Strategi Besar Canva: Percepat Inovasi AI dan Desain Profesional Lewat Dua Akuisisi
- Selasa, 24 Februari 2026
JAKARTA - Canva mengambil langkah strategis signifikan salah satu untuk mempercepat pertumbuhan teknologi dan kemampuan desain tingkat profesional. Pada 24 Februari 2026, platform komunikasi visual global ini secara resmi mengumumkan telah mengakuisisi dua startup, yakni MangoAI dan Cavalry.
Langkah ini dipandang sebagai bagian integral dalam mempercepat realisasi roadmap jangka panjang produk serta memperluas jangkauan kemampuan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat kreatif profesional yang tersedia di Canva.
Akuisisi Ganda Menjadi Langkah Besar dalam Ekspansi Teknologi
Baca JugaKemenag Masih Menunggu Terbitnya Perpres untuk Operasional Ditjen Pesantren Baru
Pengumuman resmi menyatakan bahwa akuisisi ganda ini merupakan yang keempat dan kelima yang dilakukan oleh Canva dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Sebelumnya, perusahaan telah mengintegrasikan Affinity pada tahun 2024, Leonardo pada tahun 2024, serta MagicBrief pada tahun 2025 ke dalam ekosistemnya. Ini mencerminkan komitmen Canva untuk membangun rangkaian alat komunikasi visual yang terintegrasi dan paling komprehensif di dunia, dengan investasi besar pada teknologi serta talenta yang akan menentukan masa depan kreativitas.
Beragam pihak melihat langkah ini sebagai jawaban atas kebutuhan desainer dan tim kreatif yang mencari platform all-in-one — tidak lagi harus berpindah antar alat yang terfragmentasi dan mahal — sekaligus menyediakan fitur yang semakin ditenagai oleh AI.
Cavalry: Memperluas Kemampuan Desain Profesional dalam Animasi 2D
Salah satu perusahaan yang dibeli Canva adalah Cavalry, sebuah platform animasi 2D yang berbasis di Inggris dan telah mendapatkan kepercayaan luas dari perancang grafis profesional. Produk dari Cavalry dirancang untuk membuat proses pembuatan animasi 2D menjadi lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih mudah diakses. Pendiri Cavalry, yaitu Chris Hardcastle, Ian Waters, dan Adam Jenns, akan bergabung dengan tim Canva sebagai bagian dari integrasi teknologi ini.
Masuknya Cavalry ke dalam ekosistem Canva memperluas rangkaian solusi kreatif yang tersedia bagi pengguna profesional. Kini Canva tidak hanya mampu menyediakan alat desain vektor, foto, dan tata letak, tetapi juga desain gerak (motion design) yang lebih canggih dalam satu suite kreatif terpadu. Hal ini membuka peluang baru bagi para kreator yang selama ini bekerja dengan alat yang terpisah-pisah dan kompleks.
Pendekatan ini pun dirancang untuk menghapus hambatan terbesar yang dihadapi desainer profesional. Dengan tersedianya alat yang terintegrasi, proses kerja dapat menjadi lebih efisien, produktif, dan kolaboratif dibandingkan sebelumnya.
MangoAI: Dasar Kuat untuk Konten Video Iklan yang Lebih Cerdas
Selain Cavalry, Canva juga mengakuisisi MangoAI, sebuah startup asal Amerika Serikat yang fokus pada optimasi kreatif berbasis AI untuk iklan video. MangoAI dikenal karena sistem pembelajaran penguatan (reinforcement learning) yang inovatif, menggunakan sinyal penghargaan dari platform iklan untuk secara otomatis mengembangkan dan meningkatkan konten video iklan yang memiliki performa tinggi.
Teknologi ini memungkinkan proses penemuan formula iklan yang paling efektif berlangsung lebih cepat dan lebih cost-efficient. Integrasi MangoAI dapat dipandang sebagai landasan penting bagi Canva untuk memperluas penawaran dalam alur kerja pemasaran digital yang semakin cerdas dan dipersonalisasi.
Sebagai bagian dari proses akuisisi, salah satu pendiri MangoAI yakni Nirmal Govind, yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden Ilmu Data & Rekayasa di Netflix, ditunjuk sebagai Chief Algorithms Officer pertama di Canva. Ini merupakan peran baru yang mencerminkan fokus mendalam Canva terhadap penelitian AI, personalisasi, dan pengembangan model AI internal. Rekan pendiri lainnya, Vinith Misra, juga bergabung sebagai Reinforcement Learning Lead di Canva Research Lab, memperkuat tim riset internal perusahaan.
Dampak Untuk Pengguna dan Ekosistem Desain Global
Dengan total lebih dari 265 juta pengguna secara global, termasuk tim di lebih dari 95% perusahaan Fortune 500, Canva telah menjadi platform penting dalam cara kerja tim modern yang membutuhkan komunikasi visual efektif. Produk-produk AI yang tersedia dalam platform ini juga telah digunakan lebih dari 24 miliar kali, menunjukkan tingginya adopsi fitur AI dalam pembuatan konten visual oleh pengguna di berbagai sektor.
Peningkatan ini dinilai bukan hanya akan memperkuat posisi Canva di ranah desain profesional dan AI, tetapi juga membantu menjadikan platform ini lebih menarik bagi tim kreatif besar, agensi, dan profesional yang sebelumnya mungkin bergantung pada alat terpisah yang kompleks dan mahal.
Langkah ini pun dipandang sebagai bagian dari transformasi strategis yang lebih luas: dari sekadar alat desain berbasis template menjadi platform kreatif yang mendalam dan komprehensif, dengan kemampuan end-to-end untuk visualisasi, animasi, iklan, dan kolaborasi tim.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KAI Siapkan Moda Kereta Ekonomi Terjangkau untuk Masa Angkutan Lebaran 2026
- Selasa, 24 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenhub dan Angkasa Pura Indonesia Perkuat Pengelolaan Bandara Strategis Seluruh Nusantara
- Selasa, 24 Februari 2026
Kemendagri Perkuat Akses Dana APBN dan CSR untuk Program Nasional di Jayawijaya
- Selasa, 24 Februari 2026
Strategi Kemenag Menyiapkan Ribuan Masjid Sebagai Tempat Singgah Gratis Pemudik Lebaran
- Selasa, 24 Februari 2026
Terpopuler
1.
KAI Yogyakarta Masih Sediakan 309 Ribu Tiket Lebaran 2026
- 24 Februari 2026
2.
AS Garap Nikel dan LTJ RI, BUMN Bisa Kolaborasi dengan Tambang
- 24 Februari 2026
3.
4.
5.
Promo All You Can Eat Ramadan 2026 di Hotel Kota Besar
- 24 Februari 2026




.jpg)


.jpg)





