Kamis, 29 Januari 2026

Pangsa Pasar Mobil Listrik Capai 22,6%, Tembus Rekor Baru di Eropa

Pangsa Pasar Mobil Listrik Capai 22,6%, Tembus Rekor Baru di Eropa
Pangsa Pasar Mobil Listrik Capai 22,6%, Tembus Rekor Baru di Eropa

JAKARTA - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penjualan mobil listrik murni berhasil melampaui penjualan mobil berbahan bakar bensin di Uni Eropa.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), pada Desember 2025, kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mencatatkan pangsa pasar sebesar 22,6 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin yang tercatat pada angka 22,5 persen.

Peristiwa ini menandai tonggak bersejarah bagi industri otomotif Eropa, sekaligus menunjukkan progres signifikan dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Meskipun demikian, kendaraan hybrid masih menjadi pilihan utama konsumen, dengan pangsa pasar mencapai 44 persen dari total pendaftaran kendaraan baru yang tercatat sepanjang Desember 2025. Angka ini mengindikasikan bahwa meski mobil listrik murni mulai menunjukkan dominasi, kendaraan hybrid masih mendominasi preferensi pasar Eropa.

Baca Juga

Strategi Indonesia Menjadi Pemain Global Melalui Penguatan Industri Halal Terstruktur dan Berkelanjutan

Mobil Hybrid Masih Jadi Pilihan Utama Konsumen Eropa

Meskipun mobil listrik murni mencatatkan pencapaian penting, mobil hybrid tetap mendominasi pasar kendaraan Eropa dengan pangsa pasar terbesar. Pada bulan Desember 2025, kendaraan hybrid mencatatkan pendaftaran sebanyak 44 persen dari total kendaraan baru yang terdaftar di Uni Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Eropa masih lebih memilih mobil hybrid, yang menawarkan kombinasi antara mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem penggerak listrik, sebagai pilihan utama.

Analis otomotif independen, Matthias Schmidt, memberikan pandangan bahwa penurunan penjualan mobil berbahan bakar bensin belum sepenuhnya mencerminkan peralihan besar ke kendaraan listrik murni. Salah satu alasan di balik penurunan penjualan mobil bensin, menurut Schmidt, adalah konversi beberapa model bensin menjadi mobil hybrid ringan (mild hybrid). Meskipun menggunakan mesin bensin, kendaraan hybrid ringan ini berperan dalam mengurangi emisi, meskipun kontribusinya relatif kecil.

Tantangan dan Prediksi Masa Depan: Mobil Listrik Murni Mendominasi dalam 5 Tahun

Schmidt juga memprediksi bahwa kendaraan listrik murni akan benar-benar melampaui kendaraan bermesin pembakaran internal dalam waktu lima tahun mendatang. Meskipun saat ini mobil hybrid masih mendominasi pasar, penjualan kendaraan listrik murni di Eropa diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan peningkatan infrastruktur pengisian daya dan semakin banyaknya pilihan mobil listrik yang terjangkau.

Di pasar Eropa yang lebih luas, termasuk Uni Eropa, Inggris, dan Norwegia, penjualan mobil menunjukkan pertumbuhan tahunan yang stabil selama enam bulan berturut-turut. Perkembangan ini semakin diperburuk oleh masuknya merek-merek mobil asal China seperti BYD, Changan, dan Geely, yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang sangat kompetitif. Hal ini semakin memperketat persaingan di pasar kendaraan listrik Eropa.

Respon Produsen Eropa dan Perubahan Kebijakan Uni Eropa

Sebagai respons terhadap tantangan pasar, produsen otomotif Eropa seperti Volkswagen dan BMW terus meluncurkan model-model kendaraan listrik terbaru. Pada Desember 2025, Volkswagen dan Stellantis tercatat mengalami peningkatan pendaftaran masing-masing sebesar 10,2 persen dan 4,5 persen di kawasan Eropa, Inggris, dan negara-negara EFTA. Sementara itu, Renault mengalami penurunan pendaftaran sebesar 2,2 persen.

Tesla, yang sebelumnya menjadi salah satu pemimpin pasar kendaraan listrik, mengalami penurunan pendaftaran hingga 20,2 persen pada periode yang sama. Sebaliknya, merek asal China, BYD, mencatatkan pertumbuhan pendaftaran yang luar biasa, dengan kenaikan sebesar 229,7 persen, yang menegaskan agresivitas produsen kendaraan listrik China di pasar Eropa.

Di sisi kebijakan, Uni Eropa pada Desember 2025 mengumumkan rencana untuk melonggarkan kebijakan yang sebelumnya berupaya untuk melarang secara efektif mobil bermesin pembakaran internal pada 2035. Keputusan ini diambil seiring dengan tekanan dari industri otomotif yang menghadapi tantangan global seperti tarif impor Amerika Serikat dan profitabilitas kendaraan listrik yang masih rendah.

Peningkatan Penjualan Mobil dan Prospek 2026

Pendaftaran kendaraan di Uni Eropa, Inggris, dan negara-negara EFTA pada Desember 2025 tercatat meningkat 7,6 persen menjadi sekitar 1,2 juta unit. Total penjualan mobil sepanjang tahun 2025 mencapai 13,3 juta unit, yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir meskipun masih di bawah level sebelum pandemi. Sementara itu, di Uni Eropa, penjualan mobil meningkat 5,8 persen menjadi hampir satu juta unit pada Desember 2025. Secara keseluruhan, penjualan kendaraan listrik—termasuk mobil listrik baterai, hibrida plug-in, dan hibrida listrik—menyumbang sekitar 67 persen dari total pendaftaran kendaraan baru di kawasan ini.

Chris Heron, Sekretaris Jenderal E-Mobility Europe, optimistis bahwa pangsa pasar kendaraan listrik di Eropa akan terus berkembang. Ia mengatakan bahwa produsen Eropa semakin beradaptasi dengan menghadirkan mobil listrik yang lebih terjangkau, didukung oleh berbagai skema insentif pemerintah di berbagai negara. Dengan penerimaan konsumen yang semakin positif, penjualan kendaraan listrik di Eropa diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2026.

Peningkatan ini didorong oleh semakin banyaknya model kendaraan listrik yang lebih terjangkau serta kebijakan insentif dari pemerintah yang mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Sebagai contoh, beberapa negara Eropa menawarkan subsidi dan insentif pajak yang menguntungkan bagi pembeli kendaraan listrik, yang turut mempercepat adopsi mobil listrik di pasar.

Kesimpulan: Menuju Era Baru Otomotif Ramah Lingkungan

Capaian historis yang tercatat pada Desember 2025, di mana penjualan mobil listrik murni melampaui mobil bensin di Uni Eropa, merupakan bukti nyata dari perubahan besar yang tengah terjadi di industri otomotif Eropa. Meskipun mobil hybrid masih menjadi pilihan utama, pasar kendaraan listrik diperkirakan akan terus berkembang, beriringan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan dorongan dari kebijakan pemerintah.

Dengan agresifnya produsen China yang masuk ke pasar Eropa dan semakin kompetitifnya harga mobil listrik, serta dukungan dari produsen otomotif Eropa yang terus menghadirkan inovasi, masa depan kendaraan listrik di Eropa tampak semakin cerah. Seiring dengan itu, pasar otomotif global diperkirakan akan semakin terfokus pada mobil ramah lingkungan dalam beberapa tahun ke depan.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari

BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung Dikebut Mendukung Bandara Dhoho Kediri

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung Dikebut Mendukung Bandara Dhoho Kediri

PT KAI Resmi Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Sistem H-45

PT KAI Resmi Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Sistem H-45

Kemdiktisaintek dan BPOM Perkuat Inovasi di Sektor Pangan

Kemdiktisaintek dan BPOM Perkuat Inovasi di Sektor Pangan

Layanan Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Jadetabek

Layanan Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Jadetabek