Kamis, 22 Januari 2026

Skema Makan Bergizi Gratis Saat Ramadhan Tetap Jalan Dengan Menu Siap Santap

Skema Makan Bergizi Gratis Saat Ramadhan Tetap Jalan Dengan Menu Siap Santap
Skema Makan Bergizi Gratis Saat Ramadhan Tetap Jalan Dengan Menu Siap Santap

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan 2026. 

Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada penghentian distribusi bantuan gizi tersebut, meski terdapat penyesuaian mekanisme penyaluran di daerah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa. Kebijakan ini diambil agar tujuan utama program tetap tercapai, yakni menjaga asupan gizi masyarakat penerima manfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan bahwa prinsip utama MBG tetap sama seperti tahun sebelumnya. Penyaluran tetap dilakukan pada jam sekolah, namun penerima manfaat diperbolehkan membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Dengan demikian, kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa.

Baca Juga

Dorong Pelindungan Paten Inovasi Teknologi Kelistrikan di PLTU Paiton

Penyesuaian jam dan pola distribusi saat puasa

Menurut Dadan, mekanisme pembagian MBG di wilayah yang mayoritas berpuasa tidak dilakukan saat waktu makan siang seperti hari biasa. Makanan akan dibagikan di sekolah pada jam belajar, lalu dibawa pulang oleh para siswa. Skema ini dirancang agar anak-anak tetap menerima manfaat program tanpa harus mengonsumsinya di siang hari.

“Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, makanan akan dibagikan pada saat jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,” kata Dadan saat ditemui di Menara Kompas, Senin (19/1/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hal baru dan telah disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat.

Makanan dirancang tahan hingga waktu berbuka

Salah satu perhatian utama dalam penyaluran MBG saat Ramadhan adalah kualitas dan ketahanan makanan. Dadan memastikan bahwa makanan yang dibagikan merupakan makanan siap santap yang aman dikonsumsi hingga 12 jam setelah dibagikan. Dengan daya tahan tersebut, makanan tetap layak disantap saat waktu berbuka puasa tiba.

“Makanannya yang siap santap dan tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka,” ucap Dadan. Ketahanan ini menjadi kunci agar program tetap berjalan efektif tanpa mengurangi standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang telah ditetapkan.

Wilayah nonpuasa tetap berjalan normal

Sementara itu, bagi daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, penyaluran MBG tidak mengalami perubahan. Distribusi makanan tetap dilakukan seperti hari-hari biasa tanpa penyesuaian jam maupun mekanisme. Kebijakan ini menyesuaikan kondisi sosial dan budaya masing-masing wilayah.

“Nah, di daerah-daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan normal tidak berubah,” kata Dadan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menjaga fleksibilitas program agar tetap relevan di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda.

Seluruh penerima manfaat tetap terlayani

Dadan menegaskan bahwa perubahan mekanisme saat Ramadhan tidak mengurangi jumlah maupun cakupan penerima manfaat MBG. Seluruh kelompok sasaran, mulai dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, tetap mendapatkan haknya. Yang berubah hanyalah cara dan waktu konsumsi makanan tersebut.

“Semua diutamakan, baik yang puasa maupun tidak puasa, hanya mekanismenya yang berbeda,” jelasnya. Untuk daerah yang tidak berpuasa, distribusi berlangsung normal. Sementara di daerah yang berpuasa, makanan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.

Target besar penerima manfaat tahun 2026

Program MBG pada tahun 2026 memiliki target yang sangat ambisius. Badan Gizi Nasional menargetkan sebanyak 82,9 juta jiwa dapat menikmati program ini dalam satu tahun. Dadan menyatakan optimisme bahwa target tersebut bisa tercapai dalam waktu relatif singkat, bahkan sebelum pertengahan tahun.

“Target kami adalah 82,9 juta jiwa. Insya Allah akan selesaikan di tahun ini. Mudah-mudahan di bulan Mei sudah selesai,” ujar Dadan. Ia memperkirakan pencapaian target tersebut dapat diraih hanya dalam waktu lima bulan, seiring percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

Penambahan dapur MBG jadi kunci percepatan

Optimisme tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG di berbagai daerah. Penambahan dapur dilakukan secara cepat untuk memastikan kapasitas produksi makanan mampu memenuhi kebutuhan penerima manfaat yang terus meningkat.

Dengan semakin banyaknya dapur MBG, distribusi makanan diharapkan menjadi lebih merata dan efisien. Pemerintah menilai keberadaan dapur-dapur ini sebagai tulang punggung keberhasilan program, termasuk dalam menghadapi tantangan penyaluran saat bulan Ramadhan.

Anggaran besar untuk jaminan keberlanjutan program

Untuk menjalankan program berskala nasional tersebut, Badan Gizi Nasional mendapatkan dukungan anggaran yang signifikan. Pada tahun 2026, pagu anggaran MBG mencapai Rp 268 triliun, ditambah dana standby sebesar Rp 67 triliun. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 335 triliun.

“Kita sudah mendapat pagu anggaran Rp 268 triliun dengan dana standby Rp 67 triliun, sehingga total kita dianggarkan Rp 335 triliun,” kata Dadan. Anggaran ini digunakan untuk memastikan keberlanjutan program, mulai dari pengadaan bahan pangan, operasional dapur, hingga distribusi ke penerima manfaat.

Dengan skema yang disesuaikan namun tetap konsisten, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap berjalan optimal selama Ramadhan. Pemerintah menegaskan bahwa ibadah puasa tidak menjadi penghalang untuk pemenuhan gizi masyarakat, melainkan justru menjadi momentum untuk memastikan perlindungan gizi tetap terjaga.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Layanan Samsat Keliling Jakarta dan Sekitarnya Tersedia di 14 Lokasi

Layanan Samsat Keliling Jakarta dan Sekitarnya Tersedia di 14 Lokasi

Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG

DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG

Dari Kairo, Menag Ajak Umat Jadikan Ekoteologi Dasar Menjaga Alam

Dari Kairo, Menag Ajak Umat Jadikan Ekoteologi Dasar Menjaga Alam

Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun

Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun