Endowment Tetap Menarik, AAJI Ungkap Kepastian Manfaat Tak Bergantung Pasar
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA — Di tengah dinamika pasar keuangan yang kerap berfluktuasi, produk asuransi jiwa tradisional jenis endowment masih mempertahankan daya tariknya sebagai instrumen perencanaan keuangan.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai karakteristik endowment yang mengombinasikan perlindungan jiwa dan kepastian manfaat menjadikannya relevan bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas dan kepastian hasil.
Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat menjelaskan bahwa endowment merupakan salah satu produk asuransi jiwa tradisional yang dirancang untuk memberikan dua manfaat utama sekaligus. Pertama, manfaat perlindungan jiwa selama masa pertanggungan. Kedua, manfaat nilai tunai atau uang pertanggungan yang akan diterima pemegang polis saat jatuh tempo.
Baca JugaOJK Terapkan Metodologi Penilaian Kesehatan Baru Untuk Lindungi Nasabah PPDP
Kombinasi dua manfaat tersebut, menurut Emira, menjadi pembeda utama endowment dibandingkan produk asuransi jiwa lainnya, sekaligus menjadikannya sebagai pilihan yang kerap digunakan untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang.
Cocok untuk Pendidikan hingga Persiapan Pensiun
Lebih lanjut, Emira menerangkan bahwa karakteristik endowment membuat produk ini banyak dimanfaatkan sebagai sarana perencanaan keuangan yang terstruktur. Endowment kerap digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan penting di masa depan, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, maupun tujuan keuangan lain yang membutuhkan kepastian nominal.
Dengan jangka waktu pertanggungan yang telah ditentukan sejak awal, pemegang polis memiliki gambaran yang jelas mengenai waktu dan nilai manfaat yang akan diterima. Hal ini dinilai memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang tidak ingin terlalu terpapar risiko fluktuasi pasar keuangan.
Kepastian Manfaat Jadi Keunggulan Utama
Salah satu keunggulan utama endowment, menurut Emira, terletak pada kepastian manfaat yang ditawarkan. Nilai manfaat pada saat jatuh tempo umumnya telah dijamin di dalam polis sejak awal, sehingga tidak bergantung pada naik-turun kondisi pasar keuangan.
“Kepastian manfaat tersebut menjadi nilai tambah utama produk endowment, karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar,” ujar Emira.
Dengan karakter tersebut, endowment sering dipilih oleh nasabah yang memiliki profil risiko konservatif atau yang menginginkan kepastian hasil dalam perencanaan keuangannya.
Fleksibilitas Melalui Nilai Tunai
Selain memberikan kepastian manfaat di akhir masa pertanggungan, produk endowment juga umumnya dilengkapi dengan nilai tunai yang dapat dimanfaatkan sebelum jatuh tempo. Fitur ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemegang polis apabila membutuhkan dana dalam kondisi tertentu.
“Selain itu, produk endowment umumnya juga dilengkapi dengan manfaat nilai tunai yang dapat dimanfaatkan sebelum jatuh tempo. Misalnya, melalui fasilitas gadai polis, sehingga memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemegang polis dalam kondisi tertentu,” ucapnya.
Fasilitas tersebut memungkinkan pemegang polis memperoleh dana dengan menjaminkan polis yang dimiliki, tanpa harus membatalkan perlindungan asuransi secara keseluruhan.
Keterbatasan dari Sisi Administrasi
Meski memiliki sejumlah keunggulan, Emira juga mengingatkan bahwa produk endowment memiliki keterbatasan yang perlu dipahami sejak awal oleh calon pemegang polis. Dari sisi administrasi, endowment umumnya tidak memungkinkan penambahan uang pertanggungan atau top up dalam satu polis yang sama.
Apabila di kemudian hari kebutuhan perlindungan nasabah meningkat, maka solusi yang tersedia biasanya adalah dengan membeli polis baru. Kondisi ini membuat perencanaan awal menjadi sangat penting agar manfaat yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.
Pentingnya Pemahaman Menyeluruh bagi Nasabah
Oleh karena itu, Emira menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif sebelum memutuskan untuk membeli produk endowment. Calon pemegang polis diimbau untuk mempelajari secara menyeluruh karakteristik produk, mulai dari manfaat, keterbatasan, hingga mekanisme pencairan nilai tunai.
Selain itu, penyesuaian dengan tujuan keuangan, kebutuhan perlindungan, serta ekspektasi jangka panjang masing-masing individu juga menjadi faktor krusial dalam menentukan apakah endowment merupakan pilihan yang tepat.
Kinerja Produk Tradisional Masih Solid
Dari sisi industri, Emira menyampaikan bahwa produk asuransi jiwa tradisional, termasuk endowment, hingga kini masih menunjukkan kinerja yang solid. Produk tradisional bahkan masih mendominasi struktur pendapatan premi industri asuransi jiwa nasional.
Berdasarkan data per September 2025, produk asuransi jiwa tradisional menyumbang sekitar 63% dari total pendapatan premi industri asuransi jiwa. Nilai premi yang berhasil dibukukan mencapai Rp 83,98 triliun.
“Nilainya tumbuh 7%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), rata-rata pertumbuhan premi produk tradisional tercatat 16,8%,” ujar Emira.
Capaian tersebut mencerminkan bahwa minat masyarakat terhadap produk asuransi jiwa tradisional masih cukup kuat, seiring kebutuhan akan perlindungan dan kepastian finansial jangka panjang.
Endowment Tetap Relevan di Tengah Dinamika Pasar
Dengan karakteristik yang menekankan kepastian manfaat dan stabilitas, AAJI menilai produk endowment masih memiliki ruang untuk terus berkembang. Di tengah kondisi pasar keuangan yang dinamis, endowment dinilai tetap relevan sebagai salah satu pilar dalam perencanaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengutamakan perlindungan dan kepastian hasil.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Perbandingan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
- Kamis, 15 Januari 2026
BTPN Syariah Ventura Resmi Dibubarkan, Dampak Strategi Digital Bank Tampil
- Kamis, 15 Januari 2026
Rupiah Tertekan Dekati Rp17.000 Per Dollar, BI Pastikan Stabilitas Ekonomi Terjaga
- Kamis, 15 Januari 2026












