Kamis, 29 Januari 2026

Bank Indonesia Luncuran Laporan Perekonomian 2025: Strategi Sinergi Dorong Pertumbuhan NTT

Bank Indonesia Luncuran Laporan Perekonomian 2025: Strategi Sinergi Dorong Pertumbuhan NTT
Bank Indonesia Luncuran Laporan Perekonomian 2025: Strategi Sinergi Dorong Pertumbuhan NTT

JAKARTA - Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Selasa, 28 Januari 2026, dihadiri jajaran pemerintah daerah, media, dan pelaku industri secara luring maupun daring.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menekankan pentingnya pemahaman bersama terhadap dinamika ekonomi tahun lalu. Laporan ini menjadi alat evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.

Isi dan Tujuan Laporan Perekonomian 2025

Baca Juga

Kenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis Ini Jadi Sorotan Investor Nasional

Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2025 mengulas perjalanan ekonomi nasional secara mendalam. Analisis ini mencakup risiko dan tantangan yang berpotensi dihadapi seluruh elemen bangsa pada masa depan.

Sejak 2019, penyusunan laporan ini menggunakan pendekatan tematik agar arahan kebijakan lebih jelas. Tujuannya adalah memberi informasi akurat untuk pengambil keputusan di tingkat pusat maupun daerah.

Tema utama laporan kali ini adalah “tangguh dan mandiri melalui sinergi”. Fokusnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan di tengah kompleksitas dinamika global.

Adidoyo Prakoso menekankan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah. Sinergi ini diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan keuangan global yang diprediksi tetap tinggi sepanjang 2026.

Kinerja Ekonomi NTT Tahun 2025

Wilayah Nusa Tenggara Timur mencatat tren pertumbuhan positif pada 2025. Keberhasilan ini didukung sinergi kuat antara otoritas moneter dan pemerintah kabupaten/kota dalam memaksimalkan potensi sumber daya lokal.

Bank Indonesia mendorong percepatan transformasi ekonomi di NTT. Salah satunya melalui inovasi teknologi dan penguatan sektor unggulan untuk meningkatkan produktivitas regional.

Inovasi ini menjadi kunci solusi bagi permasalahan ekonomi jangka pendek maupun panjang. Masyarakat diharapkan merasakan manfaat nyata dari program pembangunan berkesinambungan yang dijalankan pemerintah.

Transparansi Data dan Kepercayaan Masyarakat

Komunikasi kebijakan yang efektif sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha. Data yang akurat dari Bank Indonesia membantu sektor perbankan dan bisnis memetakan peluang investasi.

Transparansi juga memungkinkan mitigasi risiko akibat fluktuasi pasar yang sangat dinamis. Hal ini menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem ekonomi tangguh dan berkelanjutan di NTT.

Harapan dan Penutup Peluncuran Laporan

Kegiatan ini diharapkan mendorong semua elemen masyarakat saling mendukung. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi tangguh yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Adidoyo Prakoso menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi aktif menjaga stabilitas ekonomi di NTT. Dukungan ini juga penting agar inklusi keuangan dapat berjalan merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat

BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat

Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik

Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik

SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal

SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal

Pertumbuhan KPR BNI Diproyeksikan Tembus 13 Persen Tahun 2026

Pertumbuhan KPR BNI Diproyeksikan Tembus 13 Persen Tahun 2026

Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar

Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar