Kamis, 29 Januari 2026

Bermain Drum Bukan Hanya Musik, Tapi Latihan Intensif bagi Kesehatan Otak

Bermain Drum Bukan Hanya Musik, Tapi Latihan Intensif bagi Kesehatan Otak
Bermain Drum Bukan Hanya Musik, Tapi Latihan Intensif bagi Kesehatan Otak

JAKARTA - Bagi sebagian orang, drum identik dengan hentakan keras, keringat, dan stamina fisik. Namun di balik ritme yang menghentak itu, tersimpan proses neurologis yang kompleks dan berdampak besar bagi kesehatan otak.

Berbagai riset ilmiah menunjukkan bahwa bermain drum bukan sekadar hobi atau sarana hiburan, melainkan salah satu bentuk latihan otak paling intens yang bisa dilakukan manusia.

Tidak seperti instrumen musik lain, drum menuntut koordinasi ekstrem antara tangan, kaki, pendengaran, dan konsentrasi dalam waktu yang bersamaan. Aktivitas ini membuat otak bekerja lintas fungsi, lintas belahan, dan lintas sistem saraf. Karena itulah, para peneliti menyebut bermain drum sebagai aktivitas yang mampu mengubah struktur dan efisiensi kerja otak secara nyata.

Baca Juga

Syuting Film Lisa BLACKPINK Tutup Sejumlah Jalan Kota Tua Jakarta

Berikut berbagai manfaat luar biasa bermain drum bagi kesehatan otak berdasarkan literatur ilmiah dan penelitian terkini.

Koordinasi Kompleks yang Menguatkan Koneksi Antar Belahan Otak

Salah satu ciri khas bermain drum adalah kemampuan menggerakkan anggota tubuh yang berbeda secara simultan dengan pola yang tidak sama. Tangan kanan bisa memainkan ritme berbeda dengan tangan kiri, sementara kaki mengatur pedal bass dan hi-hat secara mandiri. Kondisi ini dikenal sebagai inter-limb coordination.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Brain and Behavior (2019), pemain drum profesional memiliki struktur corpus callosum—jaringan serat saraf yang menghubungkan belahan otak kiri dan kanan—yang lebih tebal dan lebih terorganisir dibandingkan orang yang tidak bermain instrumen musik.

Corpus callosum berperan penting dalam pertukaran informasi antar belahan otak. Ketika strukturnya lebih kuat dan efisien, transfer informasi menjadi lebih cepat dan akurat. Dampaknya, pemain drum cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih seimbang antara logika, kreativitas, dan kontrol motorik.

Efek ini bersifat jangka panjang, bahkan dapat bertahan secara permanen karena otak mengalami adaptasi struktural akibat latihan berulang.

Efisiensi Saraf: Gerakan Kompleks, Beban Otak Lebih Ringan

Menariknya, meskipun bermain drum melibatkan gerakan motorik yang sangat kompleks, otak pemain drum justru bekerja lebih efisien. Riset yang dilakukan oleh Ruhr-Universität Bochum menemukan bahwa aktivitas otak pemain drum terlihat lebih rendah dibandingkan orang awam saat melakukan tugas motorik serupa.

Fenomena ini menandakan adanya efisiensi saraf yang tinggi. Otak pemain drum tidak perlu bekerja sekeras otak orang yang belum terlatih untuk menghasilkan koordinasi yang sama.

“Kebanyakan orang hanya bisa melakukan tugas motorik halus dengan satu tangan dan mengalami kesulitan dalam mengoordinasikan kedua tangan pada saat yang bersamaan. Pemain drum dapat melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang tidak terlatih,” tutur peneliti studi Sebastian Beste, dikutip dari Medical News Today.

Efisiensi ini penting karena berkaitan langsung dengan daya tahan kognitif, kecepatan pemrosesan informasi, serta kemampuan otak untuk tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Ritme Drum dan Pelepasan Endorfin Alami

Selain berdampak pada struktur dan efisiensi otak, bermain drum juga memengaruhi sistem kimia otak. Berdasarkan eksperimen yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Psychology (2012), aktivitas bermusik secara aktif—terutama menggunakan instrumen ritmis seperti drum—memicu pelepasan endorfin yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya mendengarkan musik.

Endorfin adalah hormon yang berperan sebagai pereda nyeri alami dan pemicu perasaan senang. Peningkatan endorfin ini membuat ambang batas rasa sakit (pain threshold) meningkat dan menciptakan sensasi euforia yang stabil, bukan euforia sesaat.

Inilah alasan mengapa banyak pemain drum merasa lebih rileks, bahagia, dan fokus setelah bermain, meskipun secara fisik merasa lelah. Efek ini juga berkontribusi pada kesehatan mental secara keseluruhan.

Menurunkan Stres dan Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Manfaat bermain drum tidak berhenti pada otak dan emosi. Aktivitas ini juga memberikan dampak biologis yang nyata terhadap tubuh. Sebuah studi kolaboratif yang dimuat dalam jurnal PLOS ONE berjudul Effects of Group Drumming Interventions on Anxiety, Depression, Social Resilience and Inflammatory Immune Response among Mental Health Service Users menunjukkan hasil yang signifikan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kegiatan bermain drum secara berkelompok mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol secara signifikan. Penurunan kortisol berhubungan langsung dengan berkurangnya kecemasan dan depresi.

Lebih lanjut, studi ini juga menunjukkan peningkatan respons sistem imun serta terbentuknya ketahanan sosial (social resilience). Efek ini sangat bermanfaat bagi individu yang mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk stres kronis dan kecemasan sosial.

Drum, dalam konteks ini, berfungsi bukan hanya sebagai alat musik, tetapi juga sebagai media terapi berbasis ritme.

Investasi Jangka Panjang untuk Otak dan Kesehatan Mental

Berbagai temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa bermain drum bukan sekadar aktivitas rekreasional. Drum terbukti menjadi latihan otak yang mampu meningkatkan konektivitas saraf, efisiensi kognitif, keseimbangan emosional, hingga daya tahan tubuh.

Sains telah membuktikan bahwa drum adalah salah satu investasi terbaik untuk efisiensi saraf dan kesehatan mental jangka panjang. Kabar baiknya, manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh pemain profesional. Siapa pun bisa mulai, tanpa harus menjadi ahli.

Karena itu, ajakan untuk ikut serta dalam kegiatan bermain drum bersama bukan sekadar ajang hiburan, melainkan kesempatan merawat otak dan mental secara alami. Tidak perlu jadi pro untuk mulai merasakan dampaknya—cukup berani memukul ritme pertama.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 29 Januari 2026 Solusi Praktis Perpanjangan SIM Tanpa Antrian Panjang

Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 29 Januari 2026 Solusi Praktis Perpanjangan SIM Tanpa Antrian Panjang

Samsung Perkenalkan Teknologi Layar Anti-Pengintip di Galaxy S26 Series untuk Jaga Privasi

Samsung Perkenalkan Teknologi Layar Anti-Pengintip di Galaxy S26 Series untuk Jaga Privasi

Kemenkes Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Penyebaran Virus Nipah di Indonesia

Kemenkes Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Penyebaran Virus Nipah di Indonesia

Layanan Kesehatan Gratis dari Relawan TCK Kemenkes untuk Warga di Huntara

Layanan Kesehatan Gratis dari Relawan TCK Kemenkes untuk Warga di Huntara

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Berikan Penghargaan untuk Promosi Wisata Kreatif

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Berikan Penghargaan untuk Promosi Wisata Kreatif