Kamis, 22 Januari 2026

Kenaikan Harga Batu Bara Global Januari 2026 Dipicu Lonjakan Permintaan China

Kenaikan Harga Batu Bara Global Januari 2026 Dipicu Lonjakan Permintaan China
Kenaikan Harga Batu Bara Global Januari 2026 Dipicu Lonjakan Permintaan China

JAKARTA - Harga batu bara mengalami kenaikan pada Selasa, 20 Januari 2026. Lonjakan ini terjadi seiring proyeksi pemulihan permintaan dari China dan tetap krusialnya peran batu bara dalam sistem energi Negeri Tirai Bambu.

Batu bara Newcastle untuk Januari 2026 naik 0,85% menjadi US$109,95 per ton. Sedangkan Februari 2026 melesat 0,85% menjadi US$112,2 per ton, dan Maret 2026 terkerek 0,8% menjadi US$112,3 per ton.

Harga batu bara Rotterdam juga ikut meningkat. Januari 2026 naik US$0,5 menjadi US$97,85 per ton, Februari 2026 terkerek US$1,65 menjadi US$97, dan Maret 2026 naik US$1,35 menjadi US$95,5.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya

Pergerakan harga ini mencerminkan ketatnya pasar global. Para investor memperhatikan permintaan China yang diperkirakan kembali menguat pada 2026.

Faktor Pemulihan Permintaan di China

Permintaan batu bara China diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan listrik. Setelah melemah pada 2025, sektor kelistrikan Negeri Tirai Bambu diproyeksikan kembali membutuhkan pasokan batu bara yang signifikan.

Kenaikan konsumsi listrik rumah tangga menjadi salah satu faktor. Selain itu, ekspansi pusat data dan beban listrik terkait kecerdasan buatan (AI) turut mendorong kebutuhan energi.

Penetrasi kendaraan listrik juga menambah konsumsi energi di berbagai kota besar. Sementara itu, sumber energi terbarukan dan nuklir belum mampu menutupi kebutuhan pada saat puncak beban.

Oleh karena itu, pembangkit listrik berbasis batu bara diperkirakan tetap mempertahankan peran pentingnya. Hal ini memastikan kelangsungan pasokan listrik selama periode kebutuhan tinggi.

Rencana Pembangkit Batu Bara Baru di China

China berencana meluncurkan lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara tahun ini. Pembangkit ini akan memasok listrik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Sebagai konsumen, produsen, dan importir batu bara terbesar dunia, China masih mengandalkan batu bara untuk menggerakkan perekonomiannya. Meskipun ekspansi energi terbarukan terus berjalan, batu bara tetap menjadi tulang punggung sistem energi.

Beijing sendiri telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan batu bara secara bertahap. Targetnya adalah menurunkan ketergantungan sebelum tahun 2030, sambil tetap memenuhi kebutuhan listrik domestik.

Meski pasokan tambahan sebagian besar akan dipenuhi energi terbarukan dan nuklir, kedua sumber ini belum mampu sepenuhnya menutupi kebutuhan saat produksi listrik rendah. Oleh karena itu, batu bara tetap menjadi solusi sementara yang penting.

Konsumen global juga memperhatikan langkah China. Harga batu bara dunia akan sangat dipengaruhi oleh keputusan investasi dan operasional pembangkit batu bara baru.

Implikasi Kenaikan Harga Batu Bara

Kenaikan harga batu bara berdampak pada produsen dan importir di seluruh dunia. Lonjakan harga bisa meningkatkan biaya produksi listrik dan energi bagi industri besar.

Selain itu, eksportir batu bara akan merasakan keuntungan dari harga yang lebih tinggi. Permintaan dari China, sebagai pembeli terbesar, menjadi penentu utama harga pasar global.

Di sisi lain, kenaikan harga batu bara juga mendorong negara-negara lain mempercepat transisi ke energi terbarukan. Namun dalam jangka pendek, batu bara tetap menjadi energi utama yang mendukung stabilitas listrik.

Dengan tren ini, pasar energi global akan terus memantau dinamika permintaan dan pasokan. China menjadi indikator utama pergerakan harga batu bara dunia pada awal 2026.

Kenaikan harga ini juga menjadi sinyal bagi investor. Peluang dan risiko di sektor energi batu bara akan menjadi fokus utama analisis pasar dan strategi perdagangan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026