Kamis, 15 Januari 2026

Peningkatan Layanan Haji 1447 H/2026 M: Akomodasi dan Pelayanan Lebih Nyata untuk Jemaah

Peningkatan Layanan Haji 1447 H/2026 M: Akomodasi dan Pelayanan Lebih Nyata untuk Jemaah
Peningkatan Layanan Haji 1447 H/2026 M: Akomodasi dan Pelayanan Lebih Nyata untuk Jemaah

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan adanya peningkatan layanan bagi jemaah haji saat maktab di Mina dan Arafah pada pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah selama melaksanakan rangkaian ibadah di tanah suci.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa pemerintah telah menunjuk penyedia layanan sejak beberapa bulan lalu. Penambahan fasilitas akomodasi akan diberikan kepada jemaah agar setiap orang mendapatkan ruang yang lebih luas ketika berada di maktab.

"Di sana, kalau selama ini 0,8 meter, nah, kini insyaAllah per jemaah itu dapat space sekitar 1 meter. Jadi, ada tambahan 20 centimeter. Tambahan ini mudah-mudahan bukan sekadar tambahan luas, tetapi juga bagian dari tambahan peningkatan layanan," ujar Puji di sela aktivitas pagi Diklat Petugas Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga

Cek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya

Peningkatan Ruang dan Akomodasi Jemaah

Penambahan ruang 20 centimeter per jemaah dianggap signifikan karena dapat memberikan kenyamanan lebih saat melaksanakan ibadah. Kemenhaj menekankan bahwa kualitas layanan bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana jemaah benar-benar merasakan manfaatnya di lapangan.

Selain ruang, pemerintah menyiapkan seluruh akomodasi, konsumsi, dan transportasi secara terintegrasi. Persiapan layanan di Arafah, Muzdalidah, dan Mina (Armuzna) berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan pemerintah dan mitra di Arab Saudi.

Puji menekankan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus menghadirkan layanan yang nyata bagi jemaah. Hal ini dilakukan karena haji 1447 H/2026 M merupakan penyelenggaraan pertama di bawah Kemenhaj secara penuh.

Tugas utama PPIH bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi memastikan seluruh layanan berjalan baik. Petugas harus menjalankan tugasnya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan jemaah dan membuat mereka puas serta terlindungi.

Pentingnya Layanan Nyata dan Profesional

Kualitas penyelenggaraan haji sangat ditentukan oleh kehadiran petugas yang responsif, empatik, dan profesional. Setiap layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, harus tersampaikan secara nyata di lapangan.

"Kam memastikan bahwa pekerjaan bukan hanya selesai, tetapi apa yang diberikan benar-benar memiliki nilai dan manfaat bagi jemaah," ujar Puji. Pernyataan ini menekankan bahwa pelayanan haji bukan sekadar prosedur administratif, tetapi pengalaman yang harus dirasakan secara langsung oleh jemaah.

Pelatihan Diklat Petugas Haji di Asrama Haji Pondok Gede menjadi bagian dari persiapan untuk mewujudkan pelayanan berkualitas. Setiap petugas dibekali pengetahuan teknis dan keterampilan komunikasi agar mampu merespons kebutuhan jemaah secara cepat.

Dengan pendekatan ini, Kemenhaj ingin memastikan jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Keberadaan petugas yang profesional di lapangan menjadi fondasi bagi terciptanya pengalaman haji yang optimal.

Kolaborasi dan Persiapan Layanan di Arab Saudi

Kemenhaj terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di Arab Saudi untuk menyediakan layanan yang sesuai standar. Hal ini meliputi penyediaan fasilitas, pengaturan transportasi, penyediaan konsumsi, hingga pengelolaan keamanan dan kesehatan jemaah.

Persiapan Armuzna menjadi fokus utama karena kawasan ini menjadi pusat pelaksanaan ibadah yang paling padat. Kemenhaj memastikan setiap jemaah mendapat ruang dan pelayanan yang memadai, termasuk akses yang lebih luas di maktab.

Selain akomodasi, Kemenhaj juga menyiapkan standar pelayanan lain, termasuk kebersihan, keamanan, dan ketersediaan fasilitas medis. Semua langkah ini dirancang agar jemaah merasa nyaman dan terlindungi sepanjang perjalanan ibadah haji.

Puji menekankan pentingnya keterlibatan petugas dalam menghadirkan layanan yang dirasakan manfaatnya. Hal ini menegaskan bahwa haji 1447 H/2026 M bukan sekadar administrasi, tetapi pelayanan yang harus terlihat dan terasa nyata oleh jemaah.

Petugas diharapkan dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan jemaah. Mereka harus memastikan setiap layanan berjalan lancar, termasuk saat terjadi kondisi darurat atau kebutuhan mendesak.

Peningkatan akomodasi 1 meter per jemaah merupakan salah satu bukti konkret pemerintah menyesuaikan layanan dengan kenyamanan jemaah. Langkah ini menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji modern di bawah Kemenhaj.

Selain itu, persiapan ini juga menekankan pentingnya pemantauan kualitas layanan secara berkelanjutan. Petugas di lapangan bertugas memastikan bahwa fasilitas dan pelayanan memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan upaya ini, Kemenhaj menunjukkan komitmen meningkatkan pengalaman ibadah bagi setiap jemaah. Penekanan pada kenyamanan, keamanan, dan pelayanan nyata menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Peningkatan ruang, kualitas akomodasi, dan profesionalisme petugas diharapkan mampu mengurangi risiko ketidaknyamanan selama ibadah. Kemenhaj memastikan bahwa setiap langkah persiapan benar-benar bermanfaat dan dirasakan langsung oleh jemaah.

Melalui peningkatan layanan ini, jemaah diharapkan dapat fokus pada ibadah tanpa khawatir soal fasilitas dan pelayanan pendukung. Strategi ini juga menjadi acuan bagi penyelenggaraan haji di tahun-tahun berikutnya agar pengalaman jemaah semakin baik.

Keberhasilan haji 1447 H/2026 M akan menjadi tolok ukur efektivitas sistem pelayanan pemerintah Indonesia. Pengalaman nyata jemaah menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah secara profesional dan manusiawi.

Dengan demikian, penambahan ruang di maktab dan peningkatan kualitas layanan menjadi langkah strategis Kemenhaj dalam mendukung jemaah. Semua upaya ini diharapkan memberikan pengalaman haji yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi seluruh jemaah Indonesia.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026

Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah

Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah

Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab

Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab

Kemenpar Perkuat Strategi Jangka Panjang Dorong Pariwisata Indonesia Berkualitas Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Strategi Jangka Panjang Dorong Pariwisata Indonesia Berkualitas Berkelanjutan

Ombudsman Soroti Biomassa sebagai Solusi Energi Bersih dan Penggerak Ekonomi Nasional

Ombudsman Soroti Biomassa sebagai Solusi Energi Bersih dan Penggerak Ekonomi Nasional