Kamis, 29 Januari 2026

Prabowo Bahas Pendirian 10 Kampus Kolaborasi Indonesia–Inggris di Hambalang

Prabowo Bahas Pendirian 10 Kampus Kolaborasi Indonesia–Inggris di Hambalang
Prabowo Bahas Pendirian 10 Kampus Kolaborasi Indonesia–Inggris di Hambalang

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27 Januari 2026). Pertemuan ini menjadi kelanjutan diplomasi pendidikan Indonesia–Inggris, dengan fokus utama membahas rencana pembangunan 10 kampus kolaborasi bersama universitas-universitas ternama Inggris Raya.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di sektor strategis seperti kesehatan serta sains dan teknologi, yang selama ini masih menghadapi tantangan ketimpangan jumlah tenaga profesional.

Kelanjutan Diplomasi Pendidikan di Inggris

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan di Hambalang merupakan tindak lanjut langsung dari kunjungan kerja Presiden Prabowo ke London beberapa hari sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan perwakilan sejumlah universitas unggulan Inggris di Lancaster House, London.

Baca Juga

Strategi Indonesia Menjadi Pemain Global Melalui Penguatan Industri Halal Terstruktur dan Berkelanjutan

“Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya,” ujar Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Dalam lawatan ke Inggris, Prabowo secara terbuka mengajak universitas-universitas terkemuka untuk membuka dan mengembangkan kampus di Indonesia, khususnya di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) serta pendidikan kedokteran. Inisiatif tersebut, menurut laporan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mendapatkan respons sangat positif dari mitra Inggris.

Fokus Bidang Kesehatan dan STEM

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan kepada Presiden bahwa rencana pembangunan 10 kampus kolaborasi akan diarahkan pada bidang yang memiliki kebutuhan mendesak di Indonesia. Salah satunya adalah sektor kesehatan, termasuk pendidikan dokter, dokter gigi, dan farmasi.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar. Saat ini, Indonesia diperkirakan masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan dokter setiap tahunnya masih relatif terbatas.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun,” kata Prabowo saat berdialog dengan perwakilan universitas Inggris di London.

Menurut Presiden, kondisi tersebut menuntut langkah strategis dan terukur melalui penguatan pendidikan tinggi berstandar internasional, bukan hanya dengan menambah kuantitas, tetapi juga kualitas lulusan.

Standar Internasional dan Bahasa Pengantar Inggris

Prabowo menegaskan bahwa universitas-universitas kolaborasi tersebut akan dibangun dengan standar pendidikan Inggris, yang dikenal memiliki reputasi global. Salah satu cirinya adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujar Prabowo.

Mahasiswa yang diterima di kampus-kampus tersebut akan diseleksi dari lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Sebelum memulai perkuliahan, para mahasiswa akan mengikuti program pelatihan bahasa Inggris secara intensif untuk memastikan kesiapan akademik.

Presiden juga menekankan keterbukaan Indonesia terhadap kehadiran dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra. Menurutnya, kolaborasi lintas negara ini akan memberi manfaat timbal balik, baik bagi pengembangan pendidikan tinggi Indonesia maupun bagi kerja sama riset internasional.

Peran Kementerian dan Integrasi Kebijakan

Rapat di Hambalang turut dihadiri sejumlah pejabat kunci, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran lintas kementerian tersebut menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya berdimensi pendidikan, tetapi juga terkait dengan ketahanan nasional, pengembangan SDM, dan daya saing global.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalaman kerja sama dengan universitas asing, baik melalui kemitraan akademik maupun pembukaan kampus cabang di beberapa daerah seperti Singosari dan Bandung, terutama di bidang digital dan teknologi. Namun, pemerintah ingin mempercepat dan memperluas skema tersebut agar dampaknya lebih signifikan.

“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Prabowo.

Target Operasional 2028

Selain pembahasan konsep dan kerja sama, Presiden juga menyampaikan target waktu yang jelas. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan, mulai dari regulasi, kurikulum, hingga infrastruktur, dapat diselesaikan sehingga kampus-kampus kolaborasi mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.

Prabowo menambahkan bahwa pembangunan universitas-universitas tersebut akan dirancang dalam satu kawasan terpadu, dengan perhatian khusus pada kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan lingkungan kampus. Hal ini dinilai penting untuk menarik minat dosen asing serta memastikan keberlanjutan ekosistem akademik internasional di Indonesia.

“Rencananya adalah membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Prabowo.

Dengan rencana tersebut, pemerintah berharap kolaborasi pendidikan Indonesia–Inggris dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan tinggi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan dan riset di kawasan Asia Tenggara.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari

BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung Dikebut Mendukung Bandara Dhoho Kediri

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung Dikebut Mendukung Bandara Dhoho Kediri

PT KAI Resmi Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Sistem H-45

PT KAI Resmi Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Sistem H-45

Kemdiktisaintek dan BPOM Perkuat Inovasi di Sektor Pangan

Kemdiktisaintek dan BPOM Perkuat Inovasi di Sektor Pangan

Layanan Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Jadetabek

Layanan Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Jadetabek