Kamis, 15 Januari 2026

Askrindo Gandeng BPD Bali Perluas Proteksi Asuransi Perumahan Usaha Mikro

Askrindo Gandeng BPD Bali Perluas Proteksi Asuransi Perumahan Usaha Mikro
Askrindo Gandeng BPD Bali Perluas Proteksi Asuransi Perumahan Usaha Mikro

JAKARTA - Penguatan perlindungan risiko bagi sektor perumahan dan usaha mikro terus menjadi perhatian lembaga keuangan dan industri asuransi nasional. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor tersebut. 

Sejalan dengan kebutuhan itu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) resmi menjalin kemitraan strategis dalam penyediaan produk asuransi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Askrindo dan BPD Bali untuk penyediaan proteksi asuransi melalui produk Asuransi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Asuransi Mikro (Asmik). Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh bagi debitur, baik di sektor hunian maupun pelaku usaha mikro.

Baca Juga

OJK Terapkan Metodologi Penilaian Kesehatan Baru Untuk Lindungi Nasabah PPDP

Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perbankan daerah, khususnya BPD Bali, dalam mengelola risiko pembiayaan. Menurutnya, perlindungan asuransi menjadi elemen penting untuk menjaga stabilitas portofolio kredit bank.

“Askrindo berkomitmen mendukung penuh Bank BPD Bali dalam melindungi debiturnya,” kata Budhi Novianto.

Konsep Produk Asuransi yang Sederhana dan Efisien

Budhi menjelaskan bahwa produk asuransi yang disiapkan Askrindo dirancang dengan konsep yang sederhana dan mudah dipahami oleh nasabah. Pendekatan ini diambil agar layanan asuransi tidak menjadi beban tambahan bagi debitur, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan proses cepat dan efisien.

Askrindo, lanjut Budhi, menyediakan produk asuransi yang ekonomis dan segera, sehingga proses perlindungan dapat berjalan secara efektif tanpa prosedur yang berbelit-belit. Prinsip ini dinilai sejalan dengan kebutuhan perbankan daerah yang melayani segmen masyarakat luas.

“Hal ini memastikan bahwa nasabah Bank BPD Bali mendapatkan layanan yang tidak berbelit-belit, premi yang terjangkau, serta respon yang cepat,” tambahnya.

Melalui Asuransi Kredit Program Perumahan (KPP), debitur perumahan BPD Bali memperoleh perlindungan atas risiko kredit yang dapat muncul di tengah ketidakpastian ekonomi. Sementara itu, Asuransi Mikro (Asmik) dirancang untuk memberikan proteksi bagi pelaku usaha mikro agar tetap memiliki ketahanan usaha ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.

Fokus pada Ketenangan Finansial Nasabah

Di sisi lain, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma menuturkan bahwa kerja sama dengan Askrindo sejalan dengan prioritas utama bank dalam memberikan ketenangan finansial kepada nasabah. Menurutnya, perlindungan yang seimbang antara sektor perumahan dan usaha mikro menjadi kebutuhan penting bagi nasabah BPD Bali.

I Nyoman menilai bahwa proteksi asuransi tidak hanya berfungsi sebagai pengelolaan risiko bagi bank, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memiliki hunian maupun menjalankan usaha mikro.

“Dengan adanya perlindungan dari Askrindo, nasabah Bank BPD Bali kini lebih terproteksi dari risiko ketidakpastian, baik dalam kepemilikan hunian maupun dalam menjalankan usaha mikro," ujar I Nyoman.

Ia menambahkan bahwa jangkauan perlindungan yang luas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan, sekaligus mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Pembiayaan

Ke depan, Askrindo dan BPD Bali berharap kemitraan ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem pembiayaan nasional. Kolaborasi antara perusahaan asuransi kredit dan bank daerah dinilai dapat memperkuat sistem keuangan, khususnya di daerah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama melalui dukungan terhadap sektor perumahan dan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Selain itu, kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih tangguh dan terproteksi bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan perlindungan risiko di tengah dinamika ekonomi.

Kinerja Keuangan Askrindo Menguat

Sebagai informasi, Askrindo mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025. Perusahaan membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar, tumbuh signifikan sebesar 591,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran menyampaikan bahwa kontributor utama pertumbuhan laba bersih tersebut berasal dari penerapan prudential underwriting yang memadai. Realisasi underwriting tercatat sebesar Rp838,8 miliar, tumbuh 172,1 persen (yoy).

Pertumbuhan kinerja ini mencerminkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin dan strategi bisnis yang terukur, seiring dengan upaya diversifikasi portofolio usaha Askrindo.

Diversifikasi Bisnis dan Peran Program Pemerintah

Sejalan dengan strategi diversifikasi portofolio bisnis, total premi dari bisnis suretyship dan asuransi umum Askrindo tercatat sebesar Rp609 miliar hingga September 2025, tumbuh 15 persen secara tahunan.

Selain itu, pendapatan premi Askrindo juga didukung oleh program pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga September 2025, premi dari program KUR mencapai Rp2,5 triliun atau setara dengan 81 persen dari total premi perusahaan.

Dengan kinerja yang solid dan kemitraan strategis bersama BPD Bali, Askrindo optimistis dapat terus memperluas perannya dalam menyediakan perlindungan asuransi yang relevan bagi sektor perumahan dan usaha mikro, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kenaikan Harga Emas Antam 15 Januari 2026 Bikin Investor Tertarik

Kenaikan Harga Emas Antam 15 Januari 2026 Bikin Investor Tertarik

Kenaikan Harga Buyback Emas Antam 15 Januari 2026 Jadi Momentum

Kenaikan Harga Buyback Emas Antam 15 Januari 2026 Jadi Momentum

Perbandingan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Perbandingan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

BTPN Syariah Ventura Resmi Dibubarkan, Dampak Strategi Digital Bank Tampil

BTPN Syariah Ventura Resmi Dibubarkan, Dampak Strategi Digital Bank Tampil

Rupiah Tertekan Dekati Rp17.000 Per Dollar, BI Pastikan Stabilitas Ekonomi Terjaga

Rupiah Tertekan Dekati Rp17.000 Per Dollar, BI Pastikan Stabilitas Ekonomi Terjaga