Kamis, 22 Januari 2026

Harga TBS Sawit Sumsel Naik ke Rp3.451 per Kg, Didorong Kenaikan Harga CPO

Harga TBS Sawit Sumsel Naik ke Rp3.451 per Kg, Didorong Kenaikan Harga CPO
Harga TBS Sawit Sumsel Naik ke Rp3.451 per Kg, Didorong Kenaikan Harga CPO

JAKARTA - Pada periode II Januari 2026, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami kenaikan yang signifikan. 

Kenaikan ini terjadi di hampir seluruh kelompok umur tanaman, mencerminkan tren positif yang terjadi di pasar CPO dan inti sawit. 

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan Sumsel, harga TBS untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun tercatat naik menjadi Rp3.451 per kilogram (kg), sebuah kenaikan sebesar Rp61,09 dibandingkan dengan harga pada periode I Januari 2026 yang sebesar Rp3.390,24 per kg.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya

Kenaikan harga TBS ini, yang berlaku mulai 20 Januari hingga 10 Februari 2026, tidak hanya terjadi pada tanaman berumur 10 hingga 20 tahun, tetapi juga pada kelompok umur lainnya. 

Harga TBS untuk tanaman sawit usia 3 tahun, misalnya, tercatat Rp2.908,55 per kg, naik dari harga sebelumnya yang sebesar Rp2.860,13 per kg. Hal ini menunjukkan adanya pemulihan yang signifikan dalam harga komoditas ini, yang sangat bergantung pada fluktuasi harga CPO dan inti sawit.

Penyebab Kenaikan Harga TBS Sawit: Kinerja Positif CPO dan Inti Sawit

Menurut Mukpakanisin, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (PPH) Dinas Perkebunan Sumsel, kenaikan harga TBS sawit di Sumsel dipengaruhi oleh peningkatan harga CPO yang cukup signifikan. 

Pada periode I, rata-rata harga CPO tercatat Rp13.877,17 per kg, sementara pada periode II Januari 2026, harga CPO melonjak menjadi Rp14.038,97 per kg.

Ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan harga TBS, mengingat CPO adalah salah satu produk turunan utama dari kelapa sawit yang memiliki kontribusi besar dalam menentukan harga pasar TBS.

Selain itu, harga inti sawit juga mengalami kenaikan. Pada periode I, harga inti sawit tercatat Rp10.725,35 per kg, namun pada periode II, harga ini melonjak menjadi Rp11.267,98 per kg. 

Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan Indeks K yang tetap pada angka 92,53%, serta nilai cangkang yang tercatat Rp18,16 per kg. Semua faktor ini saling berkontribusi dalam mendorong harga TBS di tingkat petani, yang kini mengalami peningkatan yang cukup berarti.

Daftar Harga TBS Sawit di Sumsel untuk Periode II Januari 2026

Berikut adalah rincian harga TBS sawit di Sumatra Selatan untuk periode II Januari 2026, berdasarkan kelompok umur tanaman:

Umur 3 tahun: Rp2.908,55 per kg

Umur 4 tahun: Rp2.999,27 per kg

Umur 5 tahun: Rp3.134,31 per kg

Umur 6 tahun: Rp3.171,87 per kg

Umur 7 tahun: Rp3.171,29 per kg

Umur 8 tahun: Rp3.277,32 per kg

Umur 9 tahun: Rp3.338,54 per kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.451,33 per kg

Umur 21 tahun: Rp3.440,21 per kg

Umur 22 tahun: Rp3.445,50 per kg

Umur 23 tahun: Rp3.421,08 per kg

Umur 24 tahun: Rp3.322,63 per kg

Umur 25 tahun: Rp3.332,83 per kg

Kenaikan harga ini memberi angin segar bagi para pekebun sawit di Sumsel, karena mereka dapat menikmati harga yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini juga mencerminkan kinerja yang baik dari sektor kelapa sawit yang terus berusaha bangkit setelah berbagai tantangan ekonomi global.

Kenaikan Harga TBS Berpotensi Mendukung Sektor Perkebunan dan Perekonomian Lokal

Kenaikan harga TBS sawit yang terjadi pada periode II Januari 2026 tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani sawit, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di Sumatera Selatan, yang merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. 

Mukpakanisin menambahkan bahwa harga yang lebih tinggi ini dapat mendongkrak pendapatan petani sawit, serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada perekonomian lokal.

Dengan harga CPO yang semakin menguat, ada harapan bagi industri kelapa sawit di Sumsel untuk terus berkembang, meskipun sektor ini masih menghadapi tantangan dari fluktuasi harga internasional dan kebijakan-kebijakan yang dapat memengaruhi permintaan global. 

Ke depannya, pemerintah daerah juga diharapkan dapat terus mendukung sektor ini melalui kebijakan yang pro-pertanian, serta meningkatkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026