Rumah Subsidi Harga Rp 173 Juta Masih Tersedia di Tanjung Pinang Timur
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Kebutuhan hunian terjangkau kembali menjadi perhatian seiring kebijakan pemerintah yang menaikkan batas maksimal penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan ketentuan baru ini, semakin banyak keluarga dan pekerja lajang yang berpeluang memiliki rumah pertama melalui skema rumah subsidi. Di tengah dinamika tersebut, wilayah Tanjung Pinang Timur masih menawarkan sejumlah pilihan rumah murah dengan harga seragam dan spesifikasi yang relatif serupa.
Bagi masyarakat yang tengah mencari hunian sederhana namun layak, kawasan ini dinilai cukup menarik. Selain harga yang masih terjangkau, rumah-rumah yang ditawarkan umumnya sudah memiliki dua kamar tidur sehingga cocok untuk keluarga kecil. Seluruh unit yang tersedia dipasarkan dengan harga Rp 173 juta per unit, mengikuti ketentuan rumah subsidi yang berlaku secara nasional.
Baca JugaTarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
Kebijakan baru memperluas akses MBR
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan kenaikan batas maksimal penghasilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk masyarakat yang sudah menikah, batas penghasilan kini mencapai Rp 14 juta per bulan, sementara bagi yang belum menikah ditetapkan Rp 12 juta per bulan. Ketentuan ini berlaku untuk pembelian rumah subsidi di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan adanya kebijakan tersebut, peluang kepemilikan rumah bagi masyarakat semakin terbuka. Banyak calon pembeli yang sebelumnya tidak memenuhi kriteria kini dapat mengakses pembiayaan rumah subsidi. Kondisi ini turut mendorong minat terhadap kawasan-kawasan yang masih menyediakan hunian murah, termasuk Tanjung Pinang Timur di Kepulauan Riau.
Di wilayah ini, rumah subsidi tidak hanya ditujukan untuk warga lokal, tetapi juga menarik minat pekerja sektor jasa dan pemerintahan yang membutuhkan tempat tinggal dekat pusat aktivitas kota. Harga yang relatif stabil menjadi daya tarik utama di tengah kenaikan harga properti di banyak daerah lain.
Pilihan rumah subsidi di kawasan Nirwana
Salah satu perumahan subsidi yang tersedia di Kota Tanjung Pinang adalah Nirwana. Perumahan ini dikembangkan oleh Bintan Jaya Sakti Satu dan tercatat sebagai anggota asosiasi Real Estate Indonesia. Lokasinya berada di wilayah perkotaan sehingga relatif mudah diakses dari berbagai fasilitas umum.
Rumah di perumahan Nirwana ditawarkan dengan harga Rp 173 juta. Luas bangunan mencapai 36 meter persegi dengan luas lahan 91 meter persegi. Di dalam unit tersedia dua kamar tidur dan satu kamar mandi, sesuai standar rumah subsidi untuk keluarga kecil.
Dari sisi spesifikasi, atap rumah menggunakan rangka baja ringan. Dinding dibangun dari batako yang telah diplester, diaci, dan dicat. Lantai menggunakan keramik, sementara fondasi memakai beton bertulang sehingga dinilai cukup kokoh untuk hunian jangka panjang.
Komplek Pondok Ruby Osella dan Alfaatih Residence
Pilihan berikutnya datang dari Perumahan Komplek Pondok Ruby Osella yang dikembangkan oleh Pancaran Pondok Tering. Pengembang ini tercatat sebagai anggota Himpunan Pengembangan Permukiman dan Perumahan Rakyat. Rumah yang ditawarkan memiliki harga sama, yakni Rp 173 juta per unit.
Luas bangunan rumah di kawasan ini mencapai 36 meter persegi dengan luas lahan lebih besar, yakni 120 meter persegi. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Atap rumah menggunakan spandek, sedangkan lantai memakai keramik ukuran 40x40 sentimeter dengan fondasi beton bertulang.
Selain itu, terdapat Alfaatih Residence yang dikembangkan oleh Puspandari Karya Sejahtera. Perumahan subsidi ini juga menawarkan unit dengan harga Rp 173 juta. Luas bangunan 36 meter persegi dan luas lahan 104 meter persegi menjadi nilai tambah bagi calon pembeli.
Spesifikasi bangunan di Alfaatih Residence mencakup atap rangka baja ringan dan spandek. Dinding menggunakan batako yang telah diaci dan dicat. Lantai keramik berukuran 40x40 sentimeter serta fondasi tapak besi beton bertulang melengkapi struktur bangunan.
Citra Indah dan Karya Sejahtera sebagai alternatif
Citra Indah 2 menjadi alternatif lain bagi masyarakat yang mencari rumah subsidi di Tanjung Pinang Timur. Perumahan ini dikembangkan oleh Bintan Bangun Sejahtera yang juga tercatat sebagai anggota Real Estate Indonesia. Harga unit tetap berada di angka Rp 173 juta.
Rumah di Citra Indah 2 memiliki luas bangunan 36 meter persegi dengan luas lahan 84 meter persegi. Fasilitas di dalamnya terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi bangunan meliputi atap spandek, dinding batako yang diplester dan dicat, lantai keramik, serta fondasi beton bertulang.
Sementara itu, Perumahan Karya Sejahtera 4 menjadi pilihan terakhir dalam daftar ini. Dikembangkan oleh Karya Candra Utama, perumahan ini juga menawarkan unit rumah subsidi dengan harga Rp 173 juta per unit. Pengembangnya tercatat sebagai anggota Real Estate Indonesia.
Rumah di Karya Sejahtera 4 memiliki luas bangunan 36 meter persegi dan luas lahan 84 meter persegi. Atap menggunakan spandek, dinding dari batako, lantai keramik, serta fondasi tapak beton bertulang menjadi spesifikasi utama yang ditawarkan kepada calon pembeli.
Pertimbangan sebelum membeli rumah subsidi
Meski harga dan spesifikasi relatif seragam, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menentukan pilihan. Lokasi, akses ke fasilitas umum, serta potensi pengembangan kawasan menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan jangka panjang.
Selain itu, ketersediaan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, dan air bersih juga patut diperhatikan. Dengan informasi yang tersedia melalui sistem resmi pemerintah, masyarakat diharapkan dapat memilih rumah subsidi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing, sekaligus memanfaatkan peluang kepemilikan rumah yang masih terbuka lebar di Tanjung Pinang Timur.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi
- Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
- Rabu, 21 Januari 2026
Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











