Kamis, 22 Januari 2026

Perhotelan Indonesia 2026: Resort, Villa, dan Boutique Hotel Dominasi Industri

Perhotelan Indonesia 2026: Resort, Villa, dan Boutique Hotel Dominasi Industri
Perhotelan Indonesia 2026: Resort, Villa, dan Boutique Hotel Dominasi Industri

JAKARTA - Tahun 2026 membawa angin segar bagi industri perhotelan Indonesia, yang mulai menunjukkan tren perubahan yang signifikan. 

Fokus yang awalnya lebih pada mengejar okupansi kini beralih pada penciptaan pengalaman menginap yang lebih premium, personal, dan autentik. Segmen-segmen seperti resort, villa, boutique hotel, serta luxury hotel kini diprediksi akan menjadi penggerak utama pertumbuhan sektor perhotelan di Indonesia. 

Perubahan perilaku wisatawan, baik domestik maupun global, mengarah pada pencarian pengalaman yang lebih mendalam dan berkesan.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya

Seiring dengan peningkatan minat terhadap jenis akomodasi yang menawarkan ruang lebih luas, pemandangan yang indah, dan pengalaman menginap yang lebih intim, permintaan terhadap resort dan villa semakin meningkat. 

Menurut Dicky Sumarsono, CEO Azana Hospitality, transformasi ini bukan hanya sementara, melainkan merupakan perubahan struktural yang berkelanjutan. 

“Pasar tidak sedang melemah, tetapi berevolusi. Wisatawan kini lebih selektif dan menghargai pengalaman. Ini membuat segmen resort, villa, dan hotel berkarakter semakin relevan di 2026,” ujarnya.

Perubahan Pola Wisatawan: Dari Okupansi ke Pengalaman Premium

Pergeseran minat wisatawan jelas terlihat dalam pola permintaan akomodasi yang semakin mengedepankan kualitas dan pengalaman. Tren inbound leisure di Indonesia menunjukkan bahwa wisatawan kini lebih memilih akomodasi yang menawarkan kelebihan seperti privasi, ketenangan, serta pengalaman menginap yang lebih mendalam. Konsep "restorative stay", yang memberikan ruang untuk relaksasi dan pemulihan tubuh serta pikiran, juga semakin diminati.

Resort dan villa khususnya, menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari quality time dengan suasana yang lebih tenang dan jauh dari keramaian. Keinginan akan pengalaman menginap yang lebih intimate, lengkap dengan fasilitas premium, menjadi nilai jual utama dari jenis akomodasi ini.

Tingkat Pengeluaran Wisatawan Asing Meningkat

Di sisi lainnya, potensi pertumbuhan segmen luxury hotel dan boutique hotel di Indonesia juga cukup signifikan. Wisatawan dengan tingkat pengeluaran lebih tinggi cenderung mencari lebih dari sekadar fasilitas standar. 

Mereka mencari desain yang unik, kualitas layanan yang luar biasa, serta pengalaman otentik yang bisa memberikan kesan mendalam.

Laporan dari World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebutkan bahwa belanja wisatawan internasional di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai angka rekor sekitar 344 triliun rupiah. 

Pemulihan ini menjadi bahan bakar utama bagi hotel-hotel premium yang memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan Average Daily Rate (ADR), dibandingkan hanya mengejar volume okupansi.

Kebangkitan Pariwisata Global Mendorong Tren Positif di Indonesia

Secara global, sektor pariwisata telah melampaui level pra-pandemi. United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mencatatkan bahwa jumlah kedatangan wisatawan internasional pada paruh pertama 2025 telah melebihi angka sebelum pandemi. 

Indonesia, dengan destinasi wisata yang kaya akan cerita dan nilai budaya, menjadi salah satu negara yang diuntungkan dengan kebangkitan pariwisata global ini.

Kementerian Pariwisata Indonesia sendiri berfokus pada experience-based tourism, yang mengutamakan peningkatan kualitas ekosistem pariwisata di berbagai destinasi. Pendekatan ini berfokus pada pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan dan memberikan nilai lebih bagi mereka.

Peluang Segmen Premium di 2026: Resort, Villa, dan Boutique Hotel

Dengan kondisi pasar yang semakin berkembang, segmen premium yang mencakup resort, villa, boutique hotel, dan luxury hotel memiliki potensi luar biasa pada tahun 2026. Keberhasilan segmen ini ditentukan oleh beberapa faktor kunci:

Product-Market Fit Premium
Properti yang memiliki desain yang kuat, kualitas kamar berkarakter, serta privasi dan ketenangan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Konsep restorative rooms yang menekankan kenyamanan dan pengalaman menginap yang menyegarkan semakin diminati.

Experience Monetization
Selain kamar, hotel-hotel premium kini mulai menjual pengalaman lebih dari sekadar fasilitas menginap. Program wellness, tur lokal terkurasi, pengalaman makan dengan menu Asia yang unik, dan sentuhan lokal yang relevan kini menjadi nilai tambah yang diperhitungkan oleh tamu.

Distribution Mix yang Sehat
Penguatan direct booking sebagai prioritas sangat penting. Selain itu, hotel juga harus memanfaatkan platform Online Travel Agent (OTA) untuk menangkap permintaan pasar tanpa ketergantungan yang berlebihan. 

Pemasaran juga harus dijalankan melalui event rutin sepanjang tahun, seperti wedding expo, Ramadan, Lebaran, Imlek, serta perayaan akhir tahun seperti Natal dan Tahun Baru.

Menatap 2026: Waktu yang Tepat untuk Fokus pada Premium dan Pengalaman

Dicky Sumarsono menegaskan bahwa 2026 adalah momentum yang tepat bagi para pelaku industri perhotelan untuk mengambil langkah lebih berani. “Tahun ini bukan soal bertahan, tetapi soal positioning. 

Mereka yang berani bermain di ranah premium dan experience-driven hospitality akan berada di depan ketika pasar kembali tumbuh penuh,” ujarnya.

Dengan strategi yang tepat, tahun 2026 berpotensi menjadi periode yang menjanjikan bagi pelaku bisnis hotel di Indonesia, terutama bagi mereka yang fokus pada penyediaan pengalaman menginap yang otentik dan berkesan. 

Segmen-segmen seperti resort, villa, boutique hotel, dan luxury hotel akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kualitas dan pengalaman wisata.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026