Kamis, 22 Januari 2026

Baznas HUT ke-25: Kekuatan Zakat Bisa Atasi Masalah Sosial dan Kemiskinan

Baznas HUT ke-25: Kekuatan Zakat Bisa Atasi Masalah Sosial dan Kemiskinan
Baznas HUT ke-25: Kekuatan Zakat Bisa Atasi Masalah Sosial dan Kemiskinan

JAKARTA - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar tasyakuran dan doa bersama di Gedung Baznas RI, Jakarta.

Acara yang mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia” ini menjadi momen refleksi dan rasa syukur atas kontribusi zakat dalam memperkuat kesejahteraan umat di tanah air. Selain pengurus Baznas RI, hadir pula jajaran pimpinan Baznas dari berbagai periode sebelumnya, yang turut mengikuti acara secara daring.

Tema yang diangkat dalam tasyakuran tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa, di mana zakat dianggap sebagai alat yang sangat potensial untuk mengatasi masalah-masalah besar yang selama ini menghambat kemajuan Indonesia. 

Baca Juga

Dorong Pelindungan Paten Inovasi Teknologi Kelistrikan di PLTU Paiton

Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menjelaskan bahwa zakat memiliki kontribusi nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, bencana, kebodohan, dan ketertinggalan yang masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Peran Zakat dalam Menjawab Persoalan Sosial di Indonesia

Noor Achmad menyoroti bahwa semakin banyak zakat yang terkumpul, semakin besar pula kemampuan Baznas untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah kemiskinan dan ketertinggalan yang masih melanda banyak daerah di Indonesia. 

"Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Noor Achmad dalam acara tersebut.

Kekayaan potensi zakat di Indonesia sendiri, menurut perhitungan yang pernah dipaparkan kepada Presiden, diperkirakan bisa mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1.273 triliun. 

"Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat," tegasnya. 

Hal ini menunjukkan betapa besar peluang yang ada jika pengelolaan zakat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Pencapaian dan Tantangan Baznas Selama 25 Tahun

Noor Achmad juga menyoroti perjalanan Baznas yang telah berjalan selama 25 tahun. Selama periode tersebut, Baznas terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kinerjanya. Berbagai prestasi berhasil diraih, dan lembaga ini terus berkembang, baik dari segi pengelolaan maupun distribusi zakat. 

Kepercayaan masyarakat terhadap Baznas pun semakin meningkat, meskipun ada perbedaan capaian pada setiap periode kepemimpinan.

Namun, di sisi lain, Kiai Noor mengingatkan bahwa potensi zakat di Indonesia belum sepenuhnya optimal. Dengan jumlah penduduk Muslim yang sangat besar, sekitar 260 juta orang, jumlah muzaki yang terdaftar baru sekitar 6 juta orang. 

Hal ini menunjukkan masih sangat banyak ruang untuk memperluas kontribusi zakat dalam memperkuat perekonomian dan kesejahteraan umat. 

"Kami mengajak semua pihak untuk melihat potensi zakat ini lebih jauh dan menjadikannya sebagai kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera," ujarnya.

Kekuatan Zakat dalam Pembangunan Ekonomi dan Sosial Indonesia

Zakat memiliki peran yang sangat besar dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. 

Jika dikelola dengan baik, zakat tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat miskin, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung pembangunan sektor-sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Dengan demikian, zakat menjadi instrumen yang sangat potensial untuk mendorong keberlanjutan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Pada HUT ke-25 ini, Baznas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam memaksimalkan potensi zakat. Dalam pandangan Noor Achmad, zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi juga merupakan gerakan sosial yang dapat memperbaiki kehidupan banyak orang. "Zakat Menguatkan Indonesia harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya sebuah slogan," ujarnya.

Gerakan Bersama untuk Meningkatkan Efektivitas Zakat

Menurut Kiai Noor, kesuksesan pengelolaan zakat di Indonesia sangat bergantung pada kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat. Zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam memperbaiki kesejahteraan umat jika dikelola dengan baik dan transparan. 

Kepercayaan publik yang tinggi terhadap Baznas menjadi modal utama dalam memperkuat pengelolaan zakat, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan kemajuan Indonesia.

Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan zakat yang berkelanjutan agar distribusi zakat tidak hanya memberikan dampak sementara, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 Oleh karena itu, pengelolaan zakat yang efisien, transparan, dan akuntabel menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian tujuan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Zakat Sebagai Pilar untuk Mewujudkan Keadilan Sosial

Secara keseluruhan, HUT ke-25 Baznas ini menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya zakat sebagai instrumen sosial yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. 

Zakat bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga membantu menciptakan keseimbangan sosial yang lebih baik. 

Dengan peran aktif semua pihak dalam mengelola zakat, Indonesia dapat mengatasi banyak masalah sosial yang selama ini menjadi hambatan besar bagi kemajuan negara.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Layanan Samsat Keliling Jakarta dan Sekitarnya Tersedia di 14 Lokasi

Layanan Samsat Keliling Jakarta dan Sekitarnya Tersedia di 14 Lokasi

Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG

DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG

Dari Kairo, Menag Ajak Umat Jadikan Ekoteologi Dasar Menjaga Alam

Dari Kairo, Menag Ajak Umat Jadikan Ekoteologi Dasar Menjaga Alam

Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun

Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun