitur yang cukup unik di segmen ini, yang biasanya hanya ditemukan di kelas lebih tinggi.

KAI dan Upaya Mendukung Mobilitas dan Ekonomi Rakyat

Inisiatif kereta ekonomi kerakyatan ini sejalan dengan berbagai langkah KAI dalam beberapa tahun terakhir guna menjaga keterjangkauan transportasi publik dan mendukung pergerakan ekonomi dalam negeri. Di samping layanan kereta antar kota dan regional dengan tarif bersubsidi, KAI juga memodifikasi rangkaian kereta untuk kelas ekonomi jenis “New Generation” yang meningkatkan kenyamanan dan efisiensi.

Misalnya, target KAI untuk memodifikasi lebih dari 100 unit kereta ekonomi hingga dekat akhir 2026 mencerminkan perkembangan signifikan dalam meningkatkan kualitas sarana di kelas penumpang ini. Upaya itu merupakan respons atas permintaan masyarakat akan fasilitas yang lebih baik tanpa mengorbankan keterjangkauan tarif yang menjadi ciri khas angkutan kereta api.

Ke depan, pengembangan kereta ekonomi kerakyatan diprediksi juga dapat memberi dampak positif terhadap sektor ekonomi lain, seperti logistik skala kecil dan menengah. Penekanan pada moda transportasi yang efisien biaya membuka peluang distribusi barang ekonomi kerakyatan yang lebih murah, yang sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendongkrak kegiatan ekonomi rakyat.

Peluncuran sarana ini menjadi perhatian tidak hanya bagi para pengguna perjalanan kereta api reguler, tetapi juga kalangan pedagang, pekerja migran, dan pelaku usaha kecil yang memanfaatkan moda transportasi massal untuk aktivitas sosial ekonomi mereka.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Walaupun sarana kereta ekonomi kerakyatan telah ditampilkan, masih terdapat sejumlah detail teknis yang belum diumumkan secara resmi oleh pihak manajemen PT KAI. Hal-hal seperti tarif resmi, rute yang akan dilayani, serta tanggal tepat operasional komersial menjadi bagian dari informasi yang dinanti stakeholder sekaligus publik.

Meski demikian, bocoran yang beredar sejauh ini sudah memberi gambaran positif bahwa layanan ini dapat memperkuat posisi kereta api sebagai moda utama pilihan masyarakat Indonesia untuk perjalanan jarak jauh dengan biaya yang efisien. Semangat keterjangkauan juga menjadi bagian penting dari tujuan perkeretaapian nasional untuk meningkatkan inklusivitas sosial serta mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat di berbagai wilayah.

Jika berjalan sesuai rencana, kereta ekonomi kerakyatan akan menjadi contoh inovasi layanan publik yang tidak hanya fokus pada volume penumpang, tetapi juga kualitas pengalaman perjalanan di segmen tarif hemat yang sangat luas di Indonesia.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BTN Siapkan 3.500 Kuota Mudik Gratis BUMN 2026 dengan Pendaftaran Mulai 24 Februari

BTN Siapkan 3.500 Kuota Mudik Gratis BUMN 2026 dengan Pendaftaran Mulai 24 Februari

Grab Tambah Kepemilikan Saham Superbank Senilai Rp361 Miliar

Grab Tambah Kepemilikan Saham Superbank Senilai Rp361 Miliar

Syngenta Dorong Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan

Syngenta Dorong Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan

Astra Otoparts Cetak Laba Bersih Naik 8,43% Jadi Rp2,2 Triliun

Astra Otoparts Cetak Laba Bersih Naik 8,43% Jadi Rp2,2 Triliun

Indika Energy Uji Coba Truk Kontainer EV dengan Toyota Tsusho

Indika Energy Uji Coba Truk Kontainer EV dengan Toyota Tsusho