Kamis, 22 Januari 2026

Isi BBM Malam Hari Lebih Untung Ini Penjelasan Ilmiah Ahli IPB University

Isi BBM Malam Hari Lebih Untung Ini Penjelasan Ilmiah Ahli IPB University
Isi BBM Malam Hari Lebih Untung Ini Penjelasan Ilmiah Ahli IPB University

JAKARTA - Mengisi bahan bakar minyak sering kali menjadi rutinitas yang dianggap sepele oleh banyak pengendara. 

Namun, di tengah aktivitas harian tersebut, muncul anggapan lama bahwa mengisi BBM pada malam hari lebih menguntungkan dibandingkan siang hari. Isu ini kembali ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan faktor suhu dan volume bahan bakar.

Sebagian masyarakat percaya bahwa suhu yang lebih dingin pada malam hari membuat BBM tidak memuai, sehingga jumlah yang didapatkan lebih banyak. Pandangan ini terdengar logis secara kasat mata, tetapi perlu ditinjau dari sisi ilmiah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Penjelasan dari kalangan akademisi menjadi penting untuk meluruskan persepsi yang berkembang.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya

Pandangan Ahli Tentang Perbedaan Isi BBM

Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Leopold Oscar Nelwan, menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru secara ilmiah. Namun, ia menegaskan bahwa efeknya sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari hari.

“Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari,” kata Leopold. Penjelasan ini menunjukkan bahwa secara teori memang ada perubahan, tetapi dampaknya hampir tidak terasa oleh konsumen.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir atau mengatur waktu khusus hanya untuk mengisi BBM pada malam hari. Aktivitas pengisian bahan bakar tetap bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan.

Sifat Fisika BBM dan Pengaruh Suhu

Berdasarkan kajian fisika, BBM seperti bensin dan solar memiliki sifat memuai ketika suhu meningkat. Ketika suhu naik, volume BBM akan bertambah, namun massa dan kandungan energinya tetap sama. Inilah dasar ilmiah yang sering dijadikan alasan mengapa pengisian malam hari dianggap lebih menguntungkan.

“Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah,” jelas Leopold. Artinya, meskipun volumenya berubah, energi yang dihasilkan dari BBM tersebut tetap sama.

Masalahnya muncul karena sistem penjualan BBM di Indonesia menggunakan satuan liter atau volume, bukan berdasarkan massa. Padahal, secara fisika, kandungan energi per liter bisa sedikit berubah akibat perbedaan suhu.

Sistem Penjualan BBM dan Distribusi

Leopold menjelaskan bahwa penjualan BBM berbasis liter merupakan kesepakatan praktis yang digunakan secara luas. Sistem ini memudahkan transaksi, meski secara ilmiah kandungan energi per liter dapat berubah karena faktor suhu.

Perubahan suhu sangat mungkin terjadi selama proses distribusi BBM dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari tempat penyulingan, penyimpanan, hingga akhirnya diterima konsumen di SPBU, BBM melewati berbagai kondisi lingkungan.

Distribusi BBM pada rantai pasok hulu disebut dijaga dalam suhu standar 15 derajat Celcius. Namun, ketika sudah sampai di tingkat konsumen, belum ada sistem yang memastikan suhu standar tersebut tetap terjaga secara konsisten.

Seberapa Besar Perbedaannya Bagi Konsumen

Meski secara teori ada perbedaan volume, Leopold menekankan bahwa dampaknya sangat kecil. Perubahan suhu BBM antara siang dan malam hari sebenarnya tidak terlalu signifikan dalam konteks penggunaan sehari hari.

Sebagai contoh, pengisian 40 liter bensin di siang hari, ketika suhu BBM sekitar 2 sampai 3 derajat Celcius lebih tinggi dibanding malam hari, hanya menghasilkan perbedaan volume kurang dari 0,1 liter per 40 liter. Angka ini hampir tidak terasa bagi konsumen.

Perhitungan tersebut didasarkan pada koefisien muai bensin sekitar 0,00095 sampai 0,0011 per derajat Celcius. Untuk bahan bakar jenis solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi, yakni sekitar 0,0007 sampai 0,0009 per derajat Celcius.

Kesimpulan Praktis Untuk Pengguna Kendaraan

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa konsumen tidak perlu memaksakan diri mengisi BBM di malam hari. Selisih volume yang terjadi akibat perbedaan suhu siang dan malam terlalu kecil untuk memberikan keuntungan nyata.

Leopold menegaskan bahwa dari sisi praktis, pengaruh suhu terhadap volume BBM tidak memberikan dampak signifikan bagi pengguna kendaraan. Waktu pengisian sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan, bukan berdasarkan asumsi keuntungan volume semata.

Dengan memahami penjelasan ilmiah ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Mengisi BBM pada siang atau malam hari pada dasarnya memberikan manfaat yang sama, selama dilakukan sesuai kebutuhan dan dengan bahan bakar yang tepat.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Proyeksi Harga Nikel 2026 Tembus US$25.000 per Ton Setelah Pemangkasan Produksi

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Keberlanjutan Insentif Mobil Listrik Penting untuk Stabilitas Fiskal

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

Indonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

UMKM Bisa Naik Kelas Lewat Program Dapur Makan Bergizi Gratis

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026

Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026