Kamis, 29 Januari 2026

Strategi Baru Krakatau Steel Perluas Bisnis Hulu Demi Pemulihan Kinerja Jangka Panjang

Strategi Baru Krakatau Steel Perluas Bisnis Hulu Demi Pemulihan Kinerja Jangka Panjang
Strategi Baru Krakatau Steel Perluas Bisnis Hulu Demi Pemulihan Kinerja Jangka Panjang

JAKARTA - Langkah strategis kembali diambil PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dengan mengarahkan fokus bisnisnya ke segmen hulu industri baja. Arah baru ini muncul setelah perusahaan memperoleh dukungan pendanaan dari Danantara dalam rangka proses penyehatan menyeluruh.

Perluasan bisnis ke sektor hulu dinilai sebagai bagian penting dari upaya membangun fondasi jangka panjang perusahaan. Strategi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat struktur usaha yang selama ini dinilai belum sepenuhnya terintegrasi.

Dukungan Danantara menjadi faktor kunci dalam mendorong langkah tersebut agar dapat segera direalisasikan. Melalui dukungan ini, Krakatau Steel diharapkan mampu keluar dari tekanan keuangan yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

TOTL Tetap Optimistis Capai Target Pendapatan Rp 3,80 Triliun 2026

Integrasi Bisnis dari Hulu ke Hilir

Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa pengembangan segmen hulu bertujuan membangun integrasi rantai nilai industri baja. Integrasi tersebut mencakup aktivitas dari sisi upstream hingga downstream agar operasional menjadi lebih efisien.

Proyek pengembangan baja di segmen hulu ditargetkan mulai dijalankan pada tahun ini. Target tersebut disesuaikan dengan progres restrukturisasi dan kesiapan operasional perusahaan.

Menurut Dony, integrasi hulu dan hilir menjadi syarat penting bagi keberlanjutan industri baja nasional. Dengan struktur bisnis yang menyatu, Krakatau Steel diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Langkah masuk kembali ke segmen hulu juga dipandang sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dalam jangka menengah dan panjang.

Danantara melihat bahwa potensi industri baja nasional masih sangat besar jika dikelola secara terintegrasi. Oleh karena itu, Krakatau Steel didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut melalui penguatan di sisi hulu.

Restrukturisasi Keuangan dan Disiplin Modal

Perluasan bisnis tersebut dilakukan seiring dengan proses restrukturisasi keuangan yang sedang berjalan. Selain itu, perbaikan operasional juga menjadi fokus utama dalam agenda penyehatan perusahaan.

Danantara terlibat secara rinci dalam proses penyehatan Krakatau Steel. Keterlibatan tersebut mencakup restrukturisasi utang hingga upaya penurunan biaya operasional.

Dalam proses ini, Danantara menetapkan kebijakan yang cukup ketat terkait suntikan modal. Tambahan modal dalam bentuk equity injection hanya dapat dilakukan jika perusahaan telah mencatatkan kontribusi margin positif.

Kebijakan tersebut ditegaskan untuk mencegah penggunaan dana yang tidak efektif. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong manajemen lebih disiplin dalam mengelola keuangan perusahaan.

“Kalau kita memberikan equity injection pada saat perusahaannya belum sampai di titik kontribusi margin positif, itu sama saja menggarami laut. Uangnya akan habis untuk operasional,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28 Januari 2026).

Pernyataan tersebut menegaskan kehati-hatian Danantara dalam menyalurkan dukungan pendanaan. Fokus utama tetap pada keberlanjutan dan perbaikan fundamental bisnis Krakatau Steel.

Pendanaan dan Penjaminan Aset Perusahaan

Sebagai bagian dari proses penyehatan, Krakatau Steel memperoleh fasilitas pinjaman pemegang saham atau shareholder loan dari Danantara. Nilai fasilitas pinjaman tersebut mencapai maksimal Rp4,93 triliun.

Fasilitas ini diberikan untuk mendukung restrukturisasi keuangan perusahaan. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk menjaga kelangsungan operasional perseroan.

Untuk mengamankan pinjaman tersebut, Krakatau Steel mengagunkan aset bernilai signifikan. Total aset yang dijaminkan mencapai Rp13,94 triliun atau lebih dari 50 persen dari total kekayaan bersih perusahaan.

Penjaminan aset tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap kewajiban keuangannya. Langkah ini juga menunjukkan besarnya dukungan yang diberikan Danantara dalam proses penyehatan.

Berdasarkan keterbukaan informasi, penjaminan aset dilakukan pada 8 Januari 2026. Penjaminan tersebut berkaitan dengan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang ditandatangani pada 19 Desember 2025.

Perjanjian tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 23 Desember 2025. Persetujuan ini menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan fasilitas pinjaman.

Penjaminan dilakukan melalui berbagai instrumen hukum yang telah disepakati. Instrumen tersebut mencakup jaminan fidusia atas persediaan dan piutang usaha.

Selain itu, perusahaan juga memberikan gadai rekening serta hak tanggungan atas aset tertentu. Seluruh instrumen tersebut digunakan untuk menjamin nilai pinjaman yang diberikan.

Total nilai aset yang dijaminkan mencapai Rp13,94 triliun. Nilai ini mencerminkan besarnya skala dukungan finansial yang disiapkan untuk pemulihan Krakatau Steel.

Struktur Pinjaman dan Alokasi Dana

Dari sisi pendanaan, fasilitas shareholder loan terdiri dari beberapa komponen. Salah satunya adalah pinjaman modal kerja sebesar Rp4,18 triliun.

Pinjaman modal kerja tersebut memiliki jangka waktu minimal lima tahun. Tenor ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperbaiki arus kas secara bertahap.

Selain itu, terdapat pinjaman lain senilai Rp752,8 miliar. Pinjaman ini memiliki tenor minimal enam tahun sesuai dengan kesepakatan.

Struktur pinjaman dirancang agar sesuai dengan kebutuhan jangka menengah perusahaan. Skema ini diharapkan tidak membebani keuangan secara berlebihan dalam waktu dekat.

Sebagian dana pinjaman digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan. Penggunaan ini mencakup pembelian bahan baku dan pembiayaan aktivitas produksi.

Sisa dana dialokasikan untuk program pengunduran diri secara sukarela atau golden handshake. Program ini merupakan bagian dari upaya efisiensi sumber daya manusia.

Selain itu, dana juga digunakan untuk penyehatan dana pensiun Krakatau Steel. Mekanisme yang digunakan adalah lump sum window sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pendanaan tidak hanya difokuskan pada operasional jangka pendek. Danantara dan Krakatau Steel juga memperhatikan aspek keberlanjutan sosial dan ketenagakerjaan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Kota Mandiri Berkelanjutan

Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Kota Mandiri Berkelanjutan

Dyandra Optimistis Event Organizer Jadi Kontributor Pendapatan Terbesar 2026

Dyandra Optimistis Event Organizer Jadi Kontributor Pendapatan Terbesar 2026

Primaya Hospital Resmikan Rumah Sakit Ke-21 Di Kelapa Gading

Primaya Hospital Resmikan Rumah Sakit Ke-21 Di Kelapa Gading

Dishub Babel Pastikan Kesiapan Armada Damri Hadapi Imlek Idulfitri 2026

Dishub Babel Pastikan Kesiapan Armada Damri Hadapi Imlek Idulfitri 2026

DAMRI Hadirkan Promo Twindate Februari Diskon Tiket AKAP Spesial Awal 2026

DAMRI Hadirkan Promo Twindate Februari Diskon Tiket AKAP Spesial Awal 2026