JAKARTA - Memasuki pekan ketiga Januari 2026, informasi mengenai harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian masyarakat.
Perubahan harga BBM kerap berdampak langsung pada aktivitas harian, mulai dari biaya transportasi hingga kebutuhan logistik. Karena itu, pembaruan harga BBM Pertamina selalu dinantikan oleh banyak pihak.
Pada awal tahun ini, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga terhadap sejumlah produk BBM nonsubsidi. Kebijakan tersebut membuat beberapa jenis BBM mengalami penurunan harga, sementara sebagian lainnya tetap stabil. Penyesuaian ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia dengan besaran yang tidak selalu sama.
Baca JugaTarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
Harga BBM ditetapkan dengan mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, kebijakan penyesuaian harga juga berada dalam kewenangan Pertamina dan pemerintah, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar energi global.
Penyesuaian harga BBM Januari 2026
Sepanjang Januari 2026, Pertamina resmi menurunkan harga lima jenis BBM. Penurunan ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat, terutama pengguna BBM nonsubsidi. Di beberapa wilayah, penurunan harga bahkan mencapai lebih dari seribu rupiah per liter.
Di Jawa Barat, misalnya, harga Pertamax turun sebesar Rp400 per liter. Selain itu, beberapa jenis BBM lain juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini menunjukkan adanya respons Pertamina terhadap pergerakan harga minyak dunia yang relatif lebih stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, tidak semua BBM mengalami perubahan harga. BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dijual dengan harga yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Harga BBM berbeda tiap wilayah
Perlu diketahui bahwa harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor distribusi, biaya logistik, serta status wilayah tertentu seperti Free Trade Zone. Karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mengecek harga sesuai lokasi masing-masing.
Sebagai contoh, harga BBM di wilayah Free Trade Zone seperti Batam dan Sabang cenderung lebih rendah dibandingkan provinsi lain. Hal ini disebabkan oleh kebijakan khusus yang berlaku di kawasan perdagangan bebas tersebut.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian timur, harga beberapa jenis BBM tercatat sedikit lebih tinggi. Kondisi geografis dan distribusi yang lebih menantang menjadi faktor utama yang memengaruhi perbedaan harga tersebut.
Rincian harga BBM wilayah barat Indonesia
Di wilayah barat Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.050 per liter. Untuk Pertamax Turbo, harga tercatat antara Rp13.400 hingga Rp13.700 per liter, tergantung provinsi.
Harga Dexlite di wilayah ini umumnya berada pada kisaran Rp13.800 hingga Rp14.100 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex dijual dengan harga antara Rp13.900 hingga Rp14.200 per liter. Untuk Pertalite, harga tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Wilayah Kepulauan Riau dan Riau memiliki struktur harga yang relatif serupa. Namun, di Free Trade Zone Batam, harga Pertamax lebih rendah dibandingkan provinsi sekitarnya, mencerminkan kebijakan khusus yang diterapkan di kawasan tersebut.
Harga BBM Pulau Jawa dan Bali
Di Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga BBM relatif seragam. Pertamax dibanderol Rp12.350 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di angka Rp13.400 per liter.
Untuk jenis Pertamax Green, harga tercatat Rp13.150 per liter. Dexlite dijual Rp13.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di level Rp13.600 per liter. Pertalite dan Biosolar tetap dijual masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Harga yang sama juga berlaku di Bali serta Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, harga Pertamax sedikit lebih tinggi, yakni Rp12.650 per liter, dengan penyesuaian serupa pada jenis BBM lainnya.
Harga BBM wilayah timur Indonesia
Di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, harga BBM cenderung lebih bervariasi. Pertamax umumnya dijual di kisaran Rp12.650 hingga Rp12.950 per liter, tergantung provinsi.
Untuk Pertamax Turbo, harga berkisar antara Rp13.700 hingga Rp14.000 per liter. Dexlite dijual dengan harga sekitar Rp13.800 hingga Rp14.100 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.200 per liter.
Meski berada di wilayah yang jauh dari pusat distribusi, harga Pertalite dan Biosolar tetap sama seperti wilayah lain, yakni Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Kebijakan ini bertujuan menjaga pemerataan akses energi di seluruh Indonesia.
Rangkuman penurunan harga BBM
Di Jawa Barat, terdapat lima jenis BBM yang kompak mengalami penurunan harga pada Januari 2026. Pertamax turun dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter, sementara Pertamax Green turun menjadi Rp13.150 per liter.
Pertamax Turbo juga mengalami penurunan dari Rp13.750 menjadi Rp13.400 per liter. Penurunan terbesar terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, masing-masing turun Rp1.200 dan Rp1.400 per liter.
Sementara itu, harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan sejak 2022. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan harga BBM secara berkala melalui kanal resmi Pertamina.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi
- Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
- Rabu, 21 Januari 2026
Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











