JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menghadirkan peluang bagi pelaku pasar pada awal perdagangan Selasa.
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan penguatan, perhatian investor langsung tertuju pada saham saham yang dinilai potensial. Momentum pembukaan ini menjadi sinyal awal untuk mencermati strategi jangka pendek.
Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pada pagi ini dibuka ke zona hijau. Pada pembukaan perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, IHSG berada di posisi 8.428,050. Angka tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar di awal sesi transaksi.
Baca Juga
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.25 WIB, IHSG menguat 9,818 poin setara 0,12 persen ke level 8.405,901. IHSG berada di level tertinggi 8.437,089 dan terendah 8.393,636. Rentang pergerakan ini menunjukkan dinamika yang cukup aktif sejak pembukaan.
Kondisi tersebut menjadi latar penting bagi investor harian yang memburu peluang cuan. Fluktuasi tipis namun stabil sering dimanfaatkan untuk strategi trading jangka pendek. Pelaku pasar pun menunggu arah lanjutan indeks hingga sesi berikutnya.
Sentimen Positif Dari Aksi Beli Investor Asing
Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin ditutup naik 1,5 persen, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1,1 triliun. Arus dana asing yang masuk ini memperkuat sentimen positif di pasar domestik. Aktivitas tersebut kerap menjadi indikator kepercayaan investor global.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, ANTM, TINS dan TLKM. Deretan saham tersebut mencerminkan minat pada sektor perbankan, pertambangan, hingga telekomunikasi. Aksi beli signifikan biasanya memberi dorongan tambahan pada harga saham terkait.
Masuknya dana asing dalam jumlah besar sering diartikan sebagai sinyal optimisme terhadap fundamental pasar. Investor lokal biasanya ikut mencermati pergerakan tersebut sebagai referensi. Meski demikian, keputusan tetap perlu mempertimbangkan profil risiko masing masing.
Kenaikan indeks yang disertai net buy asing memperlihatkan kombinasi teknikal dan sentimen yang mendukung. Namun, dinamika pasar bisa berubah sewaktu waktu. Oleh karena itu, pelaku pasar tetap disarankan disiplin terhadap batas risiko.
Tekanan Dari Bursa Global Dan Wall Street
Sementara itu, indeks indeks saham Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Tekanan terjadi di tengah kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan atau AI terhadap berbagai sektor industri serta kebijakan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump.
Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,66 persen, Nasdaq Composite turun 1,13 persen, dan S&P 500 melemah 1,04 persen. Penurunan Dow Jones terutama disebabkan oleh pelemahan saham IBM sebesar 13 persen. Kondisi ini mengikuti pengumuman perusahaan AI Anthropic mengenai kemampuan pemrograman baru produk Claude Code.
Tekanan di Wall Street menjadi perhatian karena kerap memengaruhi sentimen global. Ketika bursa Amerika Serikat melemah, investor di negara lain cenderung lebih berhati hati. Namun dampaknya terhadap pasar domestik tidak selalu searah.
Di sisi lain, pasar saham Asia bervariasi pada Senin, 23 Februari 2026, sementara dolar AS melemah, seiring investor menunggu kejelasan kebijakan tarif AS. Bursa Jepang tutup karena libur. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7 persen, Hang Seng Hong Kong melesat 2,5 persen, sedangkan S&P ASX 200 Australia melemah 0,6 persen.
Proyeksi IHSG Dan Level Penting Pergerakan
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 8450. Tapi hati hati jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas. Pernyataan ini disampaikan Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya.
Diperkirakan Support IHSG 8320 sampai 8350 dan Resist IHSG 8450 sampai 8500. Level support dan resistance menjadi acuan teknikal penting bagi trader. Area tersebut kerap dijadikan referensi untuk menentukan posisi masuk maupun keluar.
Jika indeks mampu menembus resistance, peluang penguatan lanjutan terbuka lebih lebar. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu koreksi wajar. Oleh karena itu, pengelolaan risiko tetap menjadi kunci utama.
Analisis teknikal ini melengkapi sentimen fundamental yang berkembang. Investor biasanya mengombinasikan keduanya sebelum mengambil keputusan. Dengan volatilitas yang masih terjaga, peluang trading tetap terbuka lebar.
Rekomendasi Saham Pilihan Untuk Trading Hari Ini
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu BRMS, ANTM, BIPI, PTRO, MBMA, dan VKTR. Rekomendasi ini disusun berdasarkan pertimbangan teknikal terkini. Investor dapat menyesuaikan dengan strategi masing masing.
BRMS direkomendasikan Spec Buy dengan area beli di Rp1.040 sampai Rp1.060, cutloss di bawah Rp1.020. Target dekat di Rp1.080 sampai Rp1.130. Sementara ANTM Spec Buy dengan area beli di Rp4.350 sampai Rp4.390, cutloss di bawah Rp4.320, target dekat di Rp4.420 sampai Rp4.500.
BIPI Spec Buy dengan area beli di Rp264 sampai Rp274, cutloss di bawah Rp260, target dekat di Rp280 sampai Rp290. PTRO Spec Buy dengan area beli di Rp7.050 sampai Rp7.125, cutloss di bawah Rp7.000, target dekat di Rp7.225 sampai Rp7.325.
MBMA Spec Buy dengan area beli di Rp860 sampai Rp875, cutloss di bawah Rp850, target dekat di Rp910 sampai Rp950. VKTR Spec Buy dengan area beli di Rp1.025 sampai Rp1.045, cutloss di bawah Rp1.000, target dekat di Rp1.080 sampai Rp1.135. Rekomendasi ini dapat menjadi referensi bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum penguatan IHSG hari ini.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KAI Siapkan Moda Kereta Ekonomi Terjangkau untuk Masa Angkutan Lebaran 2026
- Selasa, 24 Februari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
KAI Yogyakarta Masih Sediakan 309 Ribu Tiket Lebaran 2026
- 24 Februari 2026
2.
AS Garap Nikel dan LTJ RI, BUMN Bisa Kolaborasi dengan Tambang
- 24 Februari 2026
3.
4.
5.
Promo All You Can Eat Ramadan 2026 di Hotel Kota Besar
- 24 Februari 2026




.jpg)


.jpg)

.jpg)

