Kementerian ESDM Alokasikan Anggaran 2026 untuk Program Energi dan Infrastruktur
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Pada tahun 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapat alokasi anggaran yang signifikan, meski mengalami penyesuaian setelah dilakukan efisiensi oleh Kementerian Keuangan.
Anggaran yang semula tercatat sebesar Rp 10,12 triliun dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kini terpotong menjadi Rp 9,34 triliun. Meski demikian, angka ini tetap besar dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan sektor energi dan infrastruktur, yang direncanakan akan langsung menyentuh masyarakat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa anggaran yang sudah disesuaikan akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan, seperti listrik desa, pembangunan pipa gas, serta program jaringan gas (jargas).
Baca JugaBahlil Instruksikan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kelancaran Distribusi Papua dan Aceh
Tujuannya adalah untuk memperluas akses energi bagi masyarakat di wilayah pedesaan yang selama ini belum merasakan manfaatnya. Ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional yang lebih merata, terutama di sektor energi.
Peningkatan Konsumsi Listrik Per Kapita di 2025
Salah satu indikator penting dalam perkembangan sektor energi adalah peningkatan konsumsi listrik per kapita. Di tahun 2025, angka konsumsi listrik per kapita mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari 1.411 kWh di tahun 2024 menjadi 1.584 kWh.
Menteri Bahlil menyampaikan hal ini dalam rapat dengan DPR pada 22 Januari 2026, menyebutkan bahwa angka ini menunjukkan perkembangan yang positif, seiring dengan meluasnya akses kelistrikan hingga ke desa-desa terpencil.
Peningkatan konsumsi listrik per kapita juga berkaitan erat dengan pelaksanaan program listrik desa. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum teraliri listrik.
Oleh karena itu, salah satu fokus utama pemerintah adalah mempercepat elektrifikasi di daerah-daerah tersebut, dengan alokasi anggaran khusus yang disiapkan untuk tahun 2025 dan 2026.
Target Elektrifikasi Desa dan Dusun
Pada tahun 2025, pemerintah telah menargetkan untuk menyelesaikan elektrifikasi di lebih dari 1.500 lokasi. Dalam program ini, sekitar 205.968 rumah tangga mendapatkan sambungan listrik langsung.
Melihat angka tersebut, jelas bahwa upaya pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi desa sangat signifikan. Menteri Bahlil juga menegaskan bahwa pada tahun 2026, anggaran tambahan yang dialokasikan untuk pembangunan listrik desa adalah sebesar Rp 5 triliun, yang akan digunakan untuk menyelesaikan infrastruktur listrik di 1.135 lokasi baru.
Dengan penyediaan listrik yang semakin merata, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan, serta membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya terbatas oleh minimnya akses energi. Selain itu, program listrik desa ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target rasio elektrifikasi nasional yang lebih tinggi.
Anggaran Besar untuk Infrastruktur Energi dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Menteri ESDM juga menjelaskan bahwa selain untuk program listrik desa, sebagian anggaran akan dialokasikan untuk berbagai program strategis lain yang mendukung kebutuhan energi masyarakat.
Beberapa di antaranya termasuk pembangunan infrastruktur jaringan gas kota (jargas), konverter kit untuk nelayan, serta bantuan pemasangan listrik baru bagi rumah tangga miskin. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih baik dan lebih terjangkau.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat eksplorasi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), yang menjadi bagian dari agenda besar nasional dalam rangka mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Melalui alokasi anggaran ini, diharapkan dapat tercipta pembangunan yang lebih inklusif, tidak hanya bagi masyarakat perkotaan, tetapi juga bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah yang selama ini terisolasi.
Dukungan Anggaran untuk Program Prioritas
Sebelumnya, pada akhir tahun 2025, Kementerian ESDM mencatatkan bahwa anggaran kementerian untuk tahun 2026 akan mencapai Rp 21,67 triliun. Anggaran ini naik signifikan dibandingkan dengan anggaran awal yang hanya Rp 8,12 triliun. Kenaikan ini mendapat persetujuan dari Komisi XII DPR, dan akan digunakan untuk program-program prioritas, termasuk listrik desa, eksplorasi migas dan batubara, serta pengembangan infrastruktur energi lainnya.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menambahkan bahwa salah satu fokus utama dari anggaran tambahan tersebut adalah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur listrik desa, dengan tambahan anggaran Rp 5 triliun yang akan digunakan untuk mengaliri listrik di 1.135 lokasi baru.
Anggaran ini juga akan digunakan untuk berbagai program pengembangan sumber daya alam, termasuk kajian migas, eksplorasi mineral, dan batu bara, yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah Fokus pada Infrastruktur Energi untuk Keberlanjutan
Melalui alokasi anggaran yang besar untuk tahun 2026 ini, Kementerian ESDM menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur energi di seluruh Indonesia. Dari program listrik desa hingga pengembangan energi baru terbarukan, langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan akses energi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pemerintah menargetkan untuk mengalokasikan Rp 64,09 triliun hingga tahun 2029 demi memastikan seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati akses listrik. Dengan anggaran yang besar dan berbagai program prioritas yang sudah disusun, diharapkan sektor energi Indonesia dapat semakin berkembang, membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan ekonomi negara.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ketegangan Global Mulai Mereda 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
Konsumsi Listrik Nasional Naik, Program Listrik Desa Dorong Akses Merata 2025
- Jumat, 23 Januari 2026
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Update Lengkap Seluruh SPBU Indonesia
- Jumat, 23 Januari 2026
Terpopuler
1.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
2.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026













