Kamis, 22 Januari 2026

6 Kesalahan Peternak Pemula yang Sering Terulang, Ini Cara Memperbaikinya

6 Kesalahan Peternak Pemula yang Sering Terulang, Ini Cara Memperbaikinya
6 Kesalahan Peternak Pemula yang Sering Terulang, Ini Cara Memperbaikinya

JAKARTA - Bagi banyak warga desa, peternakan kini bukan hanya sekadar kegiatan tradisional, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan. 

Mulai dari ternak unggas, kambing, sapi, hingga perikanan rumahan, sektor ini dianggap fleksibel dan dapat dimulai dengan modal kecil. Namun, meski tampaknya mudah, banyak peternak pemula yang akhirnya gagal bertahan karena serangkaian kesalahan yang sering kali terulang. 

Berdasarkan pengalaman Suranta, pensiunan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah, kesalahan-kesalahan ini terjadi hampir di semua jenis usaha peternakan, tanpa memandang skala usaha.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya

Kesalahan yang sering dilakukan peternak pemula tidak hanya terkait masalah modal, tetapi juga akibat kurangnya perencanaan, pemahaman terhadap kebutuhan ternak, dan manajemen yang disiplin. 

Berikut adalah enam kesalahan utama yang sering terjadi pada peternak pemula dan bagaimana cara untuk menghindarinya.

1. Memulai Tanpa Perencanaan yang Jelas

Kesalahan pertama yang sering dilakukan peternak pemula adalah memulai usaha tanpa tujuan atau perencanaan yang matang. Banyak peternak baru yang tergoda untuk membeli ternak tanpa mempertimbangkan tujuan dari usaha tersebut. 

Apakah tujuannya untuk konsumsi sendiri, tabungan jangka pendek, atau menjadi usaha yang berkelanjutan? Tanpa perencanaan yang jelas, mereka akan kesulitan dalam mengelola biaya, menentukan jumlah ternak yang dibutuhkan, serta merencanakan pengelolaan kandang dan pakan.

Langkah yang perlu dilakukan:

Tentukan jenis ternak yang sesuai dengan lahan dan waktu luang

Tentukan skala usaha yang realistis, mulai dari yang kecil

Buat target pemeliharaan dan waktu panen atau penjualan yang jelas

Perencanaan yang sederhana sejak awal akan sangat membantu menghindari kerugian dan memastikan keberlanjutan usaha.

2. Terlalu Cepat Memulai dengan Jumlah Ternak yang Terlalu Banyak

Kesalahan lainnya adalah peternak pemula yang langsung memulai dengan jumlah ternak yang terlalu banyak. Banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak ternak, semakin besar keuntungan yang akan diperoleh. 

Namun, kenyataannya, tanpa pengalaman, skala besar justru meningkatkan risiko kematian ternak, pemborosan pakan, dan kelelahan dalam pengelolaan.

Suranta menekankan bahwa peternak pemula seringkali tidak memahami tanda-tanda stres atau penyakit pada ternak yang banyak. Menangani sepuluh ternak saja bisa sangat menantang bagi yang belum berpengalaman, apalagi langsung memulai dengan puluhan ekor.

Langkah yang disarankan:

Mulailah dengan jumlah ternak yang kecil dan terkelola

Pelajari rutinitas harian dalam merawat ternak

Tambah jumlah ternak secara bertahap setelah satu siklus berhasil

Skala kecil memberi ruang untuk belajar dan mengevaluasi tanpa tekanan besar.

3. Kesalahan dalam Pengelolaan Pakan

Pakan adalah salah satu biaya terbesar dalam usaha peternakan, dan kesalahan dalam mengelola pakan sering menjadi penyebab kegagalan peternak pemula. 

Banyak yang beranggapan bahwa pakan hanya berfungsi untuk mengenyangkan ternak, padahal pakan yang berkualitas juga berperan dalam pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan efisiensi produksi.

Berdasarkan Suranta, pemula sering kali tidak memahami prinsip pentingnya keseimbangan pakan. Pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ternak justru akan membuat ternak lambat tumbuh, mudah sakit, dan boros biaya.

Langkah yang bisa dilakukan peternak pemula:

Pelajari kebutuhan pakan berdasarkan jenis dan umur ternak

Gunakan pakan utama ditambah dengan bahan lokal, seperti hijauan dan limbah pertanian

Tentukan takaran dan jadwal pemberian pakan yang tepat

Pendekatan yang efisien ini tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha.

4. Kandang Dibuat Tanpa Perencanaan

Seringkali peternak pemula menganggap kandang hanya sebagai tempat berteduh. Padahal, kandang yang buruk dapat menyebabkan stres pada ternak, menurunkan nafsu makan, dan mengurangi produktivitas. Kandang yang lembap, terlalu padat, dan sulit dibersihkan adalah sumber penyakit yang dapat merugikan usaha peternakan dalam jangka panjang.

Suranta menambahkan, seringkali peternak pemula mengabaikan masalah kandang karena tidak melihat dampak langsung pada pendapatan. Namun, jika kandang tidak sesuai standar, biaya perawatan ternak bisa meningkat jauh lebih besar akibat penyakit.

Hal yang perlu diperhatikan saat membuat kandang:

Pastikan ventilasi cukup dan tidak pengap

Gunakan lantai yang kering dan mudah dibersihkan

Sesuaikan kepadatan kandang dengan jenis ternak

Kandang yang baik tidak harus mahal, yang terpenting adalah fungsinya dalam mendukung kesehatan ternak.

5. Tidak Melakukan Pencatatan Keuangan dan Perkembangan Usaha

Banyak peternak pemula yang tidak mencatat setiap transaksi dan perkembangan ternak. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam mengidentifikasi sumber kerugian jika usaha menghadapi masalah. Pencatatan yang buruk dapat menyebabkan kebingungan mengenai pengeluaran dan pendapatan.

Suranta menekankan bahwa meskipun usaha masih kecil, pencatatan sangat penting untuk membantu peternak memahami perkembangan dan membuat evaluasi.

Langkah yang disarankan:

Catat jumlah ternak yang masuk dan keluar

Catat biaya pakan dan perawatan ternak

Rekam kejadian penting, seperti penyakit, panen, atau penjualan

Dengan pencatatan yang baik, peternak dapat membuat evaluasi dan memperbaiki kesalahan di masa depan.

6. Terlambat Menangani Penyakit Ternak

Kesalahan terakhir adalah menunda penanganan penyakit pada ternak. Banyak pemula yang mengabaikan gejala awal penyakit, berpikir bahwa kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya. Padahal, penyakit yang tidak segera ditangani dapat menyebar dengan cepat dan mengakibatkan kerugian besar.

Suranta mengingatkan bahwa pengamatan harian sangat penting. Semakin cepat penyakit diidentifikasi, semakin mudah pula penanganannya.

Langkah yang perlu dilakukan:

Amati kondisi ternak setiap hari

Pisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit

Konsultasikan dengan penyuluh atau tenaga kesehatan hewan

Penanganan dini seringkali lebih murah dan efektif, serta dapat mengurangi risiko kerugian.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026