Kementerian ESDM Dukung Penguatan Infrastruktur Energi di Jawa Barat 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Kementerian ESDM melalui Tenaga Ahli, Satya Hangga Yudha, mendukung keberhasilan RUPTL 2025-2034.
Dukungan ini bertujuan mempercepat transisi energi dan ketahanan pasokan listrik. Dalam sebuah kesempatan, Hangga menegaskan bahwa Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional merupakan instrumen strategis yang sangat penting dalam mempercepat kolaborasi lintas sektor serta menyelesaikan berbagai hambatan regulasi yang ada.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk mendukung implementasi kebijakan yang dapat menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Baca JugaDorong Pelindungan Paten Inovasi Teknologi Kelistrikan di PLTU Paiton
Sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan bahan bakar diesel, Hangga menjelaskan pentingnya keberhasilan RUPTL 2025-2034 sebagai rencana strategis dalam menekan ketergantungan pada energi fosil.
Ia juga menekankan bahwa kunci utama dari kemandirian energi adalah adanya sinergi antara keekonomian, keamanan pasokan, dan pelestarian lingkungan.
"Setiap langkah transisi energi harus dipastikan murah dan kompetitif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Hangga.
Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034 sendiri bertujuan untuk menjawab tantangan terkait kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, serta mengoptimalkan penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan. Hal ini akan menjadi bagian penting dalam mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan.
Hangga menjelaskan bahwa dalam implementasi RUPTL, sektor ketenagalistrikan harus beradaptasi dengan kecepatan yang lebih tinggi dalam menghadapi perubahan.
Pengawasan Rantai Pasok Energi Nasional
Salah satu langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM adalah melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai pasok energi nasional, dari hulu hingga hilir. Dalam rangka memastikan kestabilan pasokan energi,
Hangga beserta timnya melakukan kunjungan kerja untuk melakukan analisis mendalam di berbagai fasilitas energi di Indonesia.
Salah satu fasilitas yang dikunjungi adalah Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Barat, yang berfungsi sebagai pusat kendali distribusi selama 24 jam untuk memantau stabilitas frekuensi dan beban listrik.
UP2D Jawa Barat memegang peranan sangat penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah ini, termasuk mengatasi gangguan secara cepat dengan menggunakan teknologi smart grid.
Keberadaan smart grid memungkinkan PLN untuk memantau dan mengatur distribusi energi dengan lebih efisien, serta memberikan respons lebih cepat terhadap gangguan yang terjadi di lapangan. Teknologi ini juga menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung transisi energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dengan lebih dari 18 juta pelanggan dan kapasitas daya tersambung sebesar 35.686 MVA, Jawa Barat adalah salah satu wilayah yang memiliki tantangan besar dalam penyediaan energi listrik.
Wilayah ini juga merupakan kawasan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi, sehingga kebutuhan listrik untuk industri dan sektor transportasi di kawasan Cikarang dan Karawang sangat tinggi.
Dalam konteks ini, keberadaan sistem kelistrikan yang handal dan efisien sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Jawa Barat sebagai Tulang Punggung Transisi Energi Nasional
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat tercatat sebagai pengelola sistem kelistrikan terbesar di Indonesia, dengan kontribusi besar dalam menciptakan bauran energi baru dan terbarukan (ETB).
Saat ini, PLN UID Jawa Barat telah mencapai angka 33% dalam penggunaan energi terbarukan, yang menjadikannya sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung transisi energi nasional.
Selain itu, dengan tantangan besar dalam melayani kawasan industri, PLN UID Jawa Barat juga telah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari penguatan infrastruktur digital hingga peningkatan kontrol jaringan.
Salah satu inisiatif besar yang telah dilakukan di Jawa Barat adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terapung (PLTS) terbesar di Asia Tenggara, yang terletak di Waduk Cirata, Purwakarta.
PLTS ini memiliki kapasitas sebesar 192 MWp dan menjadi salah satu proyek andalan dalam mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan transisi energi yang dicanangkan oleh pemerintah, di mana sektor kelistrikan diminta untuk lebih mengutamakan penggunaan energi terbarukan dalam memenuhi kebutuhan listrik.
Sistem kelistrikan di Jawa Barat yang kompleks ini menjadikannya sebagai salah satu contoh terbaik dalam pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan.
Krisantus H. Setyawan, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, menyatakan bahwa salah satu fokus utama mereka adalah meningkatkan sistem kontrol jaringan untuk mengakomodasi permintaan energi dari sektor industri dan transportasi, yang terus berkembang pesat.
Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan Keberlanjutan Energi
Sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan, RUPTL 2025-2034 menargetkan untuk menciptakan sistem kelistrikan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Selain mempercepat penggunaan energi terbarukan, RUPTL juga akan mencakup pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung kemandirian energi nasional.
Hal ini mencakup pembangunan pembangkit energi baru, serta penyempurnaan jaringan distribusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan listrik yang semakin tinggi.
Dukungan penuh dari pemerintah terhadap RUPTL 2025-2034 menjadi indikasi bahwa transisi energi ini akan terus didorong dengan melibatkan berbagai sektor, baik dari pihak pemerintah, industri, maupun masyarakat.
Program-program yang ada di dalam RUPTL diharapkan dapat mempercepat proses transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih dan efisien.
Salah satu kunci keberhasilan dari program ini adalah adanya sinergi yang kuat antara sektor ketenagalistrikan dan sektor lain yang terlibat dalam proses transisi energi, seperti sektor transportasi dan industri.
Sinergi ini akan memastikan bahwa seluruh sistem energi dapat berjalan dengan optimal dan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Masa Depan Energi Indonesia: Peran Kementerian ESDM dalam Transisi Energi
Kementerian ESDM, melalui kebijakan dan program-programnya, terus berperan penting dalam mendorong transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam penggunaan energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.
Dengan dukungan penuh terhadap RUPTL 2025-2034, serta penguatan sektor ketenagalistrikan, Indonesia diharapkan dapat mewujudkan kemandirian energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Namun, transisi energi bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, serta sektor swasta, untuk mewujudkan visi ini.
Dengan adanya dukungan penuh terhadap RUPTL dan berbagai program pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan dan mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan.
Ke depannya, kolaborasi yang erat antara sektor ketenagalistrikan, teknologi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan transisi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan dalam hal energi.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG
- Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











