Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Qatar mengalami penguatan signifikan dengan ditandatanganinya perjanjian strategis antara Barzan Holdings dan Republikorp.
Perjanjian yang bernilai 2,3 miliar dolar AS (setara dengan Rp 37,95 triliun) ini disepakati dalam acara Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026 yang berlangsung di Doha, Qatar, pada 20 Januari 2026.
Perjanjian tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat modernisasi sistem pertahanannya dengan dukungan finansial dan teknologi dari Qatar.
Baca JugaDorong Pelindungan Paten Inovasi Teknologi Kelistrikan di PLTU Paiton
Salah satu aspek utama dari kerja sama ini adalah pembentukan sebuah perusahaan patungan atau joint venture yang nantinya akan bertanggung jawab atas operasional di Indonesia.
Meningkatkan Kapabilitas Pertahanan dengan Teknologi dan Pembiayaan Qatar
Dalam penandatanganan yang disaksikan oleh Menteri Pertahanan Qatar, Sheikh Saud Al Thani, Group CEO Barzan Holdings, Eng. Mohamed Al Sadah, dan Founder Republikorp, Norman Joesoef, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup pembaruan dan penguatan berbagai sistem pertahanan, baik di sektor kemaritiman maupun darat.
Perusahaan joint venture yang dibentuk akan memfokuskan upayanya pada program modernisasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kesiapan operasional dan interoperabilitas sistem Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada sektor kemaritiman, kerja sama ini akan melibatkan penerapan solusi digital canggih dan sistem misi tingkat lanjut. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat armada maritim Indonesia dengan teknologi mutakhir yang akan meningkatkan keandalan dan kesiapan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Program kemaritiman ini diharapkan dapat mendukung Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekuatan maritim yang lebih besar.
Memperkuat Pertahanan Darat Indonesia
Di sektor darat, kerjasama ini berfokus pada peningkatan subsistem penting seperti sistem persenjataan presisi dan platform pendukung lainnya. Integrasi dan peningkatan berbagai subsistem pertahanan darat ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia secara menyeluruh.
Hal ini juga akan mempermudah TNI untuk lebih siap menghadapi potensi ancaman yang dapat terjadi di wilayah darat.
Dampak Positif Bagi Hubungan Bilateral Indonesia-Qatar
Norman Joesoef, dalam keterangannya, menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya berfokus pada nilai komersial semata, melainkan juga sebagai bukti semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.
"Kemitraan ini lebih dari sekadar akuisisi perangkat keras, tetapi juga mencerminkan kekuatan hubungan kedua negara," ujarnya.
Dukungan dari Qatar, baik berupa pembiayaan maupun transfer teknologi, memiliki peran krusial dalam mempercepat transformasi industri pertahanan Indonesia.
Keunggulan teknologi TNI di masa depan akan semakin terjamin dengan adanya kolaborasi ini, sehingga Indonesia dapat bersaing di kancah pertahanan global.
Republikorp: Mitra Strategis dalam Mendorong Kemandirian Industri Pertahanan
Republikorp, yang selama ini berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Indonesia, turut berperan dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.
Perusahaan ini mengintegrasikan produsen dan pemilik teknologi internasional untuk membangun kapasitas produksi di dalam negeri, seiring dengan pengembangan ekosistem pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan.
Barzan Holdings: Kekuatan Pertahanan Qatar yang Berkomitmen pada Riset dan Pengembangan
Barzan Holdings, sebagai perusahaan pertahanan utama Qatar, bertanggung jawab dalam mengembangkan kapabilitas pertahanan negaranya. Selain itu, Barzan juga membuka peluang kolaborasi riset, alih pengetahuan, dan pengembangan teknologi pertahanan dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari proyek strategis Barzan Holdings di kawasan Asia Tenggara, yang menandakan keseriusan mereka dalam memperluas pengaruh pertahanan di wilayah tersebut.
Proyek Strategis untuk Keamanan Kawasan Asia Tenggara
Kerja sama ini juga dianggap sebagai salah satu proyek pertahanan strategis yang bisa meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.
Mengingat pentingnya posisi Indonesia dan Qatar dalam peta geopolitik regional, kolaborasi ini memiliki potensi untuk memperkuat kerjasama pertahanan antarnegara di kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, perjanjian kerja sama pertahanan Indonesia-Qatar ini tidak hanya memperkenalkan inovasi dalam teknologi pertahanan, tetapi juga menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua negara.
Keterlibatan Qatar dalam mendukung modernisasi pertahanan Indonesia membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan, serta membuka peluang lebih lanjut untuk pengembangan industri pertahanan nasional yang lebih tangguh.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











