Kamis, 22 Januari 2026

LNG Perdana PGN di Nusantara Regas Perkuat Pasokan

LNG Perdana PGN di Nusantara Regas Perkuat Pasokan
LNG Perdana PGN di Nusantara Regas Perkuat Pasokan

JAKARTA - Pasokan liquefied natural gas (LNG) perdana dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah diterima oleh PT Nusantara Regas (NR) pada 19 Januari 2026.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat keandalan pasokan gas nasional bagi sektor kelistrikan dan industri, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Proses ship-to-ship transfer berlangsung pada 19-21 Januari 2026, disertai kegiatan commissioning serta penyerahan gas PGN pada 20 Januari 2026.

Selanjutnya, gas hasil regasifikasi dialirkan melalui proses gas-in di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang sebelum disalurkan ke jaringan pipa gas. Sepanjang 2026, pasokan LNG ini direncanakan sebanyak tiga kargo yang bersumber dari Kilang LNG Tangguh Papua.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya

Melalui infrastruktur PGN, penyaluran gas dapat dilakukan dengan kapasitas maksimum hingga 100 MMSCFD, dengan kemampuan continuous operation sebesar 60 MMSCFD guna menjamin keandalan suplai bagi pengguna akhir.

Nusantara Regas Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sebagai operator terminal LNG nasional, Nusantara Regas telah melayani dan menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG sejak 2012, khususnya untuk mendukung pasokan energi sektor kelistrikan. 

Selama lebih dari satu dekade, perusahaan berperan strategis dalam memastikan ketersediaan gas bumi yang andal dan berkelanjutan seiring pertumbuhan permintaan energi nasional dan agenda transisi energi.

Direktur Operasi & Komersial PT Nusantara Regas, Mahfud Fauzi, mengatakan penerimaan LNG perdana dari PGN memperkuat peran jangka panjang perusahaan dalam sistem energi nasional.

“Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas telah menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas suplai LNG nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan. Penerimaan LNG perdana dari PGN ini menjadi tonggak strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik dan industri,” ujar Mahfud.

Gas Hasil Regasifikasi Disalurkan ke Berbagai Sektor

Ia menambahkan, suplai LNG tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung pembangkit listrik dan kebutuhan industri melalui infrastruktur gas yang terintegrasi.

“Suplai LNG PGN dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial, dan rumah tangga agar aktivitas ekonomi dapat terus berjalan secara stabil dan berkesinambungan. Gas hasil regasifikasi selanjutnya disalurkan melalui sistem ORF Muara Karang dan jaringan pipa PGN untuk menjangkau pengguna akhir,” lanjutnya.

Operasi LNG dan gas ini terealisasi melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, meliputi SKK Migas, Kementerian ESDM, pemasok LNG, PGN, Pertamina, PLN, serta Nusantara Regas sebagai pengelola terminal.

Optimalkan Infrastruktur untuk Transisi Energi

Ke depan, Nusantara Regas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur LNG dan gas bumi melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab kebutuhan energi nasional yang terus berkembang. 

Langkah ini sekaligus mendukung transisi energi menuju bauran yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan, khususnya bagi sektor kelistrikan dan industri sebagai penggerak utama perekonomian.

Sebagai informasi, PT Nusantara Regas adalah afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara, Tbk yang bertugas mengoperasikan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta dan Onshore Receiving Facilities Muara Karang, DKI Jakarta. 

Fasilitas ini menerima dan memproses LNG menjadi pasokan energi pembangkit listrik yang punya peran vital di Jakarta dan Jawa bagian barat.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026