Presiden Prabowo Targetkan Penyelesaian Pembangunan IKN Rampung pada 2028
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk menuntaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Presiden Prabowo Subianto secara khusus menaruh perhatian pada percepatan dan penyempurnaan pembangunan agar kawasan IKN dapat segera berfungsi sebagai pusat pemerintahan baru Republik Indonesia. Target penyelesaian pembangunan utama ditetapkan pada tahun 2028.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo setelah menerima laporan perkembangan pembangunan IKN dari Otorita IKN dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, Selasa, 13 Januari 2026. Laporan itu mencakup kemajuan fisik, kesiapan fungsi kelembagaan, serta rencana penyempurnaan desain berbagai fasilitas negara.
Baca JugaCek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan IKN, terutama pada fasilitas yang menunjang penyelenggaraan negara. Fokus utama diarahkan pada kesiapan infrastruktur yang akan digunakan oleh lembaga legislatif dan yudikatif.
“Bapak Presiden sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk fungsi legislatif maupun yudikatif, dengan harapan dapat selesai pada tahun 2028,” ujar Prasetyo Hadi,.
Menurut Prasetyo, percepatan ini bukan semata mengejar target waktu, melainkan memastikan bahwa bangunan dan kawasan yang dibangun benar-benar siap secara fungsi, desain, dan keberlanjutan. Presiden ingin memastikan bahwa IKN tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi mampu langsung mendukung jalannya pemerintahan secara utuh.
Dalam rapat bersama Otorita IKN, Presiden Prabowo juga menyampaikan sejumlah catatan penting terkait paparan yang disampaikan. Arahan Presiden menitikberatkan pada dua aspek utama, yakni penyempurnaan desain bangunan serta percepatan proses konstruksi.
“Masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden berikan koreksi, antara lain terkait desain dan fungsi bangunan. Beliau meminta agar Otorita IKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan penyempurnaan,” jelas Prasetyo.
Koreksi tersebut, lanjut Prasetyo, bertujuan agar bangunan-bangunan negara di IKN benar-benar mencerminkan kebutuhan kelembagaan dan mendukung kinerja aparatur negara dalam jangka panjang. Presiden meminta agar desain tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga efisiensi ruang, kemudahan akses, dan integrasi antar fungsi pemerintahan.
Selain penyempurnaan desain, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya percepatan pembangunan. Hal ini dinilai krusial agar seluruh tahapan pemindahan pusat pemerintahan dapat berjalan sesuai rencana. Presiden menginginkan agar fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat segera terwujud dan beroperasi secara penuh di IKN.
“Catatannya adalah perbaikan dan percepatan proses pembangunan agar ketiga fungsi pemerintahan tersebut bisa segera selesai,” pungkas Prasetyo.
Dengan selesainya fasilitas utama tersebut, IKN diharapkan tidak hanya menjadi simbol pemindahan ibu kota, tetapi juga pusat pemerintahan yang efektif dan modern. Keberadaan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif di satu kawasan dinilai akan memperkuat koordinasi serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan negara.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap berlandaskan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Setiap proses pembangunan diawasi secara ketat agar penggunaan anggaran negara tetap tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.
Dalam konteks tersebut, Otorita IKN bersama kementerian terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, diminta terus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap rencana pembangunan. Presiden Prabowo menilai, fleksibilitas dalam penyempurnaan desain dan pelaksanaan proyek menjadi kunci agar IKN benar-benar siap berfungsi optimal.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pembangunan IKN akan dilanjutkan secara konsisten sesuai arahan Presiden. Komitmen ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut. Istana menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan pembangunan IKN berjalan berkesinambungan dan memberikan dampak positif bagi pemerataan pembangunan nasional.
Ke depan, pemerintah berharap pembangunan IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga simbol transformasi tata kelola pemerintahan Indonesia yang lebih modern, efisien, dan berorientasi masa depan. Dengan target penyelesaian pada 2028, seluruh pihak diharapkan dapat bekerja secara terpadu agar visi besar tersebut dapat terwujud sesuai rencana.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Ombudsman Soroti Biomassa sebagai Solusi Energi Bersih dan Penggerak Ekonomi Nasional
- Kamis, 15 Januari 2026








