Harga Minyak Dunia Naik Tajam Akibat Gangguan Produksi di Kazakhstan Januari 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada Selasa, 20 Januari 2026. Lonjakan ini terjadi karena gangguan produksi di Kazakhstan yang mempengaruhi pasokan global.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2026 naik 90 sen atau 1,51 persen menjadi US$60,34 per barel. Kontrak WTI untuk pengiriman Februari 2026 berakhir pada hari Selasa di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret 2026 meningkat 98 sen atau 1,53 persen menjadi US$64,92 per barel. Kenaikan harga ini tercatat di London ICE Futures Exchange, menunjukkan pasar global bereaksi terhadap gangguan pasokan.
Baca JugaTarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
Kenaikan harga minyak dunia menunjukkan bagaimana peristiwa di satu negara dapat memengaruhi pasar global. Investor dan pelaku industri energi terus memantau perkembangan produksi di Kazakhstan.
Penyebab Gangguan Produksi di Kazakhstan
Perusahaan minyak Kazakhstan, Tengizchevroil, terpaksa menghentikan sementara produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev. Gangguan ini disebabkan adanya permasalahan sistem distribusi listrik di fasilitas tersebut.
Ladang minyak Tengiz diperkirakan akan berhenti beroperasi selama tujuh sampai 10 hari. Penghentian ini memangkas ekspor minyak mentah melalui Caspian Pipeline Consortium, yang menjadi jalur penting bagi pasokan global.
Gangguan operasional ini berdampak langsung pada volume minyak yang tersedia di pasar internasional. Terlebih, Kazakhstan merupakan salah satu produsen minyak terbesar di kawasan Eurasia.
Pergeseran pasokan dari Kazakhstan memaksa harga minyak global menyesuaikan diri. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama naiknya harga WTI dan Brent pada awal tahun 2026.
Dampak Kenaikan Harga Minyak
Kenaikan harga minyak memengaruhi berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga energi industri. Biaya produksi dan logistik perusahaan akan meningkat seiring harga minyak yang lebih tinggi.
Investor minyak melihat peluang keuntungan jangka pendek akibat gangguan produksi ini. Namun, risiko volatilitas pasar juga meningkat karena ketidakpastian kapan produksi akan kembali normal.
Selain itu, negara-negara importir minyak perlu menyesuaikan strategi pembelian. Pasokan yang berkurang dari Kazakhstan membuat mereka mencari alternatif sumber minyak dari produsen lain.
Di sisi lain, kenaikan harga ini mendorong beberapa negara penghasil minyak untuk meningkatkan produksi. Tujuannya adalah memanfaatkan momentum harga tinggi dan menjaga keseimbangan pasokan global.
Proyeksi Pasar Minyak ke Depan
Gangguan produksi di Kazakhstan diprediksi berdampak pada harga minyak selama beberapa minggu ke depan. Jika perbaikan fasilitas berlangsung lebih lama, harga bisa tetap tinggi atau bahkan meningkat lebih lanjut.
Pasar juga memperhitungkan faktor lain, seperti permintaan global yang mulai meningkat. Pertumbuhan konsumsi minyak di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia menjadi variabel penting bagi kestabilan harga.
Analis energi memperingatkan bahwa volatilitas harga masih akan terjadi. Peristiwa geopolitik, cuaca ekstrem, dan masalah teknis di fasilitas minyak global dapat memicu pergerakan harga yang tajam.
Oleh karena itu, pelaku pasar minyak akan terus memantau kondisi Kazakhstan. Langkah perbaikan sistem distribusi listrik di ladang Tengiz dan Korolev menjadi sorotan utama investor dan pengamat energi dunia.
Dengan pengawasan ketat terhadap produksi dan distribusi, harga minyak global akan tetap sensitif terhadap gangguan di produsen utama. Kenaikan ini mengingatkan pentingnya diversifikasi pasokan dan kesiapan cadangan energi di pasar internasional.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi
- Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
- Rabu, 21 Januari 2026
Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











