Konsumsi Listrik Nasional Naik, Program Listrik Desa Dorong Akses Merata 2025
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Konsumsi listrik per kapita di Indonesia meningkat signifikan sepanjang 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan ini menjadi bukti keberhasilan program listrik desa dan perluasan akses kelistrikan hingga wilayah terpencil.
“Konsumsi listrik per kapita naik dari 1.411 kWh pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026). Angka ini mencerminkan pertumbuhan pemakaian listrik yang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan akses energi masyarakat.
Baca JugaBahlil Instruksikan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kelancaran Distribusi Papua dan Aceh
Peningkatan konsumsi listrik per kapita juga menjadi indikator positif terhadap capaian target elektrifikasi nasional. Masyarakat desa kini semakin menikmati layanan listrik, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Program ini menegaskan pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar yang merata, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di pedesaan dan wilayah terpencil.
Program Listrik Desa Tingkatkan Akses Energi di Wilayah Terpencil
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4 triliun untuk mempercepat penyediaan listrik di desa dan dusun yang belum teraliri. Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang menunggu aliran listrik.
Melalui program listrik desa 2025, pemerintah berhasil menyelesaikan elektrifikasi di 1.516 lokasi. Bantuan langsung diberikan kepada 205.968 rumah tangga, termasuk pemasangan instalasi listrik dan kWh meter.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan konsumsi listrik nasional, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi desa. Aktivitas usaha mikro, pendidikan, dan kesehatan dapat lebih mudah dijalankan berkat akses energi yang stabil.
Selain itu, sejumlah proyek strategis terkait hilirisasi energi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) juga diresmikan sepanjang 2025, menunjukkan sinergi antara peningkatan akses listrik dan upaya transisi energi.
PLN Gratiskan Listrik Enam Bulan untuk Hunian Sementara Aceh
PT PLN (Persero) memberikan dukungan penuh bagi pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dengan menggratiskan biaya listrik penghuni Hunian Sementara (Huntara) selama enam bulan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut langkah ini sebagai bagian tanggung jawab sosial perusahaan.
“Selama enam bulan listrik di Huntara kami gratiskan, termasuk pemasangan instalasi listrik dan kWh meter,” ungkap Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu. Langkah ini mendukung pemulihan warga terdampak bencana secara praktis dan berkelanjutan.
PLN juga menyediakan paket pasang baru multiguna gratis, penerangan jalan umum (PJU), dan fasilitas umum di kawasan Huntara. Dukungan ini memastikan hunian sementara siap pakai sekaligus memberi kenyamanan dan keamanan bagi penghuni.
Selain Aceh Tamiang, langkah serupa dilakukan di beberapa titik lain sebagai bagian dari program pemulihan bencana yang terintegrasi antara PLN dan BUMN Karya.
Kolaborasi BUMN Karya Percepat Pembangunan Hunian Sementara
Sebanyak 600 unit Huntara dibangun oleh BUMN Karya, termasuk Hutama Karya, PTPP, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Brantas Abipraya. Hunian ini diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola dan dimanfaatkan masyarakat terdampak bencana.
Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, menyampaikan penyerahan Huntara menunjukkan komitmen menghadirkan hunian layak, aman, dan mendukung layanan dasar.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” jelas Rohan, Jumat (9/1/2026).
Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus mendorong akses listrik merata bagi warga.
Peningkatan Konsumsi Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
Kenaikan konsumsi listrik per kapita juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Akses energi yang stabil memungkinkan usaha mikro dan kecil berkembang, pendidikan lebih maksimal, serta fasilitas kesehatan beroperasi dengan lebih efisien.
Selain itu, peningkatan konsumsi listrik menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan teknologi digital, peralatan rumah tangga modern, dan layanan publik berbasis energi. Hal ini menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Program listrik desa, bersama pembangunan Huntara dan dukungan PLN, mencerminkan strategi pemerintah untuk menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya akses listrik yang merata, peluang usaha baru, serta stabilitas pasokan energi, Indonesia dapat menjaga tren pertumbuhan konsumsi listrik yang positif sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi
- Jumat, 23 Januari 2026
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ketegangan Global Mulai Mereda 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Update Lengkap Seluruh SPBU Indonesia
- Jumat, 23 Januari 2026
Kementerian PU Siapkan Langkah Darurat Perbaiki Jalan Terputus Aceh Saat Bencana
- Jumat, 23 Januari 2026
Terpopuler
1.
9 Tanda Tubuh Overdosis Garam yang Wajib Diwaspadai
- 23 Januari 2026
2.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
3.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026












