Kamis, 29 Januari 2026

Jasa Marga Siapkan Persiapan Optimal Mudik Lebaran 2026

Jasa Marga Siapkan Persiapan Optimal Mudik Lebaran 2026
Jasa Marga Siapkan Persiapan Optimal Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Setiap tahun, perjalanan mudik menuju kampung halaman menjadi rutinitas yang tidak hanya menyatukan keluarga, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi pengelola infrastruktur transportasi. 

Tahun 2026 ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai pengelola sejumlah jalan tol utama, bersiap menyambut lonjakan jumlah kendaraan yang diperkirakan mencapai lebih dari 3,5 juta unit. Proyeksi ini menunjukkan volume kendaraan yang akan melintasi jalan tol mereka, baik dalam arus mudik maupun arus balik Lebaran.

 Keberhasilan pengelolaan arus kendaraan ini akan sangat bergantung pada kesiapan operasional serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk mendukung kelancaran perjalanan.

Baca Juga

Strategi Baru Krakatau Steel Perluas Bisnis Hulu Demi Pemulihan Kinerja Jangka Panjang

Dalam diskusi publik Mudik Outlook 2026, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkapkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 22 Maret 2026, dengan volume harian mencapai lebih dari 258.000 kendaraan. 

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mana jumlah kendaraan saat Nataru (Natal dan Tahun Baru) juga cukup tinggi. 

Menyikapi situasi ini, Jasa Marga telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memecah kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.

Ruas Tol Fungsional Gratis untuk Mempermudah Perjalanan

Untuk mengatasi kemacetan yang berpotensi terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, Jasa Marga akan membuka empat ruas tol fungsional yang panjangnya mencapai total 121,64 kilometer. 

Keempat ruas tol ini akan dioperasikan tanpa tarif alias gratis, dengan tujuan untuk memecah titik-titik kemacetan yang sering terjadi, khususnya di persimpangan dan pertemuan arus kendaraan.

Jasa Marga menargetkan agar ruas-ruas tol fungsional ini dapat mengurangi kepadatan, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi simpul perjalanan pemudik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. 

Ruas sepanjang 54,75 kilometer yang meliputi segmen Setu-Sukaragam, Sukaragam-Bojongmangu, dan Bojongmangu-Sadang akan dibuka fungsional, dengan prioritas utama untuk melayani arus balik dari timur ke barat. Diharapkan, langkah ini dapat mengurangi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek.

Selain itu, ruas Tol Yogyakarta-Bawen juga akan difungsionalkan pada segmen Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer, dan Tol Yogyakarta-Solo pada segmen Prambanan-Purwomartani yang memiliki panjang 12,23 kilometer.

 Untuk wilayah timur Pulau Jawa, Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap I (Probolinggo-Besuki) juga akan dibuka secara fungsional sepanjang 49,68 kilometer, dengan segmen-segmen yang mencakup Gending-Kraksaan, Kraksaan-SS Paiton, serta SS Paiton-Besuki.

Teknologi Pemantauan untuk Kelancaran Arus Lalu Lintas

Salah satu aspek penting yang akan mendukung kelancaran operasional jalan tol selama mudik Lebaran 2026 adalah teknologi pemantauan lalu lintas yang canggih. 

Jasa Marga telah menyiapkan berbagai teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, termasuk pemasangan kamera di ruas tol dan jalan arteri serta sistem pengelolaan rest area yang lebih terstruktur.

Salah satu teknologi unggulan yang disiapkan adalah penggunaan sensor ketinggian air, yang berguna untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti banjir akibat hujan ekstrem. 

Pemudik juga didorong untuk memanfaatkan aplikasi Travoy, sebuah aplikasi yang dirancang untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung. 

Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melihat tingkat kepadatan di ruas tol, ketersediaan rest area, hingga memberikan laporan jika ada gangguan di jalan tol.

Dengan menggunakan teknologi ini, Jasa Marga berharap dapat mengoptimalkan distribusi lalu lintas dan memastikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar bagi para pemudik. Selain itu, pengelolaan rest area juga diperhatikan untuk memastikan kenyamanan pemudik selama beristirahat.

Pengaturan Lalu Lintas untuk Menghindari Kemacetan

Selain memperkenalkan ruas tol fungsional dan teknologi pemantauan, Jasa Marga juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan jika diperlukan. 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa dengan terdistribusinya arus kendaraan, penerapan skema rekayasa seperti one way atau contraflow dapat dilakukan lebih efektif untuk mengurangi kemacetan di titik-titik tertentu.

Penerapan rekayasa lalu lintas ini akan berfokus pada pengaturan arus kendaraan yang datang dari Jakarta, Semarang, dan sekitarnya menuju Yogyakarta dan Solo. 

Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa dengan koordinasi yang baik antara pihak kepolisian, Jasa Marga, dan instansi terkait, pengaturan akses keluar masuk tol akan dilakukan dengan cermat untuk memastikan kendaraan dapat mengalir dengan lancar. Proses ini akan terus disesuaikan dengan situasi lapangan untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Optimisme Jasa Marga untuk Lebaran 2026

Dengan berbagai persiapan yang matang, Jasa Marga berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih lancar, efisien, dan aman bagi masyarakat. 

Dibuka secara fungsionalnya empat ruas tol dan penerapan teknologi canggih akan mempermudah pemudik dalam menjalani perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Selain itu, pengelolaan rest area yang lebih baik dan penggunaan aplikasi Travoy diharapkan bisa membantu pemudik dalam merencanakan perjalanan mereka secara lebih nyaman. 

Meski belum ada kebijakan mengenai diskon tarif tol, Jasa Marga tetap optimis bahwa langkah-langkah ini akan mengoptimalkan pengelolaan arus lalu lintas selama mudik Lebaran 2026, sehingga dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi pada musim mudik sebelumnya.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Danantara Targetkan Laba BUMN Rp350 Triliun pada 2026 Lewat Hilirisasi dan Konsolidasi

Danantara Targetkan Laba BUMN Rp350 Triliun pada 2026 Lewat Hilirisasi dan Konsolidasi

Jasa Marga Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Janger 30 Januari–2 Februari 2026

Jasa Marga Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Janger 30 Januari–2 Februari 2026

Penyesuaian Tarif Tol Dinilai Bisa Pacu Kinerja Jasa Marga (JSMR), Ini Rekomendasi Sahamnya

Penyesuaian Tarif Tol Dinilai Bisa Pacu Kinerja Jasa Marga (JSMR), Ini Rekomendasi Sahamnya

PLN UP3 Bangka Optimalkan Pemeliharaan Jaringan, Keandalan Listrik Jadi Prioritas Jelang Ramadan

PLN UP3 Bangka Optimalkan Pemeliharaan Jaringan, Keandalan Listrik Jadi Prioritas Jelang Ramadan

KAI Lakukan Cek Kelayakan Rel Malang-Wlingi untuk Persiapkan Angkutan Lebaran 2026

KAI Lakukan Cek Kelayakan Rel Malang-Wlingi untuk Persiapkan Angkutan Lebaran 2026