Kamis, 22 Januari 2026

Peningkatan Wisatawan Kota Tua Jakarta Capai 2,4 Juta di 2025

Peningkatan Wisatawan Kota Tua Jakarta Capai 2,4 Juta di 2025
Peningkatan Wisatawan Kota Tua Jakarta Capai 2,4 Juta di 2025

JAKARTA - Kota Tua Jakarta terus menarik perhatian wisatawan, dengan lebih dari 2,4 juta pengunjung tercatat sepanjang tahun 2025. 

Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah pengunjung, dengan dominasi wisatawan lokal yang mencapai 2.346.426 orang. 

Meski mayoritas berasal dari dalam negeri, kawasan yang kaya akan sejarah ini juga berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara dengan lebih dari 67.000 pengunjung dari luar negeri.

Baca Juga

Dorong Pelindungan Paten Inovasi Teknologi Kelistrikan di PLTU Paiton

Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Kota Tua Jakarta

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, mengungkapkan bahwa tren kunjungan ke kawasan bersejarah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk kegiatan menarik yang diselenggarakan di kawasan tersebut. 

Menurutnya, jumlah pengunjung yang terus meningkat merupakan hasil dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata di Kota Tua.

“Kami sangat bersyukur karena selain jumlah pengunjung yang terus bertambah, kami juga melihat kualitas kunjungan yang lebih baik. Itu artinya, Kota Tua Jakarta semakin menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman budaya, sejarah, dan seni yang menarik,” ujar Denny.

Aktivitas Berbasis Seni, Budaya, dan Sejarah Menjadi Daya Tarik Utama

Salah satu faktor yang turut mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Tua adalah beragamnya aktivitas yang diselenggarakan di kawasan ini. Sejak beberapa tahun terakhir, Kota Tua rutin menghadirkan berbagai kegiatan berbasis seni, budaya, sejarah, dan komunitas. 

Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga membuat kawasan ini semakin hidup dan relevan bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar negeri.

Kepala UPK Kota Tua tersebut juga menambahkan bahwa selain penyelenggaraan acara budaya, penataan kawasan yang lebih tertib dan terorganisir turut mendukung kenyamanan pengunjung. 

Seiring dengan perbaikan fasilitas dan penguatan fungsi museum, Kota Tua kini lebih ramah pengunjung, memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih baik.

Peningkatan Layanan dan Keamanan Jadi Fokus Pengelolaan Kawasan

Denny menekankan pentingnya kepastian layanan bagi pengunjung sebagai faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman selama berwisata di Kota Tua. Dengan adanya pengelolaan kawasan yang lebih terkoordinasi, pengunjung merasa lebih terjamin dalam hal kenyamanan dan keamanan. 

Selain itu, penataan ruang publik yang lebih terbuka dan ramah pengunjung juga menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap orang yang datang ke Kota Tua dapat menikmati kunjungan mereka dengan maksimal.

“Layanan yang baik dan terorganisir dengan baik akan memberikan rasa aman bagi pengunjung. Ini penting untuk menjadikan Kota Tua sebagai tempat yang bisa dikunjungi secara berulang-ulang, baik oleh wisatawan lokal maupun internasional,” kata Denny.

Seiring dengan itu, berbagai inovasi juga terus dilakukan, termasuk pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan teknologi modern, seperti pertunjukan cahaya drone yang digelar pada perayaan pergantian tahun. 

Hal ini tidak hanya menarik perhatian pengunjung, tetapi juga menunjukkan bagaimana Kota Tua dapat memadukan elemen tradisional dan teknologi masa kini.

Menciptakan Kota Tua Sebagai Ruang Interaksi Budaya yang Berkelanjutan

Dengan melihat tren positif yang terjadi, Denny berharap pengelolaan kawasan Kota Tua dapat terus berfokus pada keberlanjutan, baik dari sisi kualitas layanan maupun pengalaman pengunjung. 

Lebih lanjut, dia berharap bahwa Kota Tua Jakarta tidak hanya menjadi tujuan wisata semata, tetapi juga ruang interaksi budaya yang hidup dan dinamis.

“Tujuan kami adalah menjadikan Kota Tua sebagai ruang publik yang menyatukan berbagai kalangan, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Kami ingin agar kawasan ini tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat interaksi budaya yang relevan dan terus berkembang,” ujarnya.

Kota Tua Jakarta memang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam hal pengelolaan dan peningkatan kualitas wisata. Berbagai aktivitas yang melibatkan seni, budaya, dan sejarah, serta peningkatan layanan publik, menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas pengalaman bagi para wisatawan. 

Seiring dengan itu, diharapkan kawasan ini bisa terus berkembang dan menjadi destinasi yang menarik bagi berbagai kalangan di masa depan.

Optimisme untuk Masa Depan Kota Tua Jakarta

Dengan terus meningkatkan kualitas layanan, penataan kawasan yang lebih tertib, dan beragam aktivitas budaya yang terbuka untuk publik, Kota Tua Jakarta berpeluang menjadi destinasi wisata unggulan tidak hanya bagi warga Jakarta, tetapi juga bagi wisatawan dari seluruh dunia. 

Keberlanjutan pengelolaan kawasan ini, yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung, namun juga pada kualitas pengalaman wisata, akan menjadi kunci utama dalam menjaga daya tarik Kota Tua di masa depan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Layanan Samsat Keliling Jakarta dan Sekitarnya Tersedia di 14 Lokasi

Layanan Samsat Keliling Jakarta dan Sekitarnya Tersedia di 14 Lokasi

Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

Kemenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jemaah Haji

DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG

DPR Tekankan Pentingnya Undang-Undang untuk Keberlanjutan Program MBG

Dari Kairo, Menag Ajak Umat Jadikan Ekoteologi Dasar Menjaga Alam

Dari Kairo, Menag Ajak Umat Jadikan Ekoteologi Dasar Menjaga Alam

Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun

Indonesia dan Qatar Sepakati Perjanjian Pertahanan Senilai Rp 37,95 Triliun